Rabu, 13 November 2019 12:33:26 WIB

Sama-sama Risiko Rendah, Pilih Sukuk Tabungan atau Reksadana Pasar Uang?

Kedua produk yang tersedia di Bareksa ini cocok bagi investor dengan profil risiko rendah
Hanum Kusuma Dewi
Buat investor yang mencari produk dengan risiko rendah dan tenor pendek, ST006 bisa menjadi alternatif selain reksadana pasar uang, yang juga stabil dan risikonya rendah.

Bareksa.com - Bagi masyarakat pemodal (investor), tersedia produk investasi dengan risiko rendah yang bisa dipilih dan dibeli secara online. Ada surat berharga negara (SBN) untuk individu/ritel yang diterbitkan oleh negara, sementara ada juga reksadana jenis pasar uang yang dikelola oleh manajer investasi. Pilih mana?

Saat ini, pemerintah sedang menawarkan instrumen surat berharga syariah negara (SBSN) khusus untuk investor ritel berjenis Sukuk Tabungan seri ST006, tidak hanya untuk pembiayaan proyek-proyek hijau, tetapi juga menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam investasi yang mendukung negara. Masa penawaran produk investasi yang dijamin negara ini pada 1-21 November 2019.


Kementerian Keuangan menetapkan tingkat kupon atau imbal hasil ST006 minimal sebesar 6,75 persen per tahun, yang bisa naik tetapi tidak bisa turun (floating with floor). ST006 memiliki jangka waktu dua tahun dan akan jatuh tempo pada November 2021.

Sementara itu, reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi untuk dibelikan aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana jenis pasar uang mayoritas asetnya adalah deposito berjangka dan surat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Buat investor yang mencari produk dengan risiko rendah dan tenor pendek, ST006 bisa menjadi alternatif selain reksadana pasar uang, yang juga stabil dan risikonya rendah. Bagaimana perbandingan antara ST dan reksadana pasar uang?

Imbal Hasil (Return)

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa besaran imbalan ST006 sebesar 6,75 persen per tahun. Namun, karena dikenai pajak penghasilan obligasi sebesar 15 persen, maka imbal hasil bersih yang dapat diterima nasabah menjadi 5,74 persen per tahun.

Perlu diingat, imbalan ST006 sifatnya floating with floor, sehingga bisa naik bila suku bunga acuan naik, tetapi tidak bisa turun dari batas minimal. Investor ST006 bisa untung lebih besar kalau ada penyesuaian suku bunga yang dipertimbangkan dalam tiga bulan sekali.

Sementara itu, imbal hasil (return) reksadana pasar uang tidak dikenakan pajak atau potongan lagi sehingga yang diterima oleh investor sudah bersih. Sebagai contoh, top 5 reksadana pasar uang Bareksa dengan return tertinggi setahun terakhir bisa memberikan keuntungan 6,83 persen hingga 7,27 persen bersih tanpa dipotong pajak lagi (per 12 November 2019).

Tabel Top 5 Reksadana Pasar Uang Bareksa Return Tertinggi Setahun (12 November 2019)

Sumber: Bareksa.com

Likuiditas

Likuiditas adalah seberapa cepat suatu instrumen dicairkan atau dijadikan uang tunai (cash). ST006 adalah instrumen yang tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor tidak bisa mencairkan bila butuh dana darurat sebelum jatuh tempo. Namun, ada fasilitas early redemption dengan sejumlah syarat.

Early redemption adalah pencairan awal sebelum jatuh tempo, setelah setahun berinvestasi. Proses pencairan awal ini tidak akan dikenakan penalti ataupun biaya karena tidak ada biaya pelunasan (redemption cost) yang ditetapkan pemerintah. Karena itu, semuanya gratis.

Namun, perlu dicatat, besaran kupon atau imbalan yang diterima oleh investor setelah pencairan awal ini akan disesuaikan dengan jumlah kepemilikannya. Baca syarat lengkap early redemption di sini.

Di sisi lain, reksadana dana pasar uang dapat dicairkan kapan saja dan berapa saja (tergantung ketentuan masing-masing produk) saat kita membutuhkan dana darurat. Prosesnya memakan waktu maksimal 7 hari kerja setelah instruksi penjualan (T+7).

Jaminan Pemerintah

Satu hal yang menarik dari ST006 adalah adanya jaminan 100 persen untuk pokok maupun kuponnya dari pemerintah. Investor yang memegang hingga jatuh tempo (2 tahun) tidak perlu takut uang pokoknya hilang atau berkurang.

Sementara itu, reksadana pasar uang tidak dijamin oleh pemerintah sehingga nilainya bisa naik dan turun. Akan tetapi, reksadana adalah produk investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sehingga aman dan uang investor tidak bisa dibawa kabur oleh manajer investasi ataupun agen penjual.

 

Kesimpulannya, kita sebagai investor dalam membeli atau memutuskan untuk mengalokasikan aset investasi tidak hanya membandingkan return yang didapat, tetapi juga harus tahu dan disiplin atas keputusan investasi yang akan diambil nantinya.

Namun yang perlu ditekankan ialah, kedua produk yang tersedia di Bareksa ini cocok bagi investor dengan profil risiko rendah (risk averse), tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan masing-masing.

* * *

Ingin berinvestasi halal yang dijamin negara?

Sukuk Tabungan seri ST006 hanya bisa dibeli selama masa penawaran 1-21 November 2019. Kamu bisa mendaftar untuk memesan ST006 di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi ST006? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Belum punya NPWP tapi mau ikut beli ST006? Boleh pinjam NPWP orang tua atau suami.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan ST006.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.