Jumat, 09 Agustus 2019 10:43:14 WIB

Saling Salip Jumlah Dana Kelolaan, Siapa MI Juara AUM pada Juli 2019?

Terdapat beberapa perusahaan besar dalam beberapa waktu terakhir saling salip jumlah dana kelolaan
Arief Budiman
Ilustrasi investor berinvestasi di reksadana (shutterstock)

Bareksa.com - Posisi teratas dalam industri manajemen investasi Tanah Air kembali mengalami perubahan posisi per Juli 2019. Seperti diketahui, terdapat beberapa perusahaan besar yang dalam beberapa waktu terakhir di industri pengelolaan reksadana ini sering kali salip-menyalip dalam hal total dana keloaan (asset under management/AUM) terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), posisi teratas perusahaan manajemen aset dengan AUM terbesar untuk reksadana yang ditawarkan pada publik periode Juli 2019 kembali ditempati oleh PT Mandiri Manajemen Investasi atau MMI dengan AUM Rp43,8 triliun.


Sementara di peringkat kedua ditempati oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen atau Batavia Prosperindo dengan dana kelolaan Rp42,78 triliun. Adapun di peringkat ketiga ditempati oleh PT Schroder Investment Management Indonesia atau Schroders Indonesia dengan AUM Rp42,32 triliun.

Hal itu tak lepas dari dana kelolaan MMI yang mencatatkan lonjakan Rp1,48 triliun sepanjang bulan lalu, sementara AUM Batavia Prosperindo naik Rp423,79 miliar dan Schroders Indonesia hanya naik Rp19 miliar dalam periode yang sama.

Di sisi lain, terdapat perusahaan manajemen investasi lain yang telah menyentuh AUM di atas Rp40 triliun, yakni PT Bahana TCW Investment Management atau Bahana yang per Juli 2019 memiliki AUM Rp41,34 triliun, melonjak Rp1,87 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.

Dengan demikian, posisi empat teratas dalam industri reksadana di Indonesia hingga Juli 2019 semuanya memiliki AUM di atas Rp40 triliun. Bahkan, ketiganya telah mewakili Rp170,24 triliun (31,71 persen) dari total keseluruhan dana kelolaan industri reksadana di Tanah Air yang mencapai Rp536,88 triliun.

1. PT Mandiri Manajemen Investasi

PT Mandiri Manajemen Investasi atau yang lebih dikenal sebagai Mandiri Investasi didirikan pada Desember 2004 setelah memisahkan diri (spin-off) dari PT Mandiri Sekuritas.

Mandiri Investasi, yang merupakan bagian dari grup PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, adalah manajer investasi nasional terbesar yang berpengalaman di bidang pengelolaan portofolio investasi sejak 1993.


Sumber: Bareksa

Per Juli 2019, perusahaan yang berkantor pusat di Plaza Mandiri Lt. 29, Jalan Jend. Gatot Subroto Kav.36-38 ini mengelola 148 produk reksadana, di mana 9 di antaranya juga dijual melalui Bareksa.


Sumber: Bareksa

Lima besar produk reksadana Mandiri Investasi yang mencatatkan dana kelolaan terbesar per Juli 2019 yakni reksadana pasar uang Mandiri Investa Pasar Uang yang membukukan AUM Rp5,84 triliun.

Kemudian reksadana saham Mandiri Saham Atraktif Rp5,01 triliun, reksadana pendapatan tetap Mandiri Obligasi Utama Rp1,64 triliun, reksadana terproteksi Reksa Dana Syariah Terproteksi Misbah Mandiri Syariah Seri 184 Rp1,53 triliun, dan reksadana saham Mandiri Investa Atraktif Rp1,33 triliun.


Sumber: Bareksa

2. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen

PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen berdiri pada tahun 1996, berdasarkan izin dari Bapepam-LK No. KEP-03/PM/MI/1996. Sebelumnya Perusahaan bernama PT Bira Aset Manajemen sebelum perusahaan diakuisisi oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen. Perusahaan mengelola portofolio berbagai produk reksadana dan kontrak pengelolaan dana bilateral.


Sumber: Bareksa

Per Juli 2019, perusahaan yang berkantor pusat di Chase Plaza Lt. 12, Jalan Jend. Sudirman Kav. 21 ini mengelola 122 produk reksadana, di mana 6 di antaranya juga dijual melalui Bareksa.


Sumber: Bareksa

Lima besar produk reksadana Batavia Prosperindo yang mencatatkan dana kelolaan terbesar per Juli 2019 yakni reksadana saham Batavia Dana Saham yang membukukan AUM Rp5,47 triliun, kemudian reksadana pasar uang Batavia Dana Kas Maxima Rp3,13 triliun, reksadana saham Batavia Saham Cemerlang Rp2,1 triliun, reksadana saham Batavia Saham Sejahtera Rp2,04 triliun dan reksadana pendapatan tetap Batavia Dana Obligasi Gemilang Rp1,35 triliun.


Sumber: Bareksa

3. PT Schroder Investment Management Indonesia

Schroders hadir sejak tahun 1991. PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia) merupakan manajer investasi yang 99 persen persen sahamnya dimiliki oleh Schroders Plc dan telah menerima izin manajer investasi dari Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h BAPEPAM-LK) No. KEP-04/PM/MI/1997 tertanggal 25 April 1997.


Sumber: Bareksa

Per Juli 2019, perusahaan yang berkantor pusat di Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1, 30th Floor Jalan Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta ini mengelola 29 produk reksadana, di mana 13 di antaranya juga dijual melalui Bareksa.


Sumber: Bareksa

Lima besar produk Schroders yang mencatatkan dana kelolaan terbesar per Juli 2019 yakni reksadana saham Schroder Dana Prestasi Plus Rp15,44 triliun, reksadana saham Schroder Dana Prestasi Rp4,95 triliun, reksadana campuran Schroder Dana Campuran Progresif Rp2,16 triliun, reksadana saham Schroder 90 Plus Equity Fund Rp1,93 triliun, serta reksadana pendapatan tetap Schroder Dana Mantap Plus II Rp1,84 triliun.


Sumber: Bareksa

4. PT Bahana TCW Investment Management

PT Bahana TCW Investment Management didirikan tahun 1994 dan merupakan perusahaan manajemen investasi yang telah mendapatkan izin Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) di tahun 1995. Bahana TCW telah memiliki izin usaha sebagai MI berdasarkan Kep-06/PM/MI/1994 Tanggal 21 Juni 1994.


Sumber: Bareksa

Per Juli 2019, perusahaan yang berkantor pusat di Graha Niaga Lt. 21, Jalan Jend. Sudirman Kav. 58 ini mengelola 116 produk reksadana, di mana 7 di antaranya juga dijual melalui Bareksa.


Sumber: Bareksa

Lima besar produk Bahana yang mencatatkan dana kelolaan terbesar per Juli 2019 yakni reksadana pasar uang Bahana Dana Likuid Rp5,03 triliun, reksadana indeks & ETFABF IBI Fund Rp4,36 triliun, reksadana pendapatan tetap Bahana Income Stream Rp1,72 triliun, reksadana terproteksi Reksa Dana Syariah Terproteksi Bahana Misbah Syariah Rp1,61 triliun, serta reksadana saham Bahana Primavera Fund 99 Rp1,5 triliun.


Sumber: Bareksa

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.