Selasa, 16 Juni 2020 18:21:34 WIB

Ini Kupon Bersih ORI017 Jika Investasi Rp1 Juta, Rp100 Juta Hingga Rp3 Miliar

Kupon ORI017 ditetapkan 6,4 persen per tahun fixed rate dengan tenor 3 tahun
Abdul Malik
Ilustrasi investor sedang menghitung imbal hasil atau kupon investasinya ORI017. (123rf)

Bareksa.com - Pemerintah meluncurkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI017 pada Senin (15/6/2020) melalui acara peluncuran Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama yang dilakukan secara virtual melalui Facebook live. Peluncuran ORI017 kali ini mengusung tema “Menjaga Negeri Lewat Investasi”.

Acara ini dikemas dalam bincang eksklusif dengan tiga narasumber yaitu Deni Ridwan (Direktur Surat Utang Negara), Dr. Tirta (entrepreneur muda & relawan Covid) serta Prita Ghozie (Financial Planner). ORI017 resmi diluncurkan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman. Pada sambutannya, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman menyampaikan kondisi pandemi COVID-19 merupakan sesuatu yang tidak pernah diperkirakan akan terjadi oleh bangsa ini.

"Kondisi sulit yang dimulai dari adanya krisis kesehatan sampai berdampak pada kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat memerlukan gerakan kolektif baik dari pemerintah, swasta dan publik untuk saling mendukung dalam menghadapi tekanan yang terjadi," ujarnya.

ORI017 hadir di tengah kondisi ketidakpastian saat ini untuk menjadi alternatif investasi utama bagi masyarakat. Peluncuran ORI017 dinilai sangat tepat dalam kondisi saat ini karena masyarakat memerlukan investasi yang aman, mudah, terjangkau serta dapat dicairkan sebelum jatuh tempo.

Selain itu, ORI017 merupakan instrumen pembiayaan APBN, yang artinya hasil dari penerbitan ORI akan digunakan untuk pembiayaan APBN termasuk untuk penanggulangan dan pemulihan dari pandemi Covid-19. "Membeli ORI017 menandakan partisipasi langsung dari masyarakat dalam upaya pemulihan pembangunan dan perekonomian Indonesia," ungkap Luky.

Selain membantu negara dalam membiayai penanganan pandemi Covid-19, setiap investor juga bakal mendapatkan kupon. Kupon ORI017 ditetapkan 6,4 persen per tahun fixed rate dengan tenor 3 tahun. Nilai investasi minimal Rp1 juta untuk pembelian 1 unit dan maksimal Rp3 miliar untuk pembelian 3.000 unit ORI017.

Lantas berapa imbal hasil atau kupon bersih yang akan diraih investor jika berinvestasi Rp1 juta, Rp100 juta, Rp1 miliar dan Rp3 miliar?

Berdasarkan simulasi kupon bersih yang disampaikan Kemenkeu, jika kita berinvestasi Rp1 juta atau membeli 1 unit ORI017, maka kupon kotor yang akan kita dapatkan Rp5.333 per bulan selama 3 tahun. Nilai itu kemudian dipotong pajak 15 persen atau Rp800. Sehingga nilai kupon bersih yang akan kita dapatkan tiap bulan Rp4.533.

Kemudian jika kita berinvestasi Rp100 juta atau 100 unit ORI017, maka kita akan mendapatkan kupon kotor Rp533.333 per bulan selama 3 tahun. Setelah dipotong pajak 15 persen atau Rp80.000, maka imbal hasil bersih yang kita terima Rp453.333 per bulan selama 3 tahun.

Selanjutnya untuk investasi Rp1 miliar atau pembelian 1.000 unit ORI017, maka nilai kupon kotor yang akan didapatkan Rp5,33 juta (Rp5.333.333). Pajak 15 persen atas kupon ini senilai Rp800.000. Sehingga nilai kupon bersih yang akan kita terima Rp4,53 juta (Rp4.533.333) per bulan.

Adapun dengan investasi Rp3 miliar di ORI016, maka kita akan mendapatkan kupon kotor dari imbal hasil 6,4 persen per tahun senilai Rp16 juta per bulan. Nilai kupon kotor tersebut masih harus dipotong pajak 15 persen atau senilai Rp2,4 juta. Dengan begitu kupon bersih yang kita dapatkan Rp13,6 juta per bulan. Nilai itu jika diasumsikan sebagai gaji bulanan yang kita terima, maka cukup lumayan nilainya di tengah situasi pandemi saat ini.

Simulasi selengkapnya sebagaimana tabel berikut :


Sumber : DJPPR Kemenkeu

Pokok-pokok ketentuan dan persyaratan instrumen investasi ORI017 sebagai berikut :

1. Periode Registrasi
Setiap saat pada Mitra Distribusi yang telah ditetapkan

2. Masa Penawaran
Pembukaan: 15 Juni 2020 pkl 09.00 WIB
Penutupan: 9 Juli 2020 pukul 10.00 WIB

3. Bentuk dan Karakteristik Obligasi
Obligasi Negara tanpa warkat; dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik/lokal yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID)

4. Tanggal Penetapan Hasil Penjualan
13 Juli 2020

5. Tanggal Setelmen
15 Juli 2020

6. Tanggal Jatuh Tempo
15 Juli 2023

7. Minimum Pemesanan
Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)

8. Maksimum Pemesanan
Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)

9. Jenis Kupon
Kupon tetap (fixed rate)

10. Tingkat Kupon
6,4 persen per tahun

11. Holding Period
2 (dua) periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai tanggal 15 September 2020

12. Pembayaran Kupon
Tanggal 15 setiap bulan

13. Pembayaran Kupon Pertama Kali
Tanggal 15 Agustus 2020

DJPPR Kemenkeu menyatakan proses pemesanan pembelian ORI017 secara online dilakukan melalui 4 tahap yaitu (i) registrasi/pendaftaran, (ii) pemesanan, (iii) pembayaran dan (iv) setelmen/konfimasi.

Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

"Sebelum melakukan pemesanan pembelian, setiap calon investor kiranya telah memahami memorandum informasi ORI017 yang dirilis pada 15 Juni 2020 dan dapat diakses di landing page pada tautan www.kemenkeu.go.id/ori," ujar DJPPR Kemenkeu.

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ORI017 saat ini sudah dapat melakukan registrasi dengan cara menghubungi 25 mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online) salah satunya melalui Bareksa (PT Bareksa Portal Investasi)

ORI017 merupakan obligasi negara ritel kedua yang dijual secara ritel dan online, setelah pada Oktober tahun lalu pemerintah menerbitkan ORI016.

Sepanjang tahun ini, pemerintah sejatinya menargetkan penerbitan 6-8 Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Awalnya pada Juni ini direncanakan penerbitan SBR010, sedangkan ORI017 direncanakan baru akan rilis pada Oktober mendatang. Namun mempertimbangkan situasi terkini, dampak pandemi Covid-19 yang membayangi ekonomi nasional, maka pemerintah mendahulukan penerbitan ORI017 dari SBR010.

Alasannya, minat investor dianggap lebih tinggi untuk instrumen investasi yang bersifat lebih likuid di tengah pandemi, karena ORI017 bisa diperdagangkan (tradable) sedangkan SBR010 tidak bisa diperdagangkan (non tradable).

Sepanjang 2020 hingga kini, pemerintah telah merealisasikan penerbitan SBR009 dengan realisasi Rp2,25 triliun dan SR012 Rp12,14 triliun.

Realisasi Penerbitan SBN Ritel 2020

Sumber : Kemenkeu, diolah

Sepanjang tahun lalu, pemerintah merealisasikan 10 kali penerbitan SBN Ritel. Data selengkapnya pada tabel berikut :

Realisasi Penerbitan SBN Ritel 2019


Sumber : Kemenkeu, diolah

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Obligasi Negara Ritel seri ORI017 hanya bisa dipesan online selama masa penawaran 15 Juni - 9 Juli 2020 di Bareksa. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.