Senin, 22 Juli 2019 09:26:11 WIB

Begini Cara Mengoptimalkan Tabungan Umrah di Reksa Dana Syariah

Imbal hasil lebih optimal dibandingkan menabung di tabungan syariah guna mendukung totalitas kekhusyukan ibadah umrah
Abdul Malik
Ilustrasi jamaah sedang melakukan ibadah umrah di depan Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi (shutterstock)

Bareksa.com –  “Labbaykallahumma labbayk, labbayka la syarika laka labbayk. Innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk. La syarika lak.

"Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”


Kalimat tersebut merupakan kutipan kalimat talbiyah yang dibaca saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Menjalankan ibadah umrah ke Baitullah memang menjadi impian setiap umat Muslim. Sebab sejatinya menunaikan umrah, sebagaimana haji, sifatnya wajib meskipun hanya sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Mengutip nu.or.id, ulama Mazhab Syafi’i mendasarkan kewajiban umrah seumur hidup sekali pada hadits shahih riwayat Aisyah RA. Meskipun haji dan umrah hampir serupa, namun keduanya tidak bisa saling menggantikan. Keduanya tidak bisa disamakan dengan kasus mandi dan wudhu dalam konteks bersuci.

“Dari Aisyah radliyallahu anh, beliau berkata wahai Rasulullah apakah wajib bagi para perempuan untuk berjihad? Rasulullah menjawab; Ya, yaitu jihad yang tanpa adanya peperangan yakni haji dan umrah,” (HR. Ibnu Majah dan al-Bihaqi).

Selain menunaikan kewajiban, keutamaan umrah ialah dengan niat mendekatkan diri kepada Allah untuk mendapatkan kekhusyukan dan keikhlasan. Kita bisa beritikaf, shalat di Masjidil Haram, Makkah dan Nabawi, Madinah hingga berziarah ke makam Rasulullah SAW.  

Untuk diketahui, shalat di Masjidil Haram pahalanya 100.000 kali lipat lebih besar dibanding masjid lain, dan shalat di Masjid Nabawi 1000 kali lebih utama dibanding masjid lain. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda, sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat di Masjid Nabawi selama 40 kali berturut-turut, maka dicatat baginya kebebasan dari neraka, selamat dari azab, serta terbebas dari kemunafikan.

Sayangnya biaya untuk pergi umrah tidaklah murah. Karena itu banyak umat Muslim akhirnya hanya bisa bermimpi pergi ke Baitullah. Bahkan, meskipun seandainya kita memiliki cukup dana untuk berhaji, namun kita mesti menunggu antrian hingga 18 tahun. Sehingga umrah bisa menjadi obat kerinduan bagi umat Muslim yang ingin beribadah ke Baitullah.

Selama ini, banyak masyarakat menyiapkan tabungan umrahnya dengan cara menabung biasa di bank atau menitipkannya ke biro travel dan umrah. Padahal sebenarnya ada strategi jitu yang bisa dilakukan agar imbal hasil tabungan umrah kita optimal. Yakni dengan menabung di reksa dana syariah. 

Reksa dana merupakan kumpulan aset investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi. Aset investasi reksa dana berbagai macam, di antaranya surat utang (obligasi) dan saham. Untuk reksa dana syariah, aset investasi tersebut dipilih yang sesuai dengan prinsip syariah.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) juga telah mengeluarkan fatwa No. 20/DSN-MUI/IV/2001 (dokumen lengkap klik tautan ini) yang membolehkan umat Islam untuk berinvestasi di reksa dana syariah.

Simulasi Tabungan Umrah

Di platform Bareksa Umroh, tersedia beberapa paket umrah yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita, dengan jangka waktu perjalanan mulai 9 hari hingga 28 hari. 

Misalnya kita mengambil paket umrah Barokah dengan jangka waktu perjalanan 9 hari yang berbiaya Rp 23.500.000. Jika kita ingin menabung selama 2 tahun atau 24 bulan, maka uang pokok investasi yang harus kita tabung setiap bulannya Rp 979.167.

Paket ini sudah termasuk biaya untuk visa umrah, tiket pesawat PP, bis (transportasi) selama program, hotel sesuai paket, makan 3X sehari, umrah 2X, city tour, guide, hingga asuransi.


Sumber : Bareksa

Jika dana tabungan Rp 979.167 per bulan hanya kita tabung di bank, maka imbal hasil yang didapatkan kurang optimal dan masih harus dipotong pajak 20 persen.

Apalagi jika kita menyicil dana umrah di biro travel, yang justru dilarang oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sebab biro travel umrah tidak memiliki kewenangan sebagai tempat deposito dan mengelola dana masyarakat.

Karena itu, agar tabungan umrah kita optimal maka bisa ditabung di reksa dana pasar uang syariah Cipta Dana Kas Syariah. Reksa dana pasar uang memiliki potensi imbal hasil antara 4,3 persen hingga 6,9 persen per tahun (per 16 Juli 2019) dan tidak dipotong pajak. Begini simulasinya :

 
Sumber : Bareksa

Dengan menggunakan kalkulator investasi Bareksa, kita masukkan rencana investasi Rp 979.167 per bulan dengan jangka waktu investasi selama 24 bulan. Kemudian kita masukkan imbal hasil/return yang diharapkan 6 persen per tahun misalnya.


Sumber : Bareksa

Dari hasil penghitungan kalkulator investasi Bareksa, dalam jangka 24 bulan, dana pokok tabungan kita yang semula Rp 23,5 juta telah bertumbuh menjadi Rp 24,9 juta jika kita menabung di reksa dana syariah.

Dengan dana itu kita sudah bisa membiayai umrah kita di paket Barokah yang senilai Rp 23,5 juta, dan masih ada sisa Rp 1,44 juta yang bisa kita gunakan sebagai tambahan uang saku untuk kebutuhan umrah kita.

Sehingga kita bisa total menjalankan ibadah umrah dengan khusyuk. Nilai itu jauh lebih optimal dibandingkan jika kita hanya menabung biasa di tabungan syariah. 

Reksa dana pasar uang syariah Cipta Dana Kas Syariah dikelola oleh PT Cipta Dana Asset Management, perusahaan manajer investasi yang mengelola berbagai reksa dana sejak tahun 1991.

Cipta Dana Kas Syariah bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang optimal berupa pertumbuhan investasi dengan berusaha tetap mempertahankan nilai investasi awal dan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi guna pemenuhan kebutuhan dana tunai dalam waktu singkat dengan memperhatikan penerapan prinsip syariah di pasar modal.

Per Juni 2019, dana kelolaan reksa dana yang baru dirilis pada Januari 2019 ini telah mencapai Rp 28,5 miliar. Adapun dana kelolaan Cipta Dana Asset Management per Juni 2019 mencapai Rp 4,5 triliun.


Sumber : Bareksa

Kebijakan investasi reksa dana ini ialah 100 persen dari nilai aktiva bersih pada instrumen pasar uang Syariah. Dalam sebulan terakhir (per 16 Juli 2019), reksa dana Cipta Dana Kas Syariah membukukan imbal hasil 1,01 persen.

Jadi tunggu apalagi? Ayo menabung umrah di reksa dana syariah Cipta Dana Kas Syariah di Bareksa Umroh!

Untuk diketahui, PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa), yang mengoperasikan marketplace investasi terintegrasi Bareksa.com, pada 10 Juli 2019 secara resmi telah meluncurkan Bareksa Umroh, platform yang menawarkan layanan rencana simpanan di reksa dana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umrah. Informasi selengkapnya mengenai Bareksa Umroh klik tautan ini

(ADV)

***

Ingin berinvestasi di reksa dana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.