Rabu, 14 Agustus 2019 09:15:03 WIB

Berita Hari Ini : Trump Tunda Tarif Barang China, BBRI Raup Laba Rp16,16 Triliun

Lima BUMN akan selenggarakan RUPS, DIVA dan BeliMobilGue.co.id raih pendanaan
Hanum Kusuma Dewi
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Suprajarto (kanan) bersama Direktur Konsumer Handayani menyampaikan keterangan terkait Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di Jakarta, Kamis (3/1/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bareksa.com - Berikut adalah intisari perkembangan penting di isu ekonomi, pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu 14 Agustus 2019.

Trump Tunda Tarif


Pemerintah Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Selasa (13 Agustus 2019) mengumumkan akan menunda pemberlakuan tarif impor 10 persen untuk laptop, ponsel, konsol permainan video dan berbagai produk lainnya yang dibuat di China. Kebijakan ini menunjukkan Trump yang selama ini keras terhadap China kini mulai melunak.

Dikutip dari Reuters, keputusan tersebut dikeluarkan Kantor Perwakilan Perdagangan AS hanya beberapa menit setelah Kementerian Perdagangan China mengatakan, Wakil Perdana Menteri Liu He melakukan panggilan telepon dengan pejabat perdagangan AS.

Penundaan pemberlakuan tarif yang sejatinya telah dijadwalkan mulai berlaku awal September itu memberikan sedikit kelegaan bagi pengecer. Meski sebagian besar toko akan menyimpan cendera mata liburan mereka sebelum batas waktu September, beberapa mungkin menghadapi tarif untuk pesanan pengisian pada akhir musim belanja liburan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Sepanjang semester I 2019, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil meraup laba Rp16,16 triliun. Nilai tersebut tumbuh 8,18 persen (yoy) dibandingkan raihan laba pada periode yang sama tahun lalu Rp14,93 triliun.

Mengutip laporan keuangan BBRI, pertumbuhan laba perseroan ditopang oleh pendapatan bunga bersih perseroan yang tumbuh 4,37 persen (yoy) menjadi Rp39,92 triliun (1H/19). Minimnya pertumbuhan pendapatan bunga bersih perseroan membuat beberapa rasio keuangan bank spesialis kredit UKM tersebut juga ikut melandai.

Net interest margin (NIM) perseroan turun 64 basis poin dari 7,64 persen (1H/18) menjadi 7,02 persen (1H/19), kemudian return of asset (RoA) turun 6 bps dari 3,37 persen (1H/18) menjadi 3,31 persen (1H/19). Sedangkan return of equity (RoE) turun 31 bps dari 19,33 persen (1H/18) menjadi 19,02 persen (1H/19).

Meski begitu, kredit perseroan masih mencatat pertumbuhan mumpuni 11,76 persen (yoy). Angkanya tumbuh menjadi Rp884,11 triliun (1H/19) dari sebelumnya Rp791,03 triliun (1H/18)

RUPS 5 BUMN

Lima BUMN bakal melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di akhir bulan ini. Agendanya sama yakni evaluasi kinerja semester I 2019 dan pergantian pengurus perusahaan, baik direksi maupun komisaris.

Pelaksanaan RUPSLB ini berseberangan dengan ultimatum dari Jokowi yang melarang seluruh menteri Kabinet Kerja mengeluarkan kebijakan strategis termasuk merombak jajarannya, termasuk direksi perusahaan pelat merah.

Kelima BUMN itu yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang akan menggelar RUPSLB pada 28 Agustus di Menara Mandiri, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) pada 28 Agustus di Gedung Menara BTN, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) pada 30 Agustus di Four Seasons Hotel.

Lainnya yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada 30 Agustus di Menara BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang akan menyelenggarakan RUPSLB pada 2 September dengan lokasi di kantor pusat BRI.

Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA)

Kejora-InterVest Star Growth Fund, perusahaan patungan antara venture capital asal Indonesia Kejora Ventures dan perusahaan Korea Selatan Intervest, telah menanamkan modal di DIVA. Menurut keterangan resmi, kesepakatan itu dilakukan melalui perjanjian jual beli dengan M Cash Integrasi, yang menjual sejumlah porsi kepemilikan saham DIVA.

Angka transaksi masih belum terungkap. Direktur DIVA Dian Kurniadi mengatakan dari pendanaan tersebut, perusahaan akan mendorong mitra yang sudah ada, terutama UMKM Indonesia. Perusahaan akan memperluas dari produk digital, payment enabler dan jasa perbankan akan menjadi pembiayaan, logistik, kecerdasan buatan internet of things, dan rantai pasok.

BeliMobilGue.co.id

BeliMobilGue.co.id mendapat komitmen lebih dari US$30 juta untuk dua tahun ke depan dari Frontier Car Group, mitra JV yang berbasis di Berlin yang didukung oleh Naspers/OLX. Pendanaan ini merupakan dukungan strategis dalam hal modal dan sumber daya guna, memastikan BeliMobilGue.co.id memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menangkap peluang pasar, dan memantapkan posisi sebagai pemain dominan di Indonesia, pasar mobil terbesar di Asia Tenggara.

Pada saat yang sama, Johnny Widodo juga diangkat sebagai CEO perusahaan. Sebelum bergabung, Johnny Widodo merupakan Director of Sales and Partnerships di OVO, platform financial services terkemuka di Indonesia di mana dia juga menjadi founding members beberapa fungsi dalam perusahaan seperti marketing, operations, dan analytics.

(*)