Kamis, 12 September 2019 11:38:02 WIB

Seberapa Menarik Obligasi Ritel? Ini Keunggulan SBR008

Minimal pembelian SBR008 sangat terjangkau, menjadi hanya Rp1 juta
Arief Budiman
Sebagai instrumen yang diterbitkan pemerintah, jaminannya tentu menjadi kelebihannya. SBR008 baik pokok maupun pembayaran kuponnya 100 persen dijamin oleh Undang-Undang.

Bareksa.com - Dahulu instrumen surat utang (obligasi) dianggap sebagai jenis investasi yang mewah karena butuh modal besar dan akses yang khusus. Namun saat ini, obligasi mulai beralih menjadi produk yang merakyat alias bisa dibeli secara ritel bagi masyarakat umum.

Hal tersebut lantaran disebabkan keputusan Pemerintah yang mulai rutin merilis Surat Berharga Negara jenis ritel dalam beberapa tahun terakhir dalam bentuk Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Ritel (Sukri), dan Sukuk Tabungan (ST).


Dulu, membeli obligasi pemerintah perlu dana minimal Rp5 miliar. Kini, minimal pembelian untuk instrumen-instrumen tersebut juga sudah turun menjadi Rp1 juta dan kelipatannya, sehingga alasan mahal sudah tidak dapat digunakan lagi untuk menolak berinvestasi di berbagai macam surat berharga yang dijamin pemerintah itu.

Sekadar informasi, khusus untuk obligasi tabungan dan sukuk tabungan, imbal hasil yakni kupon yang diberikan oleh Pemerintah juga tidak terikat pada satu angka, karena dapat naik jika suku bunga acuan naik, dan akan turun dengan batas bawah (floating with floor) jika suku bunga acuan turun. Bunga itu akan dibayarkan bulanan kepada investor.

Nah, sejak 5 September 2019 lalu hingga 19 September 2019, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menawarkan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008 dengan kupon minimal 7,20 persen. SBR ini akan jatuh tempo pada 10 September 2021 dengan harga pembelian minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Pertanyaan berikutnya, seberapa menarik obligasi ritel?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita bandingkan kupon SBR008 dengan deposito berjangka bank, yang sering dijadikan simulasi dengan obligasi meskipun tenornya berbeda.

Sebagai informasi, bunga deposito yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanyalah 6,75 persen per tahun. Tentu akan lebih menjanjikan obligasi ritel pemerintah, terutama yang sudah ditetapkan batas minimalnya (floor). Apalagi, saat ini BI sudah menurunkan suku bunga acuan di 5,5 persen.

Kemudian, jika memperhitungkan pajaknya obligasi ritel masih lebih unggul. Deposito dikenakan pajak 20 persen, sehingga bunga 6,75 persen dikurangi pajak, maka bunga bersihnya tinggal 5,40 persen. Lain halnya dengan obligasi ritel (dalam hal ini SBR008), yang hanya dikenakan pajak 15 persen sehingga dari kupon 7,20 persen yang diterima bersih investor masih 6,12 persen.

Sebagai instrumen yang diterbitkan pemerintah, jaminannya tentu menjadi kelebihannya. SBR008 baik pokok maupun pembayaran kuponnya 100 persen dijamin oleh Undang-Undang.

Belum lagi dana hasil penerbitan ini akan digunakan pemerintah untuk menunjang pembangunan infrastruktur di Indonesia. Artinya, dengan membeli SBR008, maka publik juga turut serta dalam upaya peningkatan ekonomi dan pembangunan nasional.

Selain itu, instrumen ini memiliki keunggulan lain yakni adanya pencairan setahun sejak penerbitan (early redemption). Pada periode tersebut, investor yang berinvestasi lebih dari Rp2 juta dapat mencairkan separuh dari total investasinya dengan kelipatan Rp1 juta.

Seiring dengan perkembangan waktu, obligasi ritel kini semakin mudah diperoleh seperti membeli saham dan instrumen lain. Pembelian obligasi ritel pun sudah bisa dilakukan secara online seperti melalui Bareksa sehingga keharusan datang ke cabang mitra distribusi sudah tidak diperlukan lagi. Mudah bukan?

(KA01/hm)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

SBR008 hanya bisa dipesan selama masa penawaran 5-19 September 2019. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.