Senin, 15 Juni 2020 15:13:36 WIB

CEO BNI-AM, Reita Farianti : Potensi Reksadana Indeks Sangat Besar

Reksadana indeks sangat cocok ditujukan kepada investor pemula maupun investor profesional
Martina Priyanti
Direktur Utama BNI Asset Management, Reita Ferianti (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Assets under management (AUM) atau dana kelolaan industri reksadana nasional pada Mei 2020 tercatat masih tertekan. Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2020 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, AUM industri reksadana menjadi Rp474,2 triliun, turun 12,54 persen dibandingkan nilai pada akhir tahun lalu.

Sementara jika dibandingkan dengan AUM per April 2020 sebesar Rp475,6 triliun, terjadi penurunan sekitar 2 persen pada Mei 2020. Penurunan AUM reksadana nasional dipengaruhi penurunan AUM sebagian jenis reksadana.

Tapi, tidak semua jenis reksadana mengalami penurunan AUM sepanjang Mei, salah satunya reksadana indeks, yang juga menjadi salah satu jenis reksadana yang dikelola secara pasif dengan mengacu pada indeks tertentu.

Tercatat, AUM reksadana indeks per akhir Mei 2020 mencapai Rp7 triliun, naik 4 persen dari sebulan sebelumnya/MoM dan naik 13 secara year on year (YoY). Meskipun memang secara year to date (YtD), juga mengalami penurunan yakni tercatat 20 persen.

20 Top Manajer Investasi dengan AUM Reksadana Indeks Terbesar Mei 2020


Sumber: Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2020

Potensi Reksadana Indeks

 

Bagaimana sebenarnya potensi reksadana indeks? Berikut wawancara secara tertulis Bareksa dengan Reita Farianti, Direktur Utama PT BNI Asset Management (BNI AM), Jumat (12/6/2020) :

Bagaimana potensi reksadana indeks saat ini dan ke depan?

Reksadana indeks merupakan instrumen investasi yang baik bagi investor pemula maupun berpengalaman karena memberi manfaat diversifikasi dan diisi dengan emiten-emiten yang memiliki kondisi fundamental dan likuiditas yang baik.

Jadi potensinya lebih kepada kelebihan yang dimiliki reksadana indeks?

Selain itu, reksadana indeks juga dapat dibeli dengan nilai investasi minimum yang lebih terjangkau dibanding investasi ke masing-masing saham sehingga memberi kemudahan bagi investor. Lalu, management fee yang relatif lebih kecil serta expense ratio yang lebih rendah dibanding reksadana aktif juga menjadi nilai tambah bagi reksadana indeks.

Melihat hal ini, kami melihat potensi reksadana indeks masih sangat besar untuk kedepannya terutama dengan semakin meningkatnya tingkat literasi keuangan masyarakat serta kesadaran untuk berinvestasi.

Tantangan mengenai penjualan reksadana indeks terutama terkait saat pasar sedang lesu?

Tidak dipungkiri bahwa tantangan datang saat pasar sedang lesu yang dikarenakan emiten pada reksadana indeks merupakan emiten yang berkapitalisasi besar dan berlikuiditas tinggi.

Di samping itu, tantangan dari produk reksadana indeks di Indonesia adalah investor yang lebih melirik produk-produk investasi yang kinerjanya lebih tinggi dibandingkan produk ekuiti lainnya tanpa mengetahui lebih dalam kategori pengelolaan reksadana itu apakah active-managed atau passive-managed.

Reksadana indeks merupakan reksadana passive-managed di mana kinerjanya diukur untuk mereplikasi indeks acuannya dan kinerja fund diukur seberapa mirip dengan indeks acuannya.

Upaya apa saja yang sudah dan akan dilakukan BNI AM untuk lebih memasarkan reksadana indeks?

Upaya dan strategi yang kami lakukan lebih kepada edukasi kepada investor bahwa reksadana indeks adalah reksadana yang gampang dimonitor, biaya pengelolaan yang relatif kecil, dan diversifikasi otomatis ke dalam kelas aset portfolio yang dikelola.

Reksadana indeks sangat cocok ditujukan kepada investor pemula yang baru mulai berinvestasi maupun investor profesional, karena reksa dana indeks biasanya cukup terkonsentrasi dan sangat disukai investor yang mempunyai view positif terhadap saham-saham berkapitalisasi besar sebagai pilihan investasi.

Bagaimana peluang reksadana indeks dijadikan alternatif investasi di tengah gejolak pasar akibat pandemi?

Reksadana indeks sebagai pilihan investasi di tengah gejolak pasar merupakan opsi yang baik bagi investor terutama bagi investor yang memiliki investment horizon yang panjang. Hal ini disebabkan pasar saham yang memiliki volatilitas yang relatif tinggi terutama ditengah kondisi saat ini sehingga disiplin berinvestasi secara gradual menjadi strategi investasi yang disarankan agar tidak ketinggalan momentum pasar pada saat situasi membaik.

Apa BNI AM ada rencana menerbitkan reksadana indeks lagi tahun ini atau tahun depan?

Saat ini BNI AM memiliki tiga produk reksadana indeks dan ETF yakni: BNI-AM INDEKS IDX30 (BNI30), BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia (XBNI), dan  BNI-AM ETF MSCI ESG LEADERS INDONESIA (XBES).

Rencana penerbitan reksadana indeks selalu dikaji dengan mempertimbangkan kebutuhan/permintaan pasar serta produk offering yang menarik serta berbeda dengan produk yang beredar saat ini.

**

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report May 2020. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.