Kamis, 09 Juli 2020 17:48:22 WIB

Harga Emas Cetak Rekor Terbaru, Masih Ragu Investasi Emas?

Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan harga emas dapat mencapai rekor US$2.000 dalam 12 bulan ke depan
Martina Priyanti
Ilustrasi perempuan investor memegang emas batangan hasil investasinya. (Shutterstock)

Bareksa.com - Emas diyakini sejumlah kalangan sebagai salah satu aset safe haven. Penilaian tersebut nampaknya akan semakin kuat di tengah pandemi Covid-19 mengusik seluruh dunia, seiring harganya yang menorehkan rekor baru atau menembus rekor tertinggi sejak September 2011 yang kala itu tercatat US$1.800 per troy ounce .  

Seperti dilansir Liputan6.com, pada Kamis (9/7/2020), harga emas di pasar spot gold menguat 0,9 persen menjadi US$1,811,01 per troy ounce. Sedangkan harga emas berjangka Amerika Serikat (AS), naik 0,6 persen ke level pada US$1,820.60 per troy ounce.

Ada sejumlah faktor pendorong mengapa logam ini nampak solid membukukan kenaikan. "Yang menjadi pendorong (harga emas) adalah stimulus fiskal dan moneter, bersama dengan arus masuk moneter ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas dan investasi lainnya," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Selain itu, "injeksi likuiditas yang konstan ke pasar terus menjadi faktor positif yang paling menonjol, karena dolar telah melemah dan mendukung harga komoditas, tetapi lebih khusus lagi emas dan perak," lanjutnya.

Tercatat, pada awal sesi perdagangan, harga emas melonjak ke US$1.817,71 per troy ounce, level tertinggi sejak 19 September 2011. Harga tersebut, memang masih bertahan di bawah rekor harga sepanjang masa dari US$1.920,30 per troy ounce.

ETF & Rekor Harga Terbaru

Di sisi lain Bisnis.com melansir, harga emas di pasar spot menembus yang menembus US$1.800 per troy ounce, mendorong arus masuk ke dalam ETF (exchange-traded funds) berbasis emas telah melampaui rekor total full-year yang ditetapkan pada 2009. Minat investor terhadap aset-aset safe haven melonjak di tengah dampak pandemi Covid-19 yang merobek perekonomian dunia.

Kondisi itu mendorong aliran masuk berkelanjutan ke dalam ETF berbasis emas ketika bank-bank sentral dan pemerintah negara-negara di dunia mengeluarkan program stimulus besar-besaran.

Kepala Analis Logam Mulia HSBC Securities (USA) Inc., James Steel menyampaikan respons investor besar-besaran terhadap Covid-19 telah mendorong kepemilikan ETF ke level rekor yang dampaknya telah melebihi penurunan permintaan perhiasan dan menyerap peningkatan daur ulang. "Diperkirakan akan ada arus masuk lebih lanjut karena investor-investor merespons risiko yang meningkat dan imbal hasil yang rendah," lanjutnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Kepemilikan dalam ETF berbasis emas mencapai 3.234,6 ton pada Selasa (7/7/2020), atau meningkat 655,6 ton sepanjang 2020. Angka tersebut, melampaui peningkatan tonase yang terlihat pada 2009.

Harga emas dan kepemilikan ETF disebutkan sudah diantisipasi akan memperpanjang kenaikannya. Goldman Sachs Group Inc. mengatakan logam mulia ini dapat mencapai rekor US$2.000 dalam 12 bulan ke depan, dan JPMorgan Chase & Co. merekomendasikan investor untuk bertahan dengan emas.

Dukungan lebih lanjut untuk emas juga dapat datang dari bank sentral Amerika atau Federal Reserve AS. Vice Chairman The Fed, Richard Clarida mengatakan bahwa para pembuat kebijakan kemungkinan akan beralih ke pedoman tambahan dan pembelian aset jika ekonomi membutuhkan lebih banyak bantuan.

Investasi Emas

Menilik sejarahnya, emas memang merupakan alat hedging paling tradisional di dunia. Setiap kali ada risiko yang meningkat, keunggulan utama emas yaitu dari likuiditas akibat ketergantungan historis dan penerimaan publik yang luas pada produk tersebut.

Nilai aset emas tersebut, juga diharapkan beriringan dengan inflasi untuk jangka waktu yang lama serta dipercaya sebagai alat penyimpan nilai atau store of value. Di sisi lain, nilai emas juga tidak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga yang ditetapkan pemerintah.

Meskipun demikian, ada sejumlah risiko terhadap investasi emas fisik batangan. Misalnya risiko kehilangan dan pencurian. Makanya, investasi emas dalam jumlah besar memerlukan biaya lebih bila ingin aman, seperti menyewa brankas di bank atau layanan gadai.

Bareksa Emas

Tidak ingin repot membeli emas? Fitur jual beli emas secara online kini sudah tersedia di BareksaEmas, yang bisa diakses melalui aplikasi Bareksa yang tersedia untuk ponsel (handset) berbasis iOS dan Android.

Berikut lima keunggulan membeli emas logam mulia secara online di BareksaEmas:

1. Fasilitas Titipan

Logam mulia berwarna kuning ini berkilau sehingga menarik bagi siapapun yang melihatnya. Makanya, kita sebaiknya menyimpan emas di tempat yang aman.

Ada banyak tempat yang bisa menjadi pilihan untuk menyimpan emas tetapi kalau kita membelinya di BareksaEmas, kita bisa langsung mendapatkan fasilitas titipan. Artinya, kita tidak perlu lagi membeli atau menyewa brankas karena sudah termasuk dalam layanan BareksaEmas.

2. Variasi Metode Bayar

BareksaEmas menawarkan cara pembayaran dengan transfer bank atau menggunakan dompet digital OVO. Metode ini sangat mudah, terutama buat kita yang sekarang mengikuti imbauan pemerintah untuk tinggal di rumah.

3. Harga Diperbarui Harian

Sebagai satu komoditas yang diperdagangkan secara global, harga emas di pasar dunia bisa berubah sewaktu-waktu selama terjadi transaksi di bursa global. Bahkan, harga emas dalam rupiah juga bisa berfluktuasi seiring dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Adapun harga emas di BareksaEmas diambil dari harga penutupan hari sebelumnya. Bareksa memperoleh update harga emas dari partner (Indogold) sebanyak satu kali dalam setiap harinya, yakni pada pukul 11.00 WIB.

Sebelum update harga emas, telah dilakukan pengecekan harga kompetitor pada hari tersebut dan harga terbaik emas fisik ada saat itu. Sehingga, pada saat pembaruan harga di BareksaEmas, harganya kompetitif dibandingkan dengan toko/pedagang lain.

4. Mudah Dijual

Bila kita menyimpan emas, pada suatu saat yang mendesak kita ingin menjualnya. Kalau kita memegang logam mulia emas batangan fisik, tentu kita harus pergi ke toko emas untuk menjualnya.

Sementara itu, bila kita menjual emas logam mulia secara online di BareksaEmas, kita bisa dengan cepat mencairkannya dan langsung masuk ke rekening. Atau, kita juga bisa menggunakan fasilitas pencetakan fisik sehingga emas bisa langsung diantar ke alamat kita bila ingin menyimpannya sendiri atau memberikannya kepada orang lain.

5. Reputasi Terpercaya

Saat ini tidak mudah untuk mencari pedagang emas yang bisa dipercaya, apalagi dengan maraknya investasi online ilegal alias bodong.

Jangan khawatir. BareksaEmas, Bareksa telah bermitra dengan Indogold, yaitu pedagang emas online yang menyediakan fasilitas titipan. Indogold sudah mendapat izin OJK sebagai salah satu usaha pergadaian (untuk penitipan emas).

Selain itu, emas yang diperjualbelikan Bareksa melalui fitur BareksaEmas adalah logam mulia dengan kadar 99,99 persen yang diproduksi oleh ANTAM dan UBS. Emas batangan produksi ANTAM dan UBS sudah sering dijadikan alat investasi sehingga tidak perlu diragukan lagi keasliannya.

Sebagai tambahan informasi, BareksaEmas hadir bagi investor yang sudah terdaftar di Bareksa yang bisa membeli emas mulai dari ukuran 0,1 gram.

Jadi, apa yang masih membuat ragu untuk berinvestasi logam mulia emas plus dengan cara mudah?

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.