Senin, 12 Agustus 2019 13:34:28 WIB

HUT Kemerdekaan RI, Ini Lima Tips Agar Bisa Merdeka Finansial

Salah satu jenis kemerdekaan yang diidamkan semua orang adalah mencapai kemerdekaan finansial (financial freedom)
Arief Budiman
Masyarakat dari berbagai elemen berpartisipasi dalam Kirab Prasetya Merah Putih saat melintas di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (10/8/2019). Kirab kain bendera merah putih tersebut dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan yang ke-74 Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Bareksa.com - Bulan Agustus identik dengan hari perjuangan yang penuh semangat, di mana sejarah mencatat bahwa pada bulan ini ada peristiwa penting yaitu hari kemerdekaan republik Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 2019 ini Indonesia akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-74.

Kemerdekaan dapat diartikan sebagai kondisi di saat suatu negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya, atau kondisi di saat seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.


Pada zaman sekarang ini, salah satu jenis kemerdekaan yang diidamkan semua orang adalah mencapai kemerdekaan finansial atau bebas finansial (financial freedom) di usia muda. Setiap orang yang bekerja, pasti menginginkan mencapai kebebasan finansial. Tidak perlu bekerja, dan uang yang akan bekerja untuk kita.

Kebebasan finansial adalah suatu keadaan, di mana kita mencapai saving yang cukup banyak dan relatif aman serta hasilnya dapat mencukupi setiap kebutuhan hidup kita dengan gaya hidup yang kita inginkan.

Kondisi financial freedom memperlihatkan bahwa uanglah yang bekerja untuk kita dan sering dinamakan juga sebagai pendapatan pasif (passive income). Saving dapat kita lakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan melakukan investasi melalui reksadana, saham, properti dan lain sebagainya.

Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencapai kebebasan finansial antara lain:

1. Ketahui Setiap Pengeluaran Anda
• Kemanakah uang Anda pergi setiap harinya?
• Berapakah besar pengeluaran Anda setiap bulannya?
• Apakah Anda memiliki anggaran belanja yang tercatat?
• Sudahkah Anda mencatat setiap pengeluaran Anda secara terperinci setiap harinya?

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan untuk mencapai kebebasan keuangan adalah dengan memiliki anggaran belanja yang tercatat dan terperinci bahkan sekecil apapun harus tertulis dalam sebuah pembukuan.

Hal ini dapat membuat Anda semakin sadar dengan kondisi keuangan diri sendiri sehingga mampu melakukan keputusan penggunaan keuangan.

2. Miliki Penghasilan Tambahan

Jika penghasilan Anda saat ini hanya mencukupi kebutuhan pokok Anda, ada baiknya Anda memiliki penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan Anda.
Ada banyak jenis pekerjaan lain yang dapat Anda gunakan sebagai batu loncatan Anda dalam meraih kebebasan keuangan.

Dengan bertambahnya pekerjaan tentu akan lebih lelah, namun hasilnya akan sepadan dengan apa yang Anda lakukan bahkan bisa lebih jika Anda mengetahui strategi yang lebih baik dalam mengerjakannya.

Ada begitu banyak peluang usaha dan juga kerjaan sampingan yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan income tambahan, seperti online shop misalnya.

3, Pay Yourself First

Untuk mencapai kebebasan finansial, Anda perlu mempersiapkan uang untuk masa depan Anda. Ini dinamakan dengan Pay Yourself First.

Seringkali orang beranggapan bahwa menabung adalah menyisihkan uang mereka setelah setiap alokasi pengeluaran. Namun ketika kita berbicara mengenai Pay Yourself FIRST, Anda harus mendahulukan kepentingan masa depan yaitu tabungan Anda.

Bagaimana caranya? Dengan MEMPRIORITASKAN tabungan yang dapat Anda masukkan dalam investasi. Investasi memang salah satu kendaraan ampuh yang dapat mengantarkan Anda kepada kebebasan finansial. Sudah banyak orang yang sukses membuktikannya.

Memang banyak hal yang harus dipelajari. Selain dari buku, Anda juga bisa mengeksplorasi pengetahuan mengenai cara berinvestasi melalui internet. Gunakan kemajuan teknologi di zaman modern ini untuk meningkatkan kapasitas diri Anda. Pelajari dengan saksama dan aplikasikan dalam hidup Anda.

Banyak jenis investasi yang dapat Anda gunakan diantaranya reksadana, saham, investasi emas dan lain sebagainya. Dengan berbagai tingkat risiko yang ada, Anda perlu mempelajarinya dengan teliti dan miliki pengalaman yang dapat mengajari Anda untuk semakin handal menjadi seorang investor.

4. Bebaskan Diri Dari Utang

Mungkin Anda pernah membaca mengenai utang positif, seperti Anda meminjam dana dari bank untuk usaha Anda yang Anda kelola. Utang seperti itu memang masih direkomendasikan oleh beberapa pakar ekonomi. Meski demikian, Anda tetap harus mengatur arus kas Anda agar bisa terbebas dari utang.

Kebebasan finansial itu memungkinkan Anda untuk memiliki rasa tenang dalam menjalani kehidupan keuangan. Jika Anda masih dilanda utang dan membuat hidup Anda tidak tenang, apakah itu disebut sebagai kebebasan finansial?

5. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat perlu dipersiapkan mengingat ketidakpastian yang ada di masa depan. Dengan adanya dana darurat kita akan terhindar dari utang yang dapat mengganggu kondisi keuangan kita di kemudian hari.

Biasanya untuk Anda yang masih single diperlukan jumlah dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran bulanan. Jika Anda yang sudah berkeluarga bisa mencapai 9 kali pengeluaran bulanan. Jumlah akan semakin meningkat hingga 12 kali pengeluaran bulanan jika Anda sudah memiliki anak.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana