Senin, 12 Agustus 2019 12:12:35 WIB

Target 5 Juta Investor, OJK : Investor Pemula Lebih Baik Investasi di Reksadana

SID reksadana mencapai 1.394.434 per 8 Agustus 2019
Issa Almawadi
Konferensi Pers HUT Pasar Modal ke-42 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/8/2019). (Issa A/Bareksa)

Bareksa.com – Jumlah investor di pasar modal yang tercermin melalui single investor identification (SID) terus meningkat. Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah SID dalam 5 tahun terakhir bertumbuh hingga 173,07 persen.

OJK mencatat, pertumbuhan SID secara total telah mencapai 2.661.909 per 8 Agustus 2019. Dari jumlah itu, SID reksadana menjadi kontributor terbanyak dengan jumlah 1.394.434 atau naik 335,67 persen sejak dibentuk pada 2014.


Pertumbuhan dalam 5 tahun terakhir itu pula yang membuat OJK optimistis mematok target 5 juta investor dalam 5 tahun ke depan. Seperti yang disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dalam konferensi pers HUT ke-42 Pasar Modal di Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.

Hoesen menerangkan, dari target itu, jumlah investor saham diharapkan berkontribusi 40 persen. “Sementara, bagi investor pemula lebih baik ke reksadana terlebih dahulu,” ujar Hoesen.

Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo mengatakan seiring dengan dinamika perkembangan pasar modal serta makin bertambahnya jumlah investor pasar modal, OJK dan KSEI berinisiatif menyelenggarakan program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) sejak tahun 2016.

SID Hingga 8 Agustus 2019

Sumber: OJK

Inisiatif Simplifikasi Pembukaan Rekening yang dikembangkan oleh KSEI tersebut, bertujuan untuk meningkatkan basis konsumen khususnya mempermudah persyaratan untuk menjadi investor.

“Sebagai bentuk dukungan dari sisi legal dan ketentuan, OJK telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SEOJK.04/20 yang menjadi acuan dari mekanisme Simplikasi Pembukaan Rekening di pasar modal pada 28 Maret 2019,” imbuh Uriep.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.