Senin, 08 Juni 2020 16:23:36 WIB

New Normal Mulai Diterapkan, Reksadana Saham Kembali Unggul di Pekan I Juni 2020

Secara year to date kinerja paling unggul dibukukan indeks reksadana pendapatan tetap
Abdul Malik
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020).ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Bareksa.com - Reksadana saham berhasil menjuarai kinerja reksadana sepekan terakhir, atau tepatnya pekan I Juni 2020 yang bertepatan dengan menjelang dan mulai diterapkannya tatanan normal baru (new normal) atau pembatasan sosial berskala besar masa transisi.

Kenaikan imbal hasil reksadana saham ditopang penguatan yang dibukukan Indeks Harga Saham Gabungan yang naik 4,91 persen sepekan jadi 4.947 seiring net buy asing di pasar saham mencapai Rp3,39 triliun. 

Berdasarkan data Bareksa, sepanjang pekan pertama Juni 2020 atau tepatnya tanggal 1-5 Juni 2020), indeks reksadana saham berhasil membukukan return tertinggi mencapai 2,36 persen dan disusul indeks reksadana saham syariah return 1,65 persen di posisi kedua.

Kemudian indeks lainnya berhasil membukukan kinerja positif ialah indeks reksadana campuran return 1,52 persen, indeks reksadana campuran syariah (1,51 persen), indeks reksadana pendapatan tetap (0,42 persen) dan indeks indeks reksadana pendapatan tetap syariah (0,6 persen). 

Adapun indeks reksadana lainnya mencatatkan return negatif yakni indeks reksadana pasar uang -0,03 persen dan indeks reksadana pasar uang syariah -0,12 persen.


Sumber : Bareksa

Jika dilihat data sebulan terakhir, yakni periode 8 Mei hingga 5 Juni 2020, indeks reksadana saham juga paling unggul dengan return 7,08 persen. Kemudian disusul indeks reksadana campuran 4,62 persen, indeks reksadana saham syariah (4,31 persen), indeks reksadana campuran syariah (4,02 persen), indeks reksadana pendapatan tetap (3,12 persen), serta indeks reksadana pendapatan tetap syariiah (2,68 persen). 

Adapun indeks reksadana pasar uang mencatatkan return negatif 0,34 persen dan indeks rekadana pasar uang syariah minus 0,03 persen. 


Sumber : Bareksa

Cemerlangnya kinerja reksadana saham mulai terlihat sejak Mei. Menurut data Bareksa, indeks reksadana saham berhasil mencatatkan kinerja paling cemerlang dibandingkan reksadana jenis lainnya dengan return 2,77 persen sebulan (periode 1-29 Mei 2020).

Sepanjang bulan lalu kinerja reksadana bisa dikatakan mulai bergairah dengan hampir semua indeks reksadana membukukan kenaikan return, kecuali indeks reksadana pasar uang yang mencatat return negatif 0,35 persen.

Setelah indeks reksadana saham, indeks reksadana campuran berada di urutan kedua dengan return 1,92 persen sebulan pada Mei 2020. Kemudian disusul indeks reksadana campuran syariah return 1,75 persen, indeks reksadana pendapatan tetap (1,74 persen), indeks reksadana saham syariah (0,9 persen), indeks reksadana pendapatan tetap syariah (0,89 persen) dan indeks reksadana pasar uang syariah (0,09 persen).

Namun secara year to date (30 Desember 2019-5 Juni 2020), kinerja paling unggul dibukukan indeks reksadana pendapatan tetap dengan return 1,11 persen, indeks reksadana pasar uang syariah (1,1 persen) dan indeks reksadana pasar uang (0,23 persen).

Secara year to date mayoritas indeks reksadana memang masih mencatatkan kinerja negatif. Yakni indeks reksadana saham minus 22,54 persen, indeks reksadana saham syariah negatif 21,48 persen, indeks reksadana campuran minus 11,94 persen, indeks reksadana campuran syariah negatif 8,67 persen, serta indeks reksadana pendapatan tetap syariah -0,42 persen.


Sumber : Bareksa

Reksadana ialah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksadana juga diartikan, sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi.

Sebagaimana dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu, reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Reksadana memberikan imbal hasil (return) dari pertumbuhan nilai aset-aset yang ada dalam portofolionya. Imbal hasil ini potensinya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan bank.

Sebaiknya, jenis reksadana yang dipilih bisa disesuaikan dengan karakter kita apakah seorang high-risk taker, medium-risk taker atau low-risk taker. Jika kita kurang berani untuk mengambil risiko rugi, bisa memilih reksadana pasar uang.

Namun, jika kita cukup berani tapi masih jaga-jaga untuk tidak terlalu rugi, bisa coba fixed income (reksadana pendapatan tetap) atau balanced (reksadana campuran). Sementara jika kita cukup berani ambil risiko, bisa berinvestasi di reksadana saham (equity).

Selalu sesuaikan instrumen investasi dengan profil risiko dan target investasi kamu.

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.