Jumat, 09 Agustus 2019 12:44:33 WIB

Hanya Nabung Rp10 Ribu per Hari di Reksadana Bisa Beli Samsung Galaxy Note 10

Harga Galaxy Note 10 di Indonesia mulai dari kisaran Rp14 juta
Arief Budiman
Ingin memiliki gadget canggih seperti Samsung Galaxy Note10+ tapi jangan sampai terjebak utang, lebih baik kita mulai mengumpulkan uang dengan reksadana. (www.samsung.com)

Bareksa.com - Samsung akhirnya resmi memperkenalkan seri terbaru dari Galaxy Note, yakni Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus. Perlu diketahui, ini kali pertama Samsung menghadirkan model Plus untuk Galaxy Note.

"Galaxy Note 10 hadir untuk para fans Galaxy Note yang menginginkan meningkatkan produktivitas dan kreativitas mereka ke tingkat selanjutnya," tutur President and CEO of IT & Mobile Communications Division, Samsung Electronics DJ Koh saat acara Galaxy Unpacked 2019 di Barclays Center, Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Rabu (7 Agustus 2019) waktu setempat.


Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus mengusung beberapa fitur yang memiliki peningkatan cukup signifikan dari pendahulunya, terutama di sisi kamera dan kemampuan S Pen.

Galaxy Note 10 reguler dibekali tiga kamera. Sementara varian "Plus" memiliki total empat sensor kamera. Keduanya memiliki kamera depan untuk foto selfie dengan kapasitas 10 megapiksel.

Galaxy Note 10 reguler dibekali layar berbentang 6,3 inci, lebih kecil dibanding Note 10 Plus yang layarnya berbentang 6,8 inci. Keduanya sama-sama menggunakan panel Dynamic AMOLED.

Perbedaan lain ada di bidang memori. Galaxy Note 10 dibekali RAM 8 GB dan media internal 256 GB tanpa microSD. Sementara Galaxy Note 10 Plus dibekali RAM jumbo 12 GB dan internal 256, serta 512Gb GB. Ruang penyimpanan masih bisa diperluas hingga 1 TB dengan microSD.

Kedua varian sama-sama diotaki chipset Snapdragon 855 Plus untuk pasar AS dan Korea Selatan atau Exynos 9825 untuk pasar lain termasuk Indonesia.

Berkaitan dengan baterai, Galaxy Note 10 memiliki baterai 3.500 mAh sementara varian "Plus" memiliki kapasitas 4.300 mAh. Baik Note 10 dan Note 10 Plus turut dilegkapi fitur super fast charging yang diklaim mampu mengisi daya secara penuh dalam waktu 30 menit dari posisi nol persen.

Sebagai informasi, ada tiga warna yang bisa dipilih untuk kedua model yakni Aurora Glow, Aurora Black, dan Aurora White. Pemesanan bisa dilakukan di sejumlah e-commerce seperti bhinneka.com, blibli.com, bukalapak, dinomarket.com, elevenia.com, erafone.com, hartonoelektronika.com, JD.id, Lazada.co.id, Shopee, Telesindoshop.com, Tokopedia.

Adapun berikut harga beserta beberapa tipe yang ada di Indonesia:

• Galaxy Note 10 RAM 8 GB/256 GB Rp 13.999.000

• Galaxy Note 10+ RAM 12 GB/256 GB Rp 16.499.000

• Galaxy Note 10+ varian RAM 12 GB/512 GB Rp 18.999.000

Tertarik untuk memiliki ponsel pintar tersebut?

Simulasi Reksa Dana

Ingin memiliki gadget canggih tapi jangan sampai terjebak utang, lebih baik kita mulai mengumpulkan uang dengan reksadana. Kita bisa mengumpulkan uang dengan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan tabungan dan deposito, yaitu dengan menabung reksadana campuran yang memberikan imbal hasil (return) cukup menarik dengan risiko sedang (moderat).

Sumber: Bareksa

Mari kita gunakan Simulasi Bareksa, yang berdasarkan data kinerja historis, untuk menghitungnya. Katakan kita mampu menyisihkan uang Rp300.000 setiap bulannya, atau Rp10.000 per hari, untuk diinvestasikan ke dalam produk reksadana campuran Shinhan Balance Fund, yang dikelola oleh PT Shinhan Asset Management.

Sumber: Bareksa

Dalam waktu 3 tahun (8 Agustus 2016-8 Agustus 2019), uang pokok yang berhasil kita kumpulkan mencapai Rp11,10 juta. Akan tetapi, berdasarkan simulasi Bareksa, uang kita berhasil tumbuh Rp3,04 juta (27,42 persen), sehingga total uang kita menjadi Rp14,14 juta.

Dengan uang yang berhasil kita simpan dan diinvestasikan ke dalam reksadana campuran tersebut, kita bisa membeli smartphone Samsung Galaxy Note 10.

Reksadana campuran telah terbukti mampu memberikan imbal hasil yang menarik dalam jangka menengah untuk membantu pertumbuhan dana Anda. Mengapa reksadana bisa untung?

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana campuran memiliki aset yang nilainya berfluktuasi sehingga memiliki risiko naik turun dalam waktu dekat tetapi berpotensi memberi imbal hasil tinggi dalam jangka panjang. Reksadana jenis ini disarankan untuk investor tipe sedang hingga tinggi dengan tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang (3-5 tahun).

(KA01/hm)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.