Senin, 19 Agustus 2019 08:46:32 WIB

Reksadana Hari Ini : IHSG Bangkit, Return Dua Reksadana Saham Ini Melesat

Simas Danamas Saham dan Narada Saham Indonesia mencetak return 1,26 persen dan 1,11 persen dalam sehari
Muhammad Reynaldi Gumay
Ilustrasi investasi di reksadana (shutterstock)

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham


IHSG : -1,8 persen
Indeks Reksadana Saham : -3,66  persen
Minna Padi Pasopati Saham : 4,26 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -3,44 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 2,75 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -1,73 persen
Sucorinvest Flexi Fund : 2,31 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,41 persen
TRIM Syariah Berimbang : 0,19 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,86 persen
Schroder USD Bond Fund : 1,46 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,97 persen
MNC Dana Syariah : 0,47 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,47 persen
Mega Asset Multicash : 0,66 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,18 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,69 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 16 Agustus 2019 naik 0,46 persen ke level 6.286,66. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp722 miliar. Benchmark obligasi pemerintah tetap di level 7,4 persen, pada 16 Agustus 2019.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) positif pada perdagangan 16 Agustus 2019, yaitu Simas Danamas Saham dan Narada Saham Indonesia.

Reksadana Simas Danamas Saham mencetak imbal hasil (return) 1,26 persen dalam sehari pada 16 Agustus 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).

Reksadana Narada Saham Indonesia mencetak imbal hasil (return) 1,11 persen dalam sehari pada 16 Agustus 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode Juni 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dan PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.