Senin, 08 Juni 2020 11:10:25 WIB

Reksadana Saham Juara Pekan I Juni 2020, Untung Hingga 11,71 Persen

Top 10 reksadana dengan return tertinggi sepekan terakhir (per 5 Juni 2020), semuanya diisi reksadana saham
Abdul Malik
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat dibukanya perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5/2020).ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Bareksa.com - Reksadana saham berhasil menjuarai kinerja reksadana sepekan terakhir, atau tepatnya pekan I Juni 2020 yang bertepatan dengan menjelang dan mulai diterapkannya tatanan normal baru (new normal) atau pembatasan sosial berskala besar masa transisi.

Kenaikan imbal hasil reksadana saham ditopang penguatan yang dibukukan Indeks Harga Saham Gabungan yang menguat 4,91 persen sepekan jadi 4.947 seiring net buy asing di pasar saham mencapai Rp3,39 triliun. 

Berdasarkan daftar reksadana yang dijual di Bareksa, top 10 reksadana dengan return tertinggi sepekan terakhir (per 5 Juni 2020), semuanya diisi reksadana saham dengan imbal hasil antara 7,65 persen hingga 11,71 persen. 

Dari data tersebut, dua reksadana milik Manulfe Aset Manajemen Indonesia berhasil menempati urutan pertama dan kedua. Dua reksadana yang dikelola oleh perusahaan manajemen investasi yang didirikan sejak 1996 tersebut ialah Manulife Greter Indonesia Fund dan Manulife Saham SMC Plus dengan return masing-masing 11,71 persen dan 10,63 persen.

MI lainnya yakni Pratama Capital Asset Management juga berhasil menempatkan 3 produk reksadana dalam daftar top 10, yakni Dana Pratama Ekuitas di posisi kelima dengan return 8,44 persen, Pratama Syariah posisi 7 (8,35 persen) dan Pratama Saham posisi 8 (8,03 persen).

Sisanya ditempati oleh masing-masing 1 produk reksadana racikan Shinhan Asset Management Indonesia, MNC Asset Management, Sucorinvest Asset Management, Prospera Asset Management dan BNP Paribas Asset Management.

Top 10 Reksadana Return Tertinggi Sepekan (per 5 Juni)


Sumber : Bareksa

Bagaimana isi portofolio top 5 reksadana di antaranya? Berikut ulasannya :

1. Manulife Greater Indonesia Fund

Posisi pertama dengan return 11,71 persen sepekan ditempati Manulife Greater Indonesia Fund, reksadana saham kelolaan Manulife Aset Manajemen Indonesia. Reksadana dolar Amerika Serikat yang dirilis sejak September 2011 ini mengelola dana US$38,5 juta per April 2020 dan bisa dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal US$100 dan pembelian selanjutnya US$10.


Sumber : Bareksa

Top portofolio investasi reksadana ini per April 2020 di antaranya saham Bank Central Asia Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, Merdeka Copper Gold Tbk, Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan Tower Bersama Infrastructure Tbk.

2. Manulife Saham SMC Plus

Manulife Saham SMC Plus, reksadana saham yang juga racikan Manulife Aset Manajemen Indonesia berada di posisi kedua dengan return 10,63 persen sepekan. Reksadana ini mengelola dana investor Rp60,83 miliar per April 2020 dan bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp100.000.


Sumber : Bareksa

Portofolio investasi reksadana ini menurut fund fact sheet April 2020 di antaranya saham Bank Permata Tbk, Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Mayora Indah Tbk, Sarana Menara Nusantara Tbk dan XL Axiata Tbk.

3. Shinhan Equity Growth

Reksadana saham kelolaan Shinhan Asset Management Indonesia ini berada di posisi ketiga dengan return 9,49 persen sepekan. Produk yang diluncurkan sejak Agustus 2012 ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp100.000. Per April 2020, reksadana ini mengelola dana Rp11,26 miliar.


Sumber : Bareksa

Portofolio investasinya per Mei 2020 ialah saham Aneka Tambang Tbk, TD Bank Capital, Bank Danamon Indonesia Tbk, TD BRI
TD DBS Bank, Elnusa Tbk, Buyung Poetra Sembada Tbk, Inocycle Technology Group Tbk, Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan Perusahaan Gas Negara Tbk.

4. MNC Dana Syariah Ekuitas

MNC Dana Syariah Ekuitas racikan MNC Asset Management berada di posisi keempat dengan imbal hasil 9,25 persen sepekan. Reksadana saham yang diluncurkan pada Februari 2013 ini memiliki dana kelolaan Rp2,19 miliar per April 2020.


Sumber : Bareksa

Portofolio investasi reksadana ini per April 2020 di antaranya saham Astra International Tbk, Indofood Sukses Makmur Tbk, Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Jasa Marga (Persero) Tbk, Mayora Indah Tbk, Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, Unilever Indonesia Tbk, United Tractors Tbk, Vale indonesia Tbk dan Wijaya Karya (Persero) Tbk.

5. Dana Pratama Ekuitas

Reksadana saham racikan Pratama Capital Assets Management berada di posisi kelima dengan return 8,44 persen sepekan. Reksadana yang diluncurkan pada Februari 2004 mengelola dana investor Rp15,33 miliar per April 2020. Reksadana ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp500.000.


Sumber : Bareksa

Portofolio investasi reksadana ini per April 2020 di antaranya saham Astra International Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Indofood Sukses Makmur Tbk.

Reksadana ialah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksadana juga diartikan, sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi.

Sebagaimana dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu, reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Reksadana memberikan imbal hasil (return) dari pertumbuhan nilai aset-aset yang ada dalam portofolionya. Imbal hasil ini potensinya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan bank.

Sebaiknya, jenis reksadana yang dipilih bisa disesuaikan dengan karakter kita apakah seorang high-risk taker, medium-risk taker atau low-risk taker. Jika kita kurang berani untuk mengambil risiko rugi, bisa memilih reksadana pasar uang.

Namun, jika kita cukup berani tapi masih jaga-jaga untuk tidak terlalu rugi, bisa coba fixed income (reksadana pendapatan tetap) atau balanced (reksadana campuran). Sementara jika kita cukup berani ambil risiko, bisa berinvestasi di reksadana saham (equity).

Selalu sesuaikan instrumen investasi dengan profil risiko dan target investasi kamu.

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.