Senin, 16 September 2019 11:55:21 WIB

Investor Asing Berpindah dari Saham ke Obligasi

Sepanjang pekan kedua September 2019, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp658,29 miliar
Arief Budiman
Ilustrasi investor yang memantau perkembangan investasinya di saham dan obligasi (shutterstock)

Bareksa.com - Investor asing terlihat masih melanjutkan aksi jual bersih (net sell) pada pekan lalu. Sepanjang pekan kedua September 2019, transaksi asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp658,29 miliar. Sementara jika dihitung secara year to date (YtD), net sell investor asing di pasar saham Indonesia hingga Jumat (13/09/2019) mencapai angka Rp11, 65 triliun di pasar reguler.

Namun total beli bersih (net buy) investor asing di keseluruhan pasar, yakni pasar reguler dan negosiasi masih menunjukkan dominasi aksi beli asing Rp52,34 triliun.


Per Jumat (13/09/2019), proporsi transaksi asing di pasar saham Indonesia hanya berkontribusi Rp2,2 triliun (25 persen), sedangkan transaksi investor domestik mencapai Rp6,5 triliun (75 persen) dari total transaksi yang ada.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa saat ini pelaku pasar harian di pasar saham sudah didominasi oleh investor domestik yang membuat transaksi harian domestik menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi harian asing.

Menurut analisis Bareksa, pergerakan investor asing yang terlihat berbondong-bondong meninggalkan bursa saham domestik salah satunya disebabkan oleh adanaya perlambatan ekonomi yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.

Sekadar informasi, pertumbuhan laba emiten pada tahun ini tidak setinggi tahun sebelumnya, jadi cukup wajar jika IHSG hanya naik 2,27 persen YtD sementara pada Dow Jones di saat yang bersamaan sudah melonjak 16,68 persen YtD.

Di sisi lain,ada juga beberapa investor yang saat ini cenderung memindahkan portofolionya ke instrumen yang lebih prospektif, seperti obligasi dan reksadana pendapatan tetap yang sejauh ini sangat menarik.

Adapun untuk menarik kembali minat investor asing pada bursa saham domestik, diperlukan suatu sentimen positif seperti penurunan suku bunga.

Satu hal yang cukup menarik, meskipun investor asing terus meninggalkan bursa saham domestik, kinerja obligasi justru menunjukkan performa yang moncer. Jadi kalau bisa dikatakan, sebenarnya dana asing tidak meninggalkan Indonesia, melainkan investor asing hanya memindahkan instrumen investasinya.

Sekadar informasi, langkah yang dipilih oleh investor untuk memindahkan portofolio salah satunya dilakukan dalam rangka mencari instrumen investasi yang lebih aman dan prospektif di tengah ketidakstabilan pasar saham yang saat ini terjadi.

Positifnya transaksi yang terjadi di pasar obligasi Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi pilihan investasi yang cukup menarik.

Hal tersebut didukung salah satunya oleh bond yield Indonesia yang saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS). Kondisi ini menjadi katalis positif yang mendorong masuknya investor asing pada pasar obligasi di Indonesia.

Selain itu, kinerja obligasi negara-negara lain khususnya Eropa yang saat ini kurang baik dan cenderung negatif menjadi faktor lain yang mendorong minat investor asing di pasar obligasi domestik. Sehingga Indonesia masih menjadi salah satu negara yang dapat memberikan return positif dan menarik bagi investor.

Di sisi lain, meskipun asing ramai-ramai meninggalkan pasar saham, transaksi atas Surat Utang Negara (SUN) menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Mengutip data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), kepemilikan asing atas SUN di awal tahun baru senilai Rp893,48 triliun, dan per 12 September 2019 sudah tumbuh menjadi Rp 1.019,01 triliun. Jika dihitung dari awal tahun hingga 12 September 2019 kepemilikan asing atas SUN telah tumbuh 14,05 persen.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

SBR008 hanya bisa dipesan selama masa penawaran 5-19 September 2019. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

(KA01/AM)