Jumat, 13 September 2019 18:26:10 WIB

Cerita Wasiat Warren Buffet Soal Alokasi 90 Persen Kekayaan di Reksadana Indeks

Sementara sisanya sebesar 10 persen diinvestasikan pada obligasi pemerintah jangka pendek
Issa Almawadi
Investor legendaris dan pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffett. (Twitter)

Bareksa.com – Orang terkaya nomor 3 dunia versi Forbes, Warren Buffett ternyata sudah menulis surat wasiat untuk keluarganya jika dia meninggal dunia. Surat tersebut berisi mengenai  rencana alokasi kekayaan Buffett.

Seperti dilansir Yahoofinance, pada 2013 silam Buffet bercerita kepada investor bahwa dirinya menulis surat wasiat kepada istrinya untuk mengalokasikan 90 persen kakayaannya pada instrumen reksadana indeks berbiaya rendah. Sementara sisanya sebesar 10 persen diinvestasikan pada obligasi pemerintah jangka pendek.


Dalam suratnya tahun 1987 kepada pemegang saham Berkshire Hathaway (NYSE: BRK.A) (NYSE: BRK.B), Buffett menjelaskan pemikirannya, yang tampaknya telah berubah sedikit selama 30 tahun terakhir.

Keluhan utama Buffett dengan obligasi jangka panjang karena tidak lebih baik dari mata uang  dolar AS. Terlebih, Buffet kurang percaya pada kemampuan dolar AS untuk mempertahankan nilainya dalam jangka panjang. Memang, dolar membuat inflasi yang sangat tinggi dalam 10 tahun sebelum penulisan surat itu, sehingga wajar jika Buffett skeptis. Dia percaya bahwa inflasi yang signifikan tidak dapat dihindari karena besarnya hutang luar negeri AS.

Buffett berpendapat, inflasi tidak bisa dihindari karena prospek jangka pendek pemerintah. Pada 30 tahun berikutnya, inflasi menurun secara persisten bahkan ketika utang luar negeri AS membengkak. Jadi, apakah Buffet salah?

Di sisi lain, inflasi yang diukur oleh Indeks Harga Konsumen turun ke level terendah sejak awal 2000an. Sementara, inflasi harga aset selama periode sama justru meningkat, diiringi harga saham, properti dan hampir semua aset meningkat drastis.

Jadi, dengan kondisi-kondisi itu, berinvestasi pada S&P 500 selama beberapa dekade terakhir jelas lebih menguntungkan daripada mengalokasikan ke obligasi pemerintah. Dengan begitu, resep Buffett pada 1987 benar, jika tidak dalam diagnosis masalah inti.

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

(AM)