Selasa, 14 Januari 2020 12:09:39 WIB

Ini Hasilnya Investasi Rp15.000 per Hari di reksadana dalam 5 Tahun

Sudah punya dan jalankan resolusi keuangan 2020? Jika belum, tulisan berikut bisa dipertimbangkan untuk dijalankan
Martina Priyanti
Ilustrasi investasi di reksadana untuk kebutuhan masa depan (shutterstock)

Bareksa.com - Sudah punya resolusi keuangan 2020? Jika belum, tulisan berikut bisa dipertimbangkan untuk dijalankan, mumpung masih hitungan awal tahun.

Investasi dan tabungan sangat penting untuk menopang pembiayaan kebutuhan jangka panjang seperti biaya pendidikan anak, membayar uang muka (down payment/DP) pembelian rumah, atau pun persiapan dana pensiun. Tak ayal, setiap orang sebaiknya bisa menyisihkan sebagian dari pendapatannya setiap bulan untuk ditempatkan di tabungan dan juga investasi.


Soal besaran alokasi untuk tabungan dan investasi sendiri, ada yang menyebutkan idealnya 20 persen dari pendapatan tiap bulan. Tapi ada yang menyebutkan 10 persen serta juga 30 persen, dari pendapatan tiap bulan.

Yang jelas, kita memang harus bisa menyisihkan sebagian dari pendapatan tiap bulan untuk ditabung dan atau diinvestasikan. Untuk yang merasa sebagai pemula untuk berinvestasi, bisa mulai menyisihkan Rp15.000 per hari atau Rp450.000 per bulan.

Kemudian, katakanlah kamu memutuskan untuk menempatkan uang yang kamu sisihkan dari gaji setiap bulan, ke dalam investasi reksadana di marketplace Bareksa selama 5 tahun ke depan. Nabung di reksadana kamu pilih, karena sudah mempelajari ada potensi keuntungan optimal dan juga imbal hasilnya bebas pajak karena bukan objek pajak.

Jenis reksadana yang kamu pertimbangkan iala reksadana campuran. Berdasarkan daftar reksadana yang dijual di Bareksa, top 5 reksadana campuran return tertinggi mampu memberikan imbal hasil 33,19 persen hingga 69,03 persen dalam 5 tahun terakhir (per 13 Januari 2020).

Secara rata-rata top 5 reksadana tersebut memberikan imbal hasil 48 persen dalam 5 tahun atau 9,6 persen per tahun.

Top 5 Reksadana Campuran Return Tertinggi 5 Tahun  (per 13 Januari 2020)

Sumber : Bareksa

Kemudian, kamu bisa gunakan tools Kalkulator Investasi Bareksa untuk mengetahui bagaimana potensi hasil investasimu setelah 5 tahun berinvestasi.

Dalam kolom Kalkulator Investasi Bareksa, kamu bisa menyebutkan investasi awalmu yang misalkan saja Rp100.000, kemudian investasi reguler Rp450.000 lalu masukkan jangka waktu investasi yakni 5 tahun atau 60 bulan, dan jangka waktu investasi, serta return atau imbal hasil per tahun yang diharapkan yakni 9,6 persen per tahun. Kemudian klik tombol hitung.

Diketahui, dengan memasukkan investasi awal Rp100.000 dan investasi reguler Rp450.000 per bulan selama 60 bulan, kamu bisa mendapatakan dana pokok investasi Rp27.100.000.

Sumber : Bareksa

Tidak hanya itu, danamu berpotensi meraih imbal hasil Rp6,99 juta, sehingga danamu berhasil tumbuh menjadi Rp34.096.264.

Dengan dana sebesar itu bisa deh kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan yang paling kamu inginkan dalam 5 tahun mendatang.

Sementara jika kamu ingin mendapatkan hasil investasi yang jauh lebih besar, kamu tinggal menambah besaran alokasi investasi reguler alias dana yang kamu sisihkan dari pendapatan tiap bulanmu.

Namun perlu diingat, simulasi tersebut berdasarkan data historikal, yang tidak menjamin potensi imbal hasil akan serupa di masa mendatang. Imbal hasil reksadana di masa depan, bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung kondisi pasar.

Untuk diketahui, reksadana ialah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi.

Sebagaimana dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu, reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Reksadana memberikan imbal hasil (return) dari pertumbuhan nilai aset-aset yang ada di dalam portofolionya. Imbal hasil ini potensinya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan bank.

Sebaiknya, jenis reksadana yang dipilih bisa disesuaikan dengan karakter kita apakah seorang high-risk taker, medium-risk taker atau low-risk taker. Jika kita kurang berani untuk mengambil risiko rugi, bisa memilih reksadana pasar uang.

Namun, jika kita cukup berani tapi masih jaga-jaga untuk tidak terlalu rugi, bisa coba fixed income (reksadana pendapatan tetap) atau balanced (reksadana campuran). Sementara jika kita cukup berani ambil risiko, bisa berinvestasi di reksadana saham (equity).

Nah, demi kenyamanan berinvestasi pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko kamu ya.

(AM)

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.