CIMB-Principal Balanced Strategic Plus
Nilai Aktiva Bersih/Unit
1.338,03 IDR
Return/Hari
-0.42%
Barometer Bareksa
2.5
Returns
0.06028
Risk
0.00545
Performance
Return
1 BlnYTD1 Yr3 Yr5 Yr
-0,52 %9,56 %6,03 %16,28 %31,31 %
Return Risk Analysis
Risk Adjusted Return: 3,21
Jensen Alpha: 0,04
Sharpe Ratio: 0,95
Standard Deviation: 0,01
Beta: 0,58
Treynor Ratio: 0,03
Detail Reksa Dana
Jenis Reksa Dana Campuran
Tanggal Peluncuran 28 Mei 2012
Bank Kustodian Deutsche Bank AG
Dana Kelolaan IDR 23.597.795.835,00
Min. Pembelian Awal -
Pembelian Selanjutnya -
Min. Penjualan Kembali -
12 Month Low - High 1.175,47 - 1.357,78

Biaya Transaksi (Maks)

Biaya Pembelian
Maks 3%
Biaya Penjualan Kembali
Maks 1% < 1 tahun dan 0% > 1 tahun
Biaya Switching
Maks 1%
Catatan
Biaya transaksi (pembelian, penjualan, switching) di marketplace reksa dana Bareksa adalah 0%, terkecuali diatur lain di prospektus reksa dana. Ketentuan ini berlaku hingga 31 Desember 2016.
Tujuan Investasi

CIMB-Principal Balanced Strategic Plus bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan investasi yang optimal dalam jangka panjang melalui investasi pada Efek-efek yang tersedia di Pasar Modal dan Pasar Uang, terdiri dari Efek bersifat ekuitas korporasi-korporasi yang tergabung dalam Group Astra International dan/atau Badan Usaha Milik Negara, Surat Utang Negara dan/atau Surat Berharga Syariah Negara dan/atau Efek bersifat utang dan/atau Sukuk yang diterbitkan oleh korporasi-korporasi yang tergabung dalam Group Astra International dan/ atau Badan Usaha Milik Negara, dan instrumen pasar uang dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 tahun, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kebijakan Investasi

Minimum 1% dan maksimum 79% pada Efek bersifat Ekuitas
Minimum 1% dan maksimum 79% pada Efek bersifat Utang dan/atau Sukuk
Minimum 1% dan maksimum 25% pada Instrumen Pasar Uang

Portofolio Investasi

Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk
Bank Tabungan Negara Persero Tbk
Government Bonds
Obligasi Negara RI FR0072
Telekomunikasi Tbk PT

(September 2017)