Kamis, 08 Agustus 2019 12:44:48 WIB

Saham BBRI Bangkit, Dua Reksadana Ini Ikut Melejit

Manulife Greater Indonesia Fund dan Prospera Saham SMC memegang saham BBRI, menurut fund fact sheet per Juni 2019
Arief Budiman
Seorang karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Bareksa.com – Pasar saham kembali bangkit setelah turun empat hari beruntun. Salah satu saham sektor finansial berkapitalisasi besar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga menguat sehingga bisa mendorong keuntungan investor yang memegangnya, termasuk reksadana saham.

Saham BBRI naik 3,65 persen ke level Rp4.250 per saham pada perdagangan Rabu (07 Agustus 2019). Volume transaksi perdagangan BBRI kemarin tercatat sebanyak 1,47 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp618,15 miliar.


Lonjakan saham BBRI yang terjadi pada perdagangan kemarin berpotensi turut mendorong kinerja reksadana yang memiliki saham tersebut dalam portofolionya. Berdasarkan data Bareksa, setidaknya ada dua reksadana saham di marketplace Bareksa yang memiliki BBRI dalam portofolionya.

Manulife Greater Indonesia Fund dan Prospera Saham SMC adalah dua reksadana saham yang memegang saham BBRI, seperti tertera dalam fund fact sheet mereka per Juni 2019. Kebetulan sekali, kedua reksadana tersebut berada di jajaran teratas imbal hasil harian tertinggi, menurut laporan nilai aktiva bersih per unit kemarin (7 Agustus 2019).

Manulife Greater Indonesia Fund

Reksadana saham ini berhasil mencatatkan kenaikan 1,92 persen pada perdagangan kemarin. Hingga Juni 2019, Manulife Greater Indonesia Fund  telah memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar USD77,80 juta.

Grafik Pergerakan NAB/UP Manulife Greater Indonesia Fund

Sumber: Bareksa

Manulife Greater Indonesia Fund bertujuan untuk menghasilkan peningkatan modal dalam denominasi Dolar Amerika Serikat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan berinvestasi jangka panjang pada Efek Bersifat Ekuitas yang dijual melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek baik di dalam maupun di luar negeri, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Adapun arahan kebijakan investasinya yaitu:

♦ Minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada Efek bersifat Ekuitas

♦ Minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada Instrumen Pasar Uang

Melansir fund fact sheet per Juni 2019, beberapa saham lain yang terdapat dalam portofolio Manulife Greater Indonesia Fund  antara lain:

♦ Astra International Tbk

♦ Bank Mandiri (Persero) Tbk

♦ Gudang Garam Tbk

♦ Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk

Sebagai informasi, Manulife Greater Indonesia Fund dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal USD100. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 14 September 2011 ini bekerja sama dengan bank kustodian Deutsche Bank AG.

Prospera Saham SMC

Reksadana saham ini berhasil mencatatkan kenaikan 1,74 persen pada perdagangan kemarin. Hingga Juni 2019, Prospera Saham SMC juga telah memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp339,92 miliar.

Grafik Pergerakan NAB/UP Prospera Saham SMC

Sumber: Bareksa

Prospera Saham SMC bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan investasi yang optimal dalam jangka panjang dengan memanfaatkan pertumbuhan pasar modal Indonesia, utamanya dengan berinvestasi pada perusahaan berkapitalisasi kecil dan menengah.

Adapun arahan kebijakan investasinya yaitu:

♦ minimum 80 persen dan maksimum 100 persen dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek bersifat ekuitas

♦ minimum nol persen dan maksimum 20 persen dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek Bersifat Utang

Melansir fund fact sheet per Juni 2019, beberapa aset lain yang terdapat dalam portofolio Prospera Saham SMC antara lain:

♦ Adi Sarana Armada Tbk

♦ Astra International Tbk

♦ Bank Mandiri (Persero) Tbk

♦ Bintraco Dharma Tbk

♦ HK Metals Utama Tbk

♦ Kino Indonesia Tbk

♦ M Cash Integrasi Tbk

♦ Mahaka Radio Integra Tbk

♦ Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk

Sebagai informasi, Prospera Saham SMC dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 20 April 2017 ini bekerja sama dengan bank kustodian PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham memiliki eksposur tinggi terhadap saham yang berfluktuasi tinggi, sehingga memiliki risiko jangka pendek tetapi menawarkan potensi besar dalam jangka panjang (high risk high return). Reksadana jenis ini disarankan hanya untuk investor bertipe agresif dan memiliki tujuan jangka panjang.

Untuk kenyamanan investasi, kenali profil risiko dan tujuan investasi sebelum membeli produk reksadana saham. (KA01/hm)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.