Jumat, 15 November 2019 17:09:40 WIB

Begini Hasilnya Jika 10 Persen Kekayaan Jorge Lorenzo Diinvestasikan Reksadana

Selama berkarir di arena balap, Lorenzo telah mengumpulkan kekayaan hingga US$20 juta
Arief Budiman
Jorge Lorenzo mengumumkan pensiunnya (www.motogp.com)

Bareksa.com - Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, membuat keputusan mengejutkan dengan pensiun dari MotoGP pada pada akhir musim ini. Dia mengaku gantung helm karena tak lagi memiliki motivasi baru di ajang tersebut.

MotoGP Valencia, Ahad (17/11/2019), akan menjadi balapan terakhir Jorge Lorenzo. Itu akan menjadi balapan ke-296 X-Fuera di ajang grand prix.


"Saya selalu berpikir ada empat hari yang signifikan untuk seorang pebalap, yakni balapan pertamanya, kemenangan pertamanya, kejuaraan dunia pertamanya, dan hari di mana menyatakan pensiun," ujar Lorenzo, dilansir dari Crash.net.

Saat mengumumkan keputusannya itu, Lorenzo tak dapat menahan air matanya menetes. Dia mengaku gagasan untuk mengakhiri kariernya di MotoGP sebenarnya mulai muncul setelah balapan MotoGP Belanda 2018, pada 30 Juni.

Namun, Lorenzo masih berusaha terus menundanya, dan mencari motovasi baru. Namun, ternyata dia tak lagi memiliki ambisi baru yang bisa menyelamatkan kariernya. Pembalap asal Mallorca itu tak mau terus membalap hanya untuk sekadar mencari poin atau finis di urutan kelima atau keenam, bahkan di posisi belakang.

Saat itulah, dia menyadari saatnya untuk menutup lembar kehidupannya di MotoGP sudah tiba.

Dalam 18 tahun kariernya membalap, Lorenzo meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2010, 2012 dan 2015 dengan Yamaha. Dia juga merupakan juara dunia 250cc, sekarang Moto2, pada 2006 dan 2007.

Dilansir dari tempo.co, selama berkarir di arena balap, Lorenzo telah mengumpulkan kekayaan hingga US$20 juta atau setara Rp281,54 miliar (asumsi Rp14.077 per dolar AS).

Simulasi Reksadana

Berbicara mengenai kekayaan yang dimilikinya saat ini, dengan kekayaan sebesar itu secara kasat mata Lorenzo sudah bisa pensiun dengan tenang di usia yang masih relatif sangat muda (32 tahun).

Namun, bagaimana jika semisal 10 persen dari kekayaan Lorenzo diinvestasikan ke dalam instrumen reksadana saham, akan jadi seperti apa hasilnya? Berikut simulasinya.


Sumber: Bareksa

Sebagai gambaran, kinerja reksadana saham dalam 10 tahun terakhir menunjukkan hasil sangat memuaskan. Berdasarkan data reksadana saham yang dijual di Bareksa, 5 produk reksadana saham dengan return tertinggi jika dirata-ratakan memberikan return 137,96 persen dalam 10 tahun terakhir atau 13,8 persen per tahun.

Jika kita asumsikan return tersebut untuk investasi reksadana saham dari 10 persen kekayaan Lorenzo yakni sekitar Rp28,15 miliar untuk 10 tahun ke depan, maka hasilnya akan tampak sebagai berikut :


Sumber: Bareksa

Dengan menggunakan Kalkulator Investasi Bareksa, maka sebagian kecil kekayaan Lorenzo yang disisihkan kemudian ditabung di reksadana selama 10 tahun, nilainya naik menjadi Rp101,49 miliar.


Sumber: Bareksa

Nilai itu merupakan akumulasi dari dana pokok investasi Rp28,15 miliar dan potensi imbal hasil Rp73,33 miliar. Nilai potensi imbal hasil itu jauh lebih optimal dibandingkan diinvestasikan di deposito atau menabung biasa di bank. Bahkan imbal hasil reksadana tidak dipotong pajak, karena bukan merupakan objek pajak. Adapun imbal hasil atau bunga deposito harus dipotong pajak 20 persen.

Luar Biasa! Dengan tambahan aset sebanyak itu, sudah tidak terbayangkan lagi akan seperti apa nyamannya Lorenzo di masa tuanya.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham merupakan jenis reksadana yang minimal 80 persen isi portofolionya adalah instrumen aset saham. Reksadana jenis ini cocok untuk tujuan jangka panjang (di atas 5 tahun) dan bagi investor yang bertipikal berani mengambil risiko (risk taker).

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.