Jumat, 10 Juli 2020 17:36:50 WIB

Harga Emas Diramal Bisa Sentuh US$10.000, Emas Investasi Paling Aman?

Terdapat sejumlah sentimen yang menjadi dasar penguatan harga emas
Martina Priyanti
Petugas menunjukkan emas batangan, di galeri 24 penjualan Logam Mulia, di Padang, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama)

Bareksa.com - Setelah sukses menebus rekor baru yakni di atas US$1.800 per troy ounce, harga emas global dibayangi kekhawatiran adanya koreksi harga. Kabar ditemukannya vaksin Covid-19, seperti dilansir Kontan.co.id. bisa menjadi dasar pemicu sekaligus menjadi alasan investor akan kembali ke aset-aset berisiko.

Pada perdagangan Kamis (9/7/2020) harga emas berjangka untuk kontrak Agustus 2020 masih menguat 0,14 persen ke level US$1.811 per ons troi. Penguatan harga emas sendiri dipengaruhi oleh sejumlah sentimen.

Sentimen Harga

Pertama, pelaku pasar masih mengkhawatirkan penularan global Covid-19 yang terus meninggi, sementara vaksin belum ditemukan. Terlebih, pandemi Covid-19 telah mengganggu ekonomi global dan membuat masyarakat mengurangi aktivitas.

Kedua, terkait stimulus besar yang digelontorkan banyak bank sentral dunia, terutama bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve. Mengapa cukup berpengaruh dan mengerek naik harga emas? Karena The Fed memperbesar likuiditas dolar AS. Tak ayal, pelaku pasar akan cenderung memilih untuk berinvestasi ke beragam aset termasuk safe haven emas

Ketiga, sentimen seperti ketegangan hubungan Amerika Serika dan China semakin memanas, di mana keduanya merupakan ekonomi terbesar dunia.

Ramalan Harga Emas

Sementara itu CNBC Indonesia menyampaikan terdapat sejumlah ramalan mengenai harga emas untuk beberapa waktu ke depan. CNBC Indonesia yang melansir CNBC International, menyebutkan kalau pertengahan bulan lalu Juni 2020, bank investasi ternama, Goldman Sachs memprediksi harga emas akan mencapai US$1.800 per troy ounce dalam tiga bulan ke depan, US$1.900 per troy ounce enam bulan ke depan, dan US$2.000 per troy ounce dalam 12 bulan ke depan.

Di sisi lain Ole Hansen, Kepala Ahli Strategi Komoditas di Saxo Bank, menyampaikan prediksinya kalau harga emas akan mencetak rekor tertinggi pada tahun depan dan jangka panjang emas akan mencapai US$4.000 per troy ounce.

Nah, ramalan paling ekstrim datang dari Dan Olivier, pendiri Myrmikan Capita. Oliver memprediksi emas akan mencapai US$10.000 per troy ounce. "The Fed, seperti yang Anda ketahui, melakukan aksi pembelian aset uang masif akibat situasi yang disebabkan virus corona, karena itu harga ekuilibrium emas juga naik dengan sepadan, harga emas yang seimbang dengan balance sheet The Fed kini sangat tinggi," kata Olivier.

"Perkiraan saya sudah berubah, saya sekarang melihat harga emas bisa ke US$10.000 per troy ounce," ungkapnya. Tapi, Olivier tidak menyebutkan dalam rentang waktu berada lama emas akan mencapai level US$10.000 per troy ounce.

Sebagai gambaran sebagaimana dilansir, satu troy ounce, mengacu aturan di pasar itu setara dengan 31,1 gram. Maka, jika harga emas US$10.000 per troy ounce dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$322 per gram.

Kemudian, jika disetarakan dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Rp14.000 per dolar AS maka prediksi harga emas menurut Oliver, harga emas bisa menembus Rp4,5 juta per gram.

Emas Save Haven

Ingin investasi emas tapi masih ragu kalau emas merupakan safe haven? Sebelum membahas mengapa emas dikatakan safe haven, sebenarnya apa itu safe haven?

Safe haven adalah aset yang diharapkan nilainya tetap atau meningkat walaupun pasar tidak stabil atau bergejolak. Safe haven dicari oleh para investor untuk menghindari aset mereka dari kerugian ketika terjadi penurunan pasar atau krisis keuangan.

Nah, emas dianggap sebagai “safe haven” oleh banyak investor. Aset ini diharapkan nilainya sejalan dengan inflasi untuk jangka waktu yang lama. Standar perekonomian dunia atau negara mungkin tidak berhubungan dengan nilai emas, tetapi pada akhirnya nilai emas adalah dasar nilai riil.

Waktu telah membuktikan, emas dipercaya sebagai alat penyimpan nilai atau “store of value”. Nilai dari komoditas emas tidak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga yang ditetapkan pemerintah.

Makanya, banyak orang yang membeli emas sebagai asuransi terhadap peristiwa ekonomi yang buruk atau merugikan. Tak ayal, permintaan dan harga emas meningkat ketika adanya ancaman inflasi ataupun perubahan nilai dolar.

Penelitian yang dilakukan oleh Sile Li dan Brian Lucey mengidentifikasi indikator-indikator kondisi pasar yang tidak stabil, yaitu: tekanan dalam pasar keuangan, ketidakjelasan politik, dan sentimen konsumen.

Disebutkan, konsumen akan berpikir bahwa emas akan lebih aman dibanding aset berisiko seperti saham dan obligasi. Bisa disimpulkan bahwa harga emas akan cenderung meningkat ketika pasar keuangan mengalami tekanan yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah.

Tapi tetap perlu diingat, ada sejumlah risiko bila kita berinvestasi dalam bentuk emas fisik batangan, seperti risiko kehilangan atau dicuri oleh orang. Makanya, menyimpan emas terutama dalam jumlah besar memerlukan biaya lebih bila ingin aman, seperti menyewa brankas di bank atau di layanan gadai.

Bareksa Emas

Tidak ingin repot membeli emas? Fitur jual beli emas secara online kini sudah tersedia di BareksaEmas, yang bisa diakses melalui aplikasi Bareksa yang tersedia untuk ponsel (handset) berbasis iOS dan Android.

BareksaEmas, Bareksa telah bermitra dengan Indogold, yaitu pedagang emas online yang menyediakan fasilitas titipan. Indogold sudah mendapat izin OJK sebagai salah satu usaha pergadaian (untuk penitipan emas).

Selain itu, emas yang diperjualbelikan Bareksa melalui fitur BareksaEmas adalah logam mulia dengan kadar 99,99 persen yang diproduksi oleh ANTAM dan UBS. Emas batangan produksi ANTAM dan UBS sudah sering dijadikan alat investasi sehingga tidak perlu diragukan lagi keasliannya.

Sebagai tambahan informasi, BareksaEmas hadir bagi investor yang sudah terdaftar di Bareksa yang bisa membeli emas mulai dari ukuran 0,1 gram.

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.