Jumat, 16 Agustus 2019 08:50:17 WIB

Utang Luar Negeri RI Melonjak 10,1 Persen Jadi US$391,8 miliar

BI mengklaim struktur ULN Indonesia tetap sehat dengan rasio 36,8 persen terhadap PDB di Kuartal II 2019
Muhammad Ikhsan B
Petugas menghitung uang pecahan Rupiah dan dolar AS di Valuta Inti Prima (VIP), Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bareksa.com - Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II 2019 tumbuh 10,1 persen (yoy) atau mencapai US$391,8 miliar, yang terdiri dari ULN pemerintah US$195,5 miliar dan ULN swasta termasuk BUMN US$196,3 miliar.

Pertumbuhan ULN pada kuartal ini lebih tinggi dari pertumbuhan pada kuartal I 2019 yang hanya mencapai 8,1 persen (yoy). Hal ini disebabkan oleh transaksi penarikan neto ULN dan penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menyebabkan utang dalam rupiah tercatat lebih besar dalam denominasi dolar Amerika Serikat.


Namun, menurut rilis dari BI, pertumbuhan ULN pemerintah pada kuartal ini meningkat. Pada akhir kuartal II 2019 tercatat US$192,5 miliar atau meningkat 9,1% (yoy). Sementara pada kuartal sebelumnya hanya 3,6% (yoy).

BI mencatat, pertumbuhan ini juga sejalan dengan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Peningkatan kepercayaan seiring juga dengan kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor's pada Mei 2019.

Ini mendorong pembelian neto Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan global oleh asing pada kuartal II 2019. ULN pemerintah ini diprioritaskan untuk pembangunan, terutama pada sektor produktif yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BI mengklaim bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat. Pada kuartal II 2019, rasio ULN Indonesia 36,8 persen terhadap PDB. Lebih baik dari kuartal sebelumnya. Selain itu, struktur ULN Indonesia juga didominasi utang jangka panjang dengan kontribusi 87 persen dari total ULN.

BI menyatakan akan terus berusaha dalam memantau perkembangan ULN. Bersama pemerintah juga akan terus meningkatkan koordinasi dalam memantau. BI juga akan terus berhati-hati dalam mengelola ULN.

Selain itu, ULN ini akan terus dioptimalkan karena sebagai penyokong pembiayaan pembangunan Indonesia dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

* * *

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Sukuk Tabungan seri ST005 hanya bisa dibeli selama masa penawaran 8-21 Agustus 2019. Meski masa penawaran belum dibuka, kita sudah bisa mendaftar terlebih dahulu untuk memesan ST005 di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi ST005? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan ST005.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli ST005? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

(KA02/AM)