Rabu, 10 Juni 2020 17:40:09 WIB

AUM Reksadana Pasar Uang Masih Tumbuh Mei 2020, Berikut Daftar MI Juaranya

Sepanjang Mei, dana kelolaan reksadana pasar uang tumbuh 1 persen menjadi Rp62,69 triliun
Martina Priyanti
AUM reksadana pasar uang per akhir Mei 2020 secara tahunan (YoY) tumbuh 13 persen. Tercatat, mayoritas MI dalam daftar top 20 AUM reksadana pasar uang terbesar per akhir Mei 2020 mengalami pertumbuhan dana kelolaan secara tahunan, year to date (YtD) maupun bulanan (MoM).

Bareksa.com - Dana kelolaan industri reksadana pada Mei 2020 sedikit menyusut secara bulanan jadi Rp474,2 triliun dibandingkan April 2020 yang sebesar Rp475,6 triliun. Akan tetapi, jenis reksadana pasar uang justru mengalami pertumbuhan dana kelolaan sepanjang bulan lalu.

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report Mei 2020 yang mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penurunan assets under management (AUM) seiring turunnya jumlah unit reksadana jadi 405,7 juta unit pada Mei dari 408,7 juta unit bulan sebelumnya. Padahal sejatinya, jumlah produk reksadana meningkat jadi 2.243 produk dari sebelumnya 2.227 produk.

Bila dilihat sejak awal tahun, AUM industri reksadana nasional pada Mei 2020 minus 12,54 persen secara year to date (YtD) jadi Rp474,2 triliun. Jumlah unit reksadana di industri reksadana nasional per akhir Mei juga menyusut 4,49 persen jadi 405,7 juta unit reksadana dibandingkan dengan jumlah pada akhir tahun lalu.

Terkoreksinya pertumbuhan dana kelolaan industri reksadana nasional pada Mei 2020 secara YtD, dipengaruhi oleh laju pertumbuhan jenis-jenis reksadana di dalamnya. Salah satunya reksadana pasar uang yang juga mengalami pertumbuhan minus pada Mei 2020, meski besaran koreksinya tidak sebesar total industri reksadana keseluruhan.

Dana kelolaan money market fund pada Mei 2020, secara year to date (YtD) mengalami pertumbuhan minus 9,37 persen menjadi Rp62,69 triliun. Seiring itu, pada Mei 2020, jumlah unit reksadana pasar uang tertekan 12,38 persen YtD pada Mei 2020 jadi 46,2 juta unit.


Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report Mei 2020
Akan tetapi bila dilihat secara bulanan (MoM), dana kelolaan reksadana pasar uang tumbuh 1 persen menjadi Rp62,69 triliun. Jumlah unit reksadana pasar uang secara bulanan tercatat 46,21 juta unit.

AUM reksadana pasar uang per akhir Mei 2020 secara tahunan (YoY) tumbuh 13 persen. Tercatat, mayoritas MI dalam daftar top 20 AUM reksadana pasar uang terbesar per akhir Mei 2020 mengalami pertumbuhan dana kelolaan secara tahunan, year to date (YtD) maupun bulanan (MoM).

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report Mei 2020 menyebutkan posisi lima manajer investasi teratas di reksadana pasar uang, yakni :

1. Mandiri Manajemen Investasi (MMI)
Juara pertama perolehan dana kelolaan reksadana pasar uang pada Mei 2020 masih ditempati jawara sebelumnya yakni PT Mandiri Manajemen Investasi. Dana kelolaan reksadana pasar uang Mandiri Investasi pada bulan lalu tercatat Rp12,92 triliun.

Mandiri Investasi yang menguasai pangsa pasar reksadana pasar uang 21 persen, mengalami pertumbuhan dana kelolaan 22 persen secara year to date (YtD) dan secara tahunan/YoY 67 persen, serta secara bulanan/MoM melonjak 11 persen.

2. Eastspring Investments Indonesia
Posisi kedua dan ketiga Manajer Investasi (MI) dengan dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar pada Mei 2020, juga ditempati jawara pada bulan lalu. Pada posisi kedua, ditempati Eastspring yang mencatatkan AUM Rp5,75 triliun.

Menguasai pangsa pasar reksadana pasar uang 9 persen, Eastspring mengalami pertumbuhan dana kelolaan reksadana pasar uang 1 persen secara year to date (YtD) dan 31 persen secara tahunan pada Mei 2020. Adapun secara bulanan AUM reksadana pasar uang Eastspring minus 3 persen.

3. Manulife Aset Manajemen Indonesia
Manulife AM Indonesia menempati posisi ketiga dengan perolehan dana kelolaan pasar uang terbesar di Mei 2020. Menguasai market share 9 persen di reksadana pasar uang, Manulife AM mengalami pertumbuhan dana kelolaan 14 persen secara year to date (YtD) dan secara tahunan/YoY 30 persen, dan secara bulanan (MoM) 2 persen.

4. Sucorinvest Asset Management
Berbeda dibandingkan April 2020, Sucorinvest naik satu peringkat pada Mei 2020 jadi berada diposisi keempat dengan dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar Mei 2020 mencapai Rp5,36 triliun. Di antara top 5 manajer investasi AUM reksadana pasar uang terbesar pada Mei 2020, Sucorinvest mengalami pertumbuhan dana kelolaan terbesar secara year on year (YoY) mencapai 134 persen. Secara year to date (YtD), dana kelolaan pasar uang Sucorinvest mengalami pertumbuhan 22 persen dan MoM 9 persen.

5. Bahana TCW Investment Management
Sementara itu Bahana TCW mesti bertukar posisi dengan Sucorinvest, jadi menempati posisi kelima Manajer Investasi dengan dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar Mei 2020, mencapai Rp5,14 triliun. Bahana TCW menguasai pangsa pasar reksadana pasar uang 8 persen. Secara YtD, AUM reksadana pasar uang Bahana TCW turun 13 persen dan YoY minus 26 persen, serta secara MoM 0 persen.

Top 20 MI AUM Reksadana Pasar Uang
Secara umum, posisi Manajer Investasi (MI) dengan perolehan dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar pada Mei 2020, tidak jauh berbeda dibandingkan April 2020.

Namun terdapat nama baru dalam Top 20 MI dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar pada Mei 2020 yakni Sinar Mas dan keluarnya Avrist dari daftar.


Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report Mei 2020

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report Mei 2020. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.