Kamis, 15 Agustus 2019 14:16:25 WIB

Beda Investasi Zaman Dulu dan Now, Mudahnya Nabung Reksadana Online di Bareksa

Zaman dulu nasabah harus mendatangi kantor bank atau manajer investasi dan proses pendaftaran hingga dua pekan
Arief Budiman
Ilustrasi sejumlah anak muda beramai-ramai berinvestasi di reksadana secara online (shuttestock)

Bareksa.com - Seiring dengan investasi pasar modal yang terus berkembang, lihatlah niat mulia untuk berinvestasi oleh kaum milenial sekarang ini. Ketika teman-temannya sedang menghamburkan uang untuk hal-hal fana, ada segelintir anak muda “zaman now” yang sudah berpikiran untuk menginvestasikan sebaggian dananya ke pasar modal.

Namun, niat saja ternyata belum cukup hingga uangnya dibelikan produk investasi, sampai bukti pembelian produk itu sampai ke depan matanya, di mana saat ini reksa dana masih menjadi bentuk investasi paling sederhana dan paling generik di pasar modal.


Lain dulu lain sekarang. Dulu, jika ada seorang investor berniat membeli reksadana, maka ia harus melanjutkan niatnya dengan langsung datang ke meja customer service bank atau kantor si pengelola reksadana yaitu manajer investasi untuk membuka rekening.

Setelah rekening jadi dalam waktu dua pekan, baru ia bisa membeli reksadana yang minimal pembeliannya Rp500.000. Memang dulu pasar modal dan reksadana merupakan produk eksklusif, tidak sembarang orang bisa masuk atau bahkan memiliki produknya.

Untuk menjaga batas tersebut, maka ditetapkanlah minimal pembelian yang tinggi. Teringat saat itu bahkan ada manajer investasi yang menetapkan batas minimal pembelian reksadananya hingga Rp100 juta karena incarannya adalah investor kakap bin kingkong. Pada tahun 2008 itulah, setelah dicari maka nilai pembelian reksadana yang terendah saat itu Rp500.000 untuk pembelian pertama.

Fee beli (subscription) dan fee jual (redemption) saat itu masih umum diberlakukan kepada setiap transaksi, dengan rentang 1-2 persen dari pokok transaksi.

Transaksi dilakukan di depan agen penjual yang kadang lebih tidak mengerti tentang produk dagangannya dibandingkan dengan Anda sendiri. Formulir demi formulir ditandatangani, untungnya ada teknologi canggih (untuk ukuran saat itu) berupa kertas karbon yang dapat mengkopi tulisan, ditambah materai tiap transaksi. Bukti beli dan laporan bulanan dikirim melalui pos setiap bulan.

Namun sekarang, seiring dengan derasnya arus minat insan milenial yang tak terbendung, ditambah gelombang teknologi informasi yang memasukkan modalnya yang seperti tak terhingga, tampaknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mendengar kebutuhan dan ketersediaan fasilitas untuk memenuhinya.

Beberapa ketentuan dilonggarkan. Kalau bahasa OJK-nya adalah tidak dihilangkan, tetapi disederhanakan. Informasi dan edukasi pun dengan mudah didapatkan. Belasan situs investasi mumpuni dapat dikunjungi setiap waktu untuk memperkaya pengetahuan tentang pasar modal dan reksadana.

Salah satu cara termudah melakukan pembelian reksadana online adalah melalui Bareksa, agen penjual reksadana yang telah mendapat izin usaha dari OJK. Di Bareksa, para investor tidak perlu bukti keberadaan fisik untuk menjalankan proses mengenal konsumen (know your consumer/KYC), cukup mengisi formulir online yang tersedia. Bahkan, tanda tangan digital pun dimungkinkan!

Masuk ke website yang diperkaya desain dan customer experience-nya unyu-unyu kekinian, investor sangat dimanjakan dengan fasilitas pilah-pilih serta mencari pembanding antar satu produk dengan produk yang lain. Tinggal tak-tuk tak-tuk dengan menekan layar HP smartphone Anda, tak lagi menggores pulpen di atas formulir hijau-kuning berlembar-lembar.

Lantas, transaksi pembelian (subscription) pun terjadi dengan sangat mudah. Dana pun tinggal transfer, tak harus datang ke gerai maupun cabang si perusahaan penjual. Laporan transaksi beli-jual dan laporan bulanan pun diemail. Paperless is in the house, bro!

So, what are you waiting for? Nggak mau nunggu-nunggu IHSG koreksi lagi kan? May the cuan be with you.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.