Senin, 14 Oktober 2019 11:31:20 WIB

Bernilai Rp13,67 Triliun, Sinarmas AM Kuasai AUM Reksadana Pendapatan Tetap

Salah satu produknya mengelola dana Rp7,36 triliun dan menduduki posisi kedua AUM terbesar di Indonesia
Issa Almawadi
Pegawai PT Sinarmas Asset Management sedang memberikan penjelasan kepada nasabah yang ingin berinvestasi dan melakukan transaksi reksadana di stan PT Sinarmas Asset Management dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019 di Jakarta (24/08/2019). AUM reksadana pendapatan tetap Sinarmas AM mencapai Rp13,67 triliun, naik 10 persen secara ytd. (Bareksa/AM)

Bareksa.com – Pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksadana pendapatan tetap dalam tren naik. Secara year to date, AUM industri reksadana pendapatan tetap sudah naik 8,44 persen dari Rp107,8 triliun per akhir 2018 menjadi Rp116,9 triliun per akhir September 2019.

Sejalan dengan AUM, jumlah produk reksadana pendapatan tetap juga ikut bertumbuh. Jumlahnya menjadi 346 produk atau naik 4,53 persen dari posisi akhir tahun 2018 sebanyak 331 produk.


Catatan AUM dan produk reksadana pendapatan tetap tidak lepas dari dominasi Sinarmas Asset Management sebagai manajer investasi dengan AUM reksadana pendapatan tetap terbesar, sekitar 3,1 persen dari industri.  AUM reksadana pendapatan tetap Sinarmas AM mencapai Rp13,67 triliun, naik 10 persen secara ytd.

Sinarmas AM punya sekitar 15 produk reksadana pendapatan tetap. Salah satu di antaranya punya AUM bernilai Rp7,36 triliun yakni Danamas Stabil. Produk ini sekaligus menjadikannya produk kedua dengan AUM terbesar di Indonesia.

Bicara Danamas Stabil, kurang lengkap jika tidak membahas profil serta performanya. Terlebih jika melihat return yang diberikan secara ytd cukup baik yakni 5,66 persen.

Sumber: Bareksa.com

Danamas Stabil yang dirilis pada 28 Februari 2005 bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang stabil dan optimal dalam jangka menengah dan panjang dengan tingkat risiko yang relatif rendah. Hal itu terlihat dari kebijakan investasinya maksimum 20 persen pada instrumen Pasar Uang, EBA, Ekuitas dan Derivatif, serta minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada Efek bersifat utang.

Per Agustus 2019, Danamas Stabil mengalokasikan asetnya pada instrumen obligasi dan pasar uang dengan komposisi 94,21 persen dan 5,79 persen.

Kini, NAB/unit Danamas Stabil ada di posisi Rp3.487,05. Adapun, pembelian awal produk ini Rp10.000.000 dan pembelian selanjutnya Rp5.000.000.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report September 2019. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(hm)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.