Senin, 12 Agustus 2019 10:58:21 WIB

Emas Tembus Rp700.000 per Gram, 4 Reksadana Ini Punya Portofolio Saham ANTM

Saham ANTM meroket 39,2 persen year to date jadi Rp1.065 per 09 Agustus 2019
Muhammad Ikhsan B, Abdul Malik
Pramuniaga menunjukkan emas batangan untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (16/4/2019). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

Bareksa.com - Harga emas terus dan terus mencetak rekor selama 6 hari berturut-turut. Pada perdagangan Jumat (9/8/2019), harga emas telah mencetak rekor menembus harga psikologis ke Rp703.000 per gram. Harga tersebut naik 0,86 persen dibandingkan dengan perdagangan Rabu (7/8/2019) di Rp697.000 per gram.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam Jumat kemarin, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp70,3 juta dari harga kemarin Rp69,7 juta per batang.  


Kenaikan harga emas Antam ini sejalan dengan naiknya harga emas di pasar spot global yang juga menembus level psikologis US$1.500 per troy ounce.

Saham ANTM

Harga saham PT Aneka TambangTbk (ANTM) pada perdagangan Jumat (09/08/2019) ditutup melesat 4,41 persen ke level Rp1.065 per saham seiring dengan kenaikan harga emas yang terus terjadi.

Sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan kemarin, saham ANTM memang bergerak cukup positif dengan terus merangkak naik dari Rp765 di akhir tahun 2018 dan telah mencatatkan lonjakan hingga 39,2 persen year to date (YtD).

Di sisi lain, lonjakan saham ANTM yang terjadi pada perdagangan kemarin turut mendorong kinerja reksadana saham yang memiliki saham tersebut dalam portofolionya.

Berdasarkan reksadana saham yang dijual Bareksa, terdapat empat reksadana saham yang mempunyai saham ANTM dalam top holdings portofolionya yang tercantum dalam fund fact sheet. Keempat reksadana itu 3 di antaranya merupakan kelolaan PT Sucorinvest Asset Management dan 1 reksadana besutan PT Shinhan Asset Management Indonesia.

Sumber : Bareksa.com

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.

Tujuannya untuk pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang. Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, namun memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi.

Berikut sekilas ulasan keempat reksadana tersebut :

1. Shinhan Equity Growth

Reksadana saham Shinhan Equity Growth bertujuan untuk memberikan hasil yang optimal untuk para investor dalam jangka panjang melalui proses investasi yang dilakukan secara selektif dan pengelolaan yang penuh ke hati-hatian di dalam pasar modal Indonesia pada efek bersifat ekuitas.

Kebijakan Investasi reksadana ini 80 persen hingga 100 persen dalam ekuitas domestik dan antara 0 persen hingga 20 persen dalam instrumen pasar uang domestik.

Portofolio Investasi per Juli 2019 :
- PT Aneka Tambang Tbk
- PT J Trust Bank
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
- PT Bank Permata Tbk.

Reksadana saham yang diluncurkan sejak 15 Agustus 2012 bekerja sama dengan bank kustodian PT Bank DBS Indonesia dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000.


Sumber : Bareksa

2. Sucorinvest Equity Fund

Reksadana saham Sucorinvest Equity Fund bertujuan untuk mengoptimalkan tingkat keuntungan jangka panjang dengan melakukan investasi pada saham dengan minimum 60 persen dari keseluruhan ekuitas yang diinvestasikan pada saham-saham LQ 45.

Kebijakan Investasi reksadana ini 80 persen dalam ekuitas (60 persen merupakan saham-saham LQ45) dan antara 0 hingga 20 persen dalam instrumen pasar uang.

Portofolio Investasi (per Juni 2019) :
- PT Aneka Tambang Tbk
- PT Astra International Tbk
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- PT Gudang Garam Tbk

Reksadana saham yang diluncurkan pada 08 Mei 2012 ini bekerja sama dengan bank kustodian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan dapat dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp100.000. Reksadana ini telah mengelola dana Rp1,44 triliun.


Sumber : Bareksa

3. Sucorinvest Maxi Fund

Reksadana saham ini memiliki tujuan untuk memberikan apresiasi modal dan tingkat keuntungan yang optimal dalam jangka panjang dengan mengkapitalisasi pasar modal indonesia.

Kebijakan Investasi reksadana ini minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat saham, kemudian minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang.

Portofolio Investasi (per Juni 2019) :
- PT Aneka Tambang Tbk
- PT BISI International Tbk
- PT Buyung Poetra Sembada Tbk
- PT KMI Wire & Cable Tbk
- PT Samindo Resources Tbk

Reksadana diluncurkan pada 01 Oktober 2014 dan bekerja sama dengan bank kustodian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Reksadana saham yang memiliki dana kelolaan Rp169,3 miliar pe Juni 2019 ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp100.000.


Sumber : Bareksa

4. Sucorinvest Sharia Equity Fund

Reksadana saham syariah Sucorinvest Sharia Equity Fund bertujuan untuk mengoptimalkan tingkat keuntungan dalam jangka panjang pada saham berbasis syariah dengan melakukan investasi minimum 25 persen dari net asset value (NAV) diinvestasikan pada saham-saham berkapitalisasi kecil – menengah yang memiliki pertumbuhan bisnis yang baik.

Kebijakan investasi reksadana ini minimum 80 persen dan Maksimum 100 persen pada efek ekuitas - syariah, serta minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang.

Portofolio Investasi (per Juni 2019)
- PT Aneka Tambang Tbk
- PT BISI International Tbk
- PT Buyung Poetra Sembada Tbk
- PT KMI Wire & Cable Tbk
- PT Samindo Resources Tbk

Reksadana yang diluncurkan pada 08 November 2013 ini berkerja sama dengan bankk kustodian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan dana kelolaan per Juni 2019 senilai Rp188,15 miliar. Reksadana ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp100.000.


Sumber : Bareksa

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA02/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.