Jumat, 16 Agustus 2019 12:15:17 WIB

Investasi Apa Saat IHSG Tertekan? Ini Top 5 Reksadana Pasar Uang Bareksa

Lima reksadana pasar uang terbaik di Bareksa cetak return di atas 6,7 persen setahun
Hanum Kusuma Dewi
Perlu diketahui, reksadana pasar uang memiliki portofolio dalam instrumen pasar uang, yakni efek utang yang jatuh temponya kurang dari setahun, misalnya sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka dan bisa juga obligasi selama jatuh temponya kurang dari satu tahun. Dengan isi portfolio tersebut reksadana pasar uang menjadi reksadana yang relatif paling aman dan stabil.

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (15 Agustus 2019) seiring dengan tekanan dari sentimen global. Bila dilihat sejak awal tahun, indeks yang menjadi acuan pasar modal Indonesia ini hanya tumbuh tipis.

IHSG turun 0,16 persen atau 9,76 poin ke level 6.257,96 kemarin. Bila dilihat dalam jangka waktu seetahun terakhir, indeks yang menjadi acuan pasar modal Indonesia ini hanya naik 3,58 persen. 


Menurut analisis Bareksa, salah satu penyebab koreksi IHSG yang terjadi pada perdagangan kemarin dipengaruhi oleh desas-desus resesi Amerika Serikat (AS) yang dikabarkan akan terjadi sehingga membuat investor panik dan menyebabkan indeks turun.

Akibat kekhawatiran resesi tersebut, wajar bila investor melakukan aksi jual, apalagi bagi yang ingin merealisasikan keuntungannya (profit taking). Lalu kemana dana kas hasil profit taking ini sebaiknya ditempatkan?

Grafik Pergerakan IHSG Setahun Terakhir

Sumber: Bareksa.com

Reksadana bisa menjadi pilihan, khususnya jenis reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang adalah jenis investasi stabil karena mampu memberikan imbal hasil di atas deposito. Reksadana jenis ini menempatkan seluruh aset investornya pada instrumen pasar uang (deposito dan obligasi jatuh tempo kurang dari setahun).

Di marketplace investasi Bareksa, terdapat lima reksadana pasar uang yang melejit dengan imbal hasil di atas 6,7 persen dalam setahun terakhir (per 15 Agustus 2019). Kelima reksadana tersebut adalah Sucorinvest Money Market Fund, Lancar Victoria Merkurius, Capital Sharia Money Market, Mega Dana Kas, dan Capital Money Market Fund.

Imbal hasil lebih rinci bisa dilihat dalam tabel berikut ini.

Top 5 Reksadana Pasar Uang Return Tertinggi Bareksa Setahun (15 Agustus 2019)

Sumber: Bareksa.com

Kelima reksadana tersebut bisa memberikan return yang lebih tinggi daripada rata-rata reksadana sejenis, tercermin dalam Indeks Reksadana Pasar Uang Bareksa yang hanya menguat 5,02 persen.

Perlu diketahui, reksadana pasar uang memiliki portofolio dalam instrumen pasar uang, yakni efek utang yang jatuh temponya kurang dari setahun, misalnya sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka dan bisa juga obligasi selama jatuh temponya kurang dari satu tahun. Dengan isi portfolio tersebut reksadana pasar uang menjadi reksadana yang relatif paling aman dan stabil.

Reksadana pasar uang memiliki beberapa keunggulan yang cukup menarik. Pertama reksadana ini umumnya memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito. Harap diingat, bunga deposito terkena pajak 20 persen, sedangkan reksadana adalah instrumen yang bebas pajak.

Reksadana pasar uang juga memiliki likuiditas yang tinggi, subscription (pembelian unit reksadana) ataupun redemption (penjualan kembali unit reksadana) dapat dilakukan kapanpun dan tanpa biaya. Dengan karakteristik tersebut tentu investor dapat mencoba menggunakan reksadana pasar uang sebagai alternatif deposito.

Meski demikian investor tidak boleh lupa bahwa reksadana adalah instrumen investasi yang tidak dijamin, meski tetap diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Hal ini berbeda dengan deposito yang masih dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bila sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Reksadana pasar uang memang cocok bagi investor pemula atau investor yang ingin menjaga nilai uangnya dalam jangka pendek (kurang dari 1 tahun), Likuiditas yang tinggi dan imbal hasil setara deposito menjadi salah satu daya tarik dari reksadana ini sehingga bila sewaktu-waktu pasar modal mengalami koreksi investor dapat segera melakukan switching ke jenis reksadana lainnya.

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.