Rabu, 13 November 2019 11:59:29 WIB

Pangsa Pasar Reksadana Syariah 9,97 Persen, AUM Syailendra Melesat Tertinggi

Adapun juara satu AUM terbesar reksadana syariah masih dipegang oleh Manulife
Issa Almawadi
Pegawai PT Syailendra Capital sedang memberikan penjelasan kepada nasabah yang ingin berinvestasi dan melakukan transaksi di stan PT Syailendra Capital dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019 di Jakarta (24/08/2019) (Bareksa/AM)

Bareksa.com – Pangsa pasar reksadana syariah secara perlahan mulai bergerak naik. Hingga Agustus 2019, pangsa pasar reksadana syariah setara dengan 9,97 persen dari sisi dana kelolaan alias asset under management (AUM).

Mengacu data Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report October 2019, AUM reksadana syariah mencapai Rp55,19 triliun atau naik 52 persen persen secara year to date, sementara industri reksadana secara umum punya AUM Rp553,2 triliun atau hanya naik 9,06 persen.


Jika dibandingkan bulan sebelumnya, baik pangsa pasar maupun pertumbuhan AUM reksadana syariah Oktober 2019 tercatat lebih baik. Per September 2019, pangsa pasar reksadana syariah setara 9,96 persen dengan AUM tumbuh 48 persen.

Terlepas dari pertumbuhan AUM reksadana syariah secara industri, sebagian manajer investasi punya pertumbuhan AUM reksadana syariah yang lebih tinggi.

Dari data tersebut, PT Syailendra Capital mempertahankan diri sebagai manajer investasi dengan pertumbuhan AUM reksadana syariah tertinggi atau mencapai 1.121 persen secara year to date menjadi Rp1,89 triliun.

Selain Syailendra, PT Avrist  Asset Management dan PT BNI Asset Management juga tumbuh tinggi. Masing-masing mencatat pertumbuhan 492 persen dan 461 persen menjadi Rp1,65 triliun dan Rp2,7 triliun.

MI dengan Pertumbuhan AUM Reksadana Syariah Tertinggi Hingga Oktober 2019

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report October 2019

Meski begitu, Manulife Aset Manajemen Indonesia masih menduduki posisi teratas manajer investasi dengan AUM reksdana syariah terbesar dengan nilai Rp6,75 triliun.

Reksadana syariah adalah reksadana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, dan tentunya masih terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report October 2019. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.