Rabu, 14 Agustus 2019 11:16:03 WIB

Top 10 Manajer Investasi dengan Jumlah Produk Reksadana Saham Terbanyak

PT Pratama Capital Asset Management menjadi MI dengan produk reksadana saham terbanyak saat ini
Muhammad Ikhsan B
Suasana booth sejumlah manajer investasi dan rekan agen penjual reksa dana dalam acara Investday 2015 di Jakarta, 17 September 2015. InvestDay 2015 mengangkat tema “FinTech: A Game Changer for Indonesia’s Financial World”. Dalam kesempatan sama, diluncurkan asosiasi perusahaan teknologi finansial yang diberi nama FinTech Indonesia. (Bareksa)

Bareksa.com – Reksadana jenis pasar uang masih menjadi kontributor pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana per Juli 2019. Itulah cuplikan data yang tertuang dalam Bareksa Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report July 2019.

Mengutip data tersebut, AUM industri reksadana naik 5,59 persen secara year to date dari Rp507,3 triliun menjadi Rp535,6 triliun. Dengan catatan itu, AUM reksadana mencapai level tertinggi sepanjang masa.


Dari beberapa jenis yang ada, reksadana pasar uang masih mencatatkan pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhannya mencapai 33,32 persen menjadi Rp60,8 triliun dari posisi akhir tahun 2018 yang sebesar Rp45,6 triliun. Catatan itu juga menjadi level AUM tertinggi reksadana pasar uang sepanjang masa.

Sementara, reksadana ETF menjadi yang tumbuh tertinggi kedua setelah reksadana pasar uang. Pertumbuhannya mencapai 20,06 persen menjadi Rp13,8 triliun. Hanya saja, jumlah tersebut melambat ketimbang posisi kuartal II 2019 yang sebesar Rp14,2 triliun.

Di sisi lain, reksadana saham yang merupakan kontributor terbesar dari sisi nilai masih mencatat pertumbuhan minus. Per Juli 2019, nilainya Rp160,5 triliun atau turun 2,57 persen dari posisi akhir 2018 yang sebesar Rp164,7 triliun.

Daftar 10 Besar MI Jumlah Produk Reksadana Saham Terbanyak (Juli 2019)

Sumber : Bareksa.com

PT Pratama Capital Asset Management menjadi MI dengan produk reksadana saham jumlah terbanyak saat ini, yakni mencapai 20 produk. Dari 20 produk tersebut, terdapat 3 produk reksadana saham Pratama yang tersedia di Bareksa.

Sumber : Bareksa.com

Ingat Risiko Reksadana Saham

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.

Tujuannya untuk pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang. Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, namun memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi.

Keuntungan Berinvestasi di Reksadana

Investasi reksadana mendatangkan berbagai peluang keuntungan. Investor reksadana dapat melakukan diversifikasi investasi tanpa harus memiliki modal yang besar.

Sebagai contoh, investor dengan dana terbatas dapat memiliki portofolio obligasi, yang tidak mungkin bisa dimiliki jika investor tersebut tidak mempunyai dana yang besar.

Di marketplace Bareksa, sejumlah produk reksadana bisa dibeli dengan modal hanya Rp100.000. Bahkan, ada produk yang minimum pembelian Rp50.000 saja. Cek daftar produknya di sini.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report July 2019. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(KA02/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.