Senin, 19 Agustus 2019 13:38:10 WIB

IHSG Fluktuatif, Reksadana Saham Ini Justru Beri Return Tertinggi dalam 1 Bulan

Dari top 5 pemberi return tertingi, tiga di antaranya merupakan reksdana milik Sucorinvest
Issa Almawadi
Refleksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/12). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Bareksa.com – Gejolak di pasar saham terutama terkait fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu belakangan ini tak melulu berimbas negatif. Seperti terlihat dari return reksadana berbasis saham yang dalam sebulan terakhir justru mencatatkan pertumbuhan tertinggi.

Mengacu pada reksadana yang dijual Bareksa, dalam sebulan terakhir ternyata reksadana yang memberikan return tinggi justru berasal dari jenis saham. Tercatat, lima besar reksadana saham pemberi return tinggi dalam sebulan terakhir di antaranya HPAM Syariah Ekuitas, Minna Padi Pasopati Saham, Sucorinvest Maxi Fund, Sucorinvest Sharia Equity Fund, dan Sucorinvest Flexi Fund.


HPAM Syariah Ekuitas misalnya, memberi return 6,37 persen, Minna Padi Pasopati Saham 4,26 persen, Sucorinvest Maxi Fund 4,02 persen, Sucorinvest Sharia Equity Fund 2,75 persen, dan Sucorinvest Flexi Fund 2,31 persen.

Top 5 Return Reksadana 1 Bulan

Sumber: Bareksa.com

Lalu, apa yang membuat reksadana-reksadana itu memberi return positif di tengah fluktuasi IHSG? Berikut ulasannya.

HPAM Syariah Ekuitas

HPAM Syariah Ekuitas bertujuan untuk memberikan pertumbuhan nilai investasi dengan waktu panjang melalui penempatan pada Efek Syariah dengan mayoritas pada Efek bersifat ekuitas yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah.

Kebijakan investasi reksadana ini adalah minimum 80 persen  dan maksimum 100 persen pada Efek bersifat ekuitas yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah. Atau minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada Surat Berharga Syariah Negara dan/atau Sukuk yang mempunyai jatuh tempo lebih dari satu tahun atau sisa jatuh tempo kurang dari satu tahun dan/atau instrumen pasar uang syariah dalam negeri dan/atau deposito syariah.

Minna Padi Pasopati Saham

Reksadana ini memiliki tujuan investasi mempertahankan nilai modal dan mendapatkan tingkat penghasilan yang terus menerus dalam jangka menengah dan panjang dengan cara melakukan investasi portofolio secara aktif pada Efek Ekuitas yang  diterbitkan oleh korporasi.

Minna Padi Pasopati Saham punya kebijakan investasi minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek ekuitas dan/atau minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada deposito dan kas.

Per Juli 2019, top 5 portofolio investasi Minna Padi Pasopati Saham antara lain saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dan PT BPD Jawa Timur Tbk (BJTM).

Tiga Reksadana Sucorinvest

Di bawah HPAM Syariah Ekuitas dan Minna Padi Pasopati Saham bertengger tiga reksadana milik Sucorinvest Asset Management. Ketiganya antara lain Sucorinvest Maxi Fund, Sucorinvest Sharia Equity Fund, dan Sucorinvest Flexi Fund.

Sucorinvest Maxi Fund Bertujuan untuk memberikan apresiasi modal dan tingkat keuntungan yang optimal dalam jangka panjang dengan mengkapitalisasi pasar modal indonesia.

Sementara, Sucorinvest Sharia Equity Fund bertujuan untuk mengoptimalkan tingkat keuntungan dalam jangka panjang pada saham berbasis syariah dengan melakukan investasi minimum 25 persen dari Net Asset Value (NAV) diinvestasikan pada saham-saham berkapitalisasi kecil – menengah yang memiliki pertumbuhan bisnis yang baik.

Adapun Sucorinvest Flexi Fund merupakan pilihan investasi jangka menengah/panjang bagi pemodal yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan modal yang optimal melalui investasi pada Efek Ekuitas, Efek Hutang dan Instrumen Pasar Uang.

Dari tiga produk ini, salah satu kesamaannya adalah memasukkan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai bagian portofolio investasinya.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.