CIMB-Principal Balanced Strategic Plus
Nilai Aktiva Bersih/Unit
1.334,06 IDR
Return/Hari
0.03%
Barometer Bareksa
2
Returns
0.01406
Risk
0.00601
Performance
Return
1 BlnYTD1 Yr3 Yr5 Yr
1,40 %9,24 %1,41 %13,07 %35,17 %
Return Risk Analysis
Risk Adjusted Return: 0,82
Jensen Alpha: -0,05
Sharpe Ratio: -1,46
Standard Deviation: 0,01
Beta: 0,63
Treynor Ratio: -0,05
Detail Reksa Dana
Jenis Reksa Dana Campuran
Tanggal Peluncuran 28 Mei 2012
Bank Kustodian Deutsche Bank AG
Dana Kelolaan IDR 25.692.411.395,00
Min. Pembelian Awal -
Pembelian Selanjutnya -
Min. Penjualan Kembali -
12 Month Low - High 1.175,47 - 1.334,06

Biaya Transaksi (Maks)

Biaya Pembelian
Maks 3%
Biaya Penjualan Kembali
Maks 1% < 1 tahun dan 0% > 1 tahun
Biaya Switching
Maks 1%
Catatan
Biaya transaksi (pembelian, penjualan, switching) di marketplace reksa dana Bareksa adalah 0%, terkecuali diatur lain di prospektus reksa dana. Ketentuan ini berlaku hingga 31 Desember 2016.
Tujuan Investasi

CIMB-Principal Balanced Strategic Plus bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan investasi yang optimal dalam jangka panjang melalui investasi pada Efek-efek yang tersedia di Pasar Modal dan Pasar Uang, terdiri dari Efek bersifat ekuitas korporasi-korporasi yang tergabung dalam Group Astra International dan/atau Badan Usaha Milik Negara, Surat Utang Negara dan/atau Surat Berharga Syariah Negara dan/atau Efek bersifat utang dan/atau Sukuk yang diterbitkan oleh korporasi-korporasi yang tergabung dalam Group Astra International dan/ atau Badan Usaha Milik Negara, dan instrumen pasar uang dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 tahun, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kebijakan Investasi

Minimum 1% dan maksimum 79% pada Efek bersifat Ekuitas
Minimum 1% dan maksimum 79% pada Efek bersifat Utang dan/atau Sukuk
Minimum 1% dan maksimum 25% pada Instrumen Pasar Uang

Portofolio Investasi

Bank Mandiri Persero Tbk PT
Bank Tabungan Negara Persero Tbk
Jasa Marga Persero Tbk PT
Obligasi Negara RI FR0072
Telekomunikasi Tbk PT

(Juli 2017)