Senin, 16 September 2019 10:42:06 WIB

Jelang Rapat The Fed, Begini Prospek Reksadana Pendapatan Tetap

Sebanyak 79,62 persen konsensus meyakini akan terjadi penurunan suku bunga 25 basis poin
Muhammad Ikhsan B
Ilustrasi suku bunga acuan The Fed (shutterstock)

Bareksa.com - Rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) akan kembali digelar pertengahan pekan ini, pada 17-18 September. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut akan kembali memangkas suku bunga lagi 25 basis poin (bps). Menjelang agenda ini, kurs rupiah terhadap dolar AS dinilai akan mendapat katalis positif.

Peluang Federal Reserve memangkas suku bunganya lagi dalam rapat FOMC pekan depan dirasa sangat besar. Hal ini karena Bank Sentral Eropa pada pekan yang lalu juga melonggarkan kebijakan moneternya dan melanjutkan stimulusnya. Hal itu membuktikan negara-negara maju di Eropa berfokus pada perlambatan ekonomi global.


Probabilitas Suku Bunga AS di Bulan September 2019


Sumber : CME Group

Mengacu pada data tersebut, sebanyak 79,62 persen konsensus meyakini akan terjadi penurunan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,75 – 2 persen pada September 2019.

Menariknya, kemungkinan suku bunga AS naik di level 2,25 - 2,5 persen untuk bulan september bahkan 0 persen. Artinya sudah tidak ada ekonom yang memperkirakan The Fed akan meningkatkan suku bunga di level tersebut pada September.

Hal tersebut membuat RDG Bank Indonesia yang juga akan dilaksanakan pada minggu ini akan berpotensi untuk kembali menurunkan suku bunga menjadi 5,25 persen, setelah pada bulan Juli dan Agustus telah menurunkan suku bunga masing-masing 25 bps.

Prospek Reksadana Pendapatan Tetap

Sebelumnya, pasar obligasi dalam tren positif dalam sepekan ini lantaran pergerakan rupiah yang menguat di level Rp13.950. Tren ini turut membuat proyeksi reksadana pendapatan tetap atau fixed income berpotensi melanjutkan penguatannya.

Tercatat, indeks reksadana pendapatan tetap yang menjadi acuan kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap di Bareksa menguat 7,23 persen sepanjang 2019 (YTD). Dalam jangka waktu satu tahun pun kinerja reksana pendapatan tetap menguat 10,91 persen.

Katalis lain datang dari the Federal Open Market Committee (FOMC) dan rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang berpeluang memangkas suku bunga di minggu ini, jika hal tersebut menjadi kenyataan maka akan membawa berkah untuk reksadana pendapatan tetap, sehingga membuat investor asing memburu surat utang negara (SUN) Indonesia yang berpotensi menguat dengan yield 6,8 persen di tahun 2019.

(KA02/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.