Senin, 15 Juni 2020 16:51:31 WIB

Kresna AM : Kinerja Mudah Dibuktikan, Ini Cara Investasi di Reksadana Indeks

Mengingat situasi saat ini, Kresna belum berencana untuk menerbitkan reksadana indeks lagi di 2020
Martina Priyanti
Ilustrasi sejumlah investor sedang membahasa kinerja investasi saham (Shutterstock)

Bareksa.com - Senada dengan penilaian sejumlah Manajer Investasi (MI) lainnya, PT Kresna Asset Management (KAM) juga menilai reksadana indeks memiliki potensi besar.

"Potensi reksadana yang berbasis indeks termasuk ETF sangat besar baik saat ini maupun ke depan. Namun, saat ini ETF menjadi lebih populer mengingat kemudahan jual dan beli unit penyertaan ETF yang dapat dilakukan di bursa secara langsung tanpa menunggu akhir hari," kata  Teddy Atmadja, Ketua Tim Pengelola Investasi Kresna AM kepada Bareksa, Jumat (12/6/2020).

Meski begitu, Teddy mengatakan sebenarnya reksadana indeks lebih mudah untuk dipasarkan. "Dengan adanya acuan indeks, kinerja historis dapat dibuktikan dengan mudah serta manajer investasi (MI) pengelola reksadana indeks wajib mengikuti acuannya, sehingga tidak ada lagi kesalahan MI dalam melakukan pengelolaan investasi reksadana tersebut," paparnya.

Sementara itu untuk lebih memasarkan reksadana indeks, Teddy mengatakan upaya yang dilakukan Kresna AM adalah dengan menggelar sosialisasi kepada masyarakat umum dan perusahaan, institusi tentang reksadana indeks secara berkesinambungan.

"Kerja sama pemasaran melalui agen penjual baik bank dan daring juga dilakukan," lanjutnya.
 
Ia menjelaskan ada dua reksadana indeks yang dimiliki Kresna AM yakni Kresna Indeks 45 dan IDX 30 Tracker. "Mengingat situasi dan kondisi saat ini, kami belum berencana untuk menerbitkan reksadana indeks pada tahun ini," kata Teddy.

Alternatif Investasi

Sementara itu mengenai produk reksadana yang dapat dijadikan pilihan sebagai alternatif di tengah pandemi Covid-19 saat ini, dia mengatakan peluang saat ini di mana kinerja bursa sedang turun, adalah sangat baik untuk masuk investasi pada reksadana indeks saham saham blue chip seperti LQ45.

"Karena pilihan investor di mana hampir sebagian besar harga saham sedang turun atau dengan valuasi murah, maka saham-saham blue chip yang akan menjadi pilihan tetutama oleh investor asing sehingga yang memiliki potensi meningkat lebih cepat adalah saham saham blue chip," paparnya.

Hanya saja, ia melanjutkan karena sifat investasinya untuk jangka panjang maka yang menentukan potensi investasi bukan hanya faktor jangka waktu, namun perlu adanya fakror lainnya yaitu uang yang diinvestasikan wajib bersifat idle atau uang "dingin".

"Bukan uang operasional serta cara investasi yang bertahap bukan dengan investasi secara sekaligus," kata dia.

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.