Senin, 08 Juni 2020 20:24:00 WIB

Manulife AM Indonesia : Ini Cara Membuat Uang Bekerja Keras untuk Kita

Dalam kondisi seperti saat ini, jangan biarkan uang Anda rebahan, manfaatkan reksadana pasar uang
Martina Priyanti
Ilustrasi perempuan investor yang sedang merencanakan investasinya di reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Cara dan tempat menyimpan, akan sangat menentukan berapa duit atau uang yang bisa dinikmati. Tapi, dalam kondisi seperti pandemi Covid-19 saat ini, instrumen investasi apa yang bisa dimanfaatkan untuk membuat uang Anda keringetan alias bekerja keras untuk Anda?

Berikut penjelasan Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) atau Manulife AM Indonesia. Ia mengatakan hal pertama yang harus dilakukan adalah menyimpan uang di tempat yang aman.

"Kedengarannya klise dan remeh. Namun, ada dua maling yang tidak terlihat mata dan diam-diam mengintai duit kita, yaitu inflasi dan investasi bodong," kata Dimas dalam keterangan tertulis (8/6/2020).  

Ia melanjutkan tidak sedikit yang terjebak oleh kedua hal tersebut. Tergiur janji-janji keuntungan yang fenomal besarnya dengan tingkat risiko yang (katanya) kecil, akhirnya malah kejeblos dalam investasi bodong dan uang pun hilang. Sementara itu, inflasi siap mengintai uang yang disimpan di bawah bantal atau celengan selama bertahun-tahun.

Sehingga, lebih lanjut Dimas menjelaskan, daya beli uang yang disimpan malah akan turun. "Tidak sedikit orang yang beranggapan tabungan sebagai tempat yang aman dari incaran maling. Padahal, maling inflasi juga mengincar uang yang disimpan di tabungan dalam jangka panjang," paparnya. 

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah risiko investasi. Ia mengingatkan semua instrumen investasi memiliki risiko. "Pilihlah tingkat risiko yang sesuai. Jangan tergiur imbal hasil tinggi, tapi malah membuat khawatir, tidur tidak nyenyak, dan berujung pada munculnya beragam penyakit," ucapnya.

Karena, ia melanjutkan, dalam investasi berlaku prinsip high risk dengan high return. Jadi, kalau Anda dijanjikan imbal hasil tinggi, tentunya Anda harus siap mental untuk menanggung tingkat risiko kerugian yang tinggi pula. Demikian sebaliknya.
 
Ketiga, lakukan diversifikasi investasi
. Ia menyampaikan salah satu prinsip utama dalam investasi adalah ‘jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang’ yang menggambarkan pentingnya untuk mengalokasikan investasi kita dalam beberapa instrumen investasi.

Tujuannya, Dimas melanjutkan adalah untuk meminimalisir risiko apabila ada hal yang tidak terduga mempengaruhi salah satu aset investasi anda. "Ingat, kita mau membuat uang kita keringetan, bukan kita yang keringetan," imbuhnya.
 
Reksadana sebagai pilihan investasi

Dimas mengatakan reksadana dapat dipertimbangkan apabila ketiga faktor di atas merupakan fokus investasi Anda. Reksadana dikelola oleh manajer investasi profesional dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pengelolaan investasi dilakukan secara pruden.

Ia menjelaskan reksadana juga memiliki variasi jenis kelas aset yang memiliki tingkat risiko berbeda, dari yang konservatif hingga agresif, sehingga memberi pilihan bagi kita sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan investasi.

Reksadana juga menerapkan prinsip diversifikasi, di mana portofolio investasi reksadana berisi dari berbagai jenis saham, obligasi, atau instrumen pasar uang.

"Bagi investor pemula, saya merekomendasikan reksadana pasar uang untuk mencoba mekanisme investasi di reksadana. Reksadana pasar uang memiliki tingkat risiko konservatif dengan potensi imbal hasil kompetitif dengan deposito," jelas Dimas.

Ia menyarankan, dalam kondisi seperti saat ini, jangan biarkan uang Anda rebahan. "Manfaatkan reksadana pasar uang untuk membuat uang keringetan alias bekerja keras," ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan reksadana pasar uang aman, karena diawasi oleh OJK. Selain itu, reksadana pasar uang memiliki tingkat risiko yang rendah dan bersifat likuid alias bisa dicairkan kapan saja tanpa biaya keluar masuk.

"Anda hanya perlu menghubungi perusahaan manajer investasi (MI) atau agen penjual efek reksadana untuk mulai berinvestasi di reksadana," kata Dimas.

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.