Selasa, 13 Agustus 2019 11:05:33 WIB

Jangan Kalah Sama Asing, Ayo Cintai Negerimu Investasi Sukuk Tabungan ST005

Sukuk Tabungan seri ST005 hanya bisa dibeli selama masa penawaran 8-21 Agustus 2019
Muhammad Ikhsan B
Dua petugas memasang bagian dari stiker raksasa merah putih di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/7/2019). Memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Bank Mandiri memasang stiker raksasa bertema kebhinekaan di beberapa kantor utama, yaitu Plaza Mandiri, Wisma Mandiri, Museum Mandiri & Graha Mandiri. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Bareksa.com - Investor asing tercatat menjual obligasi rupiah seiring koreksi yang terjadi sejak pekan lalu. Kondisi itu akibat tensi pasar keuangan yang memanas sejak 26 Juli.

Meski masih positif Rp113,38 triliun dibanding posisi akhir Desember Rp 893,25 triliun, angka kepemilikan investor asing di obligasi rupiah berangsur turun dari posisi tertinggi Rp1.019,36 triliun pada 2 Agustus menjadi Rp1.006,63 triliun pada 8 Agustus. 


Data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, menunjukkan angka terakhir kepemilikan investor asing Rp1.006,63 triliun atau setara 38,74 persen dari total beredar Rp2.598 triliun berdasarkan data per 8 Agustus. 

Koreksi masih terjadi kemarin, di mana harga obligasi rupiah pemerintah Indonesia ditutup terkoreksi tipis pada penutupan perdagangan, seiring dengan memanasnya demonstrasi di Hong Kong dan terbukanya peluang pembatalan perundingan AS-China.

Naiknya harga surat utang negara (SUN) itu seiring dengan koreksi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara lain. Terkoreksinya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menaikkan tingkat imbal hasilnya (yield). 

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya.

Yield yang menjadi acuan hasil investasi yang didapat investor juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum.

Keempat seri yang menjadi acuan itu adalah FR0077 bertenor 5 tahun, FR0078 bertenor 10 tahun, FR0068 bertenor 15 tahun, dan FR0079 bertenor 20 tahun.

Seri acuan yang paling melemah adalah FR0078 yang bertenor 10 tahun dengan kenaikan yield 3,4 basis poin (bps) menjadi 7,34 persen. Besaran 100 bps setara dengan 1 persen.   

https://www.kemenkeu.go.id/media/12996/header.png
Pamflet investasi cinta negeri Sukuk Tabungan ST005 (Sumber : Kemenkeu)

Jangan Kalah sama Asing, Yuk Mulai Investasi di SBN Ritel di Sukuk Tabungan ST005

Pemerintah terus mendorong kontribusi masyarakat Indonesia untuk ikut membiayai pembangunan infrastruktur. Investor domestik terutama ritel atau perorangan, didorong berinvestasi di instrumen surat utang yang diterbitkan negara seperti Sukuk Negara Tabungan (ST) seri ST005 yang bisa dibeli secara online melalui Bareksa dengan kupon 7,4 persen.

Penerbitan Surat Utang Negara (SUN) ini bermanfaat bagi negara untuk membantu membiayai anggaran dan mengurangi defisit. Menurut analisis Bareksa, penerbitan surat utang ritel ini dapat mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.

Sudah saatnya masyarakat semakin terlibat dalam mendukung anggaran pemerintah. Sebab, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh negara secara langsung, tetapi juga bagi masyarakat yang membeli surat utang negara, atau disebut sebagai investor.

posisi utang pemerintah masih sangat bergantung terhadap asing. Ini yang membuat, keadaan ekonomi Indonesia masih rentan dan berpotensi terkena imbas negatif jika terjadi sesuatu terhadap perekonomian global.

Menurut analisis Bareksa, setiap negara pasti memiliki utang. Utang besar bukan masalah, asal dibayar dengan uang masyarakat sendiri, sehingga tidak bergantung pada asing.

Sekarang pemerintah kembali menawarkan opsi investasi dan masyarakat diharapkan sudah bisa langsung turun tangan membantu negara dan tidak hanya mengkritik terkait porsi kepemilikan asing.

Mari kita ikut membantu pemerintah, menutup defisit, membiayai pembangunan dan mengurangi diri dari ketergantungan pihak asing dengan membeli ST005.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Sukuk Tabungan seri ST005 hanya bisa dibeli selama masa penawaran 8-21 Agustus 2019. Meski masa penawaran belum dibuka, kita sudah bisa mendaftar terlebih dahulu untuk memesan ST005 di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi ST005? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan ST005.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli ST005? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

(KA02/AM)