Jumat, 19 Juli 2019 12:00:32 WIB

Jika Sektor Perbankan Terdampak Penurunan Suku Bunga, Amati Dua Reksadana Ini

Selain sektor properti dan konstruksi, salah satu sektor yang akan diuntungkan ialah perbankan
Muhammad Ikhsan B
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dihadapan wartawan di gedung BI, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Hasil RDG tersebut BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp)

Bareksa.com - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 basis point (bps) menjadi 5,75 persen dari sebelumnya 6 persen. Penurunan ini diprediksi akan membawa keuntungan untuk sektor-sektor saham tertentu.

Selain sektor properti dan konstruksi, menurut analisis Bareksa salah satu sektor yang akan diuntungkan dengan penurunan suku bunga ialah sektor perbankan. Sebab, penyaluran kredit dari perbankan juga diperkirakan akan kembali meningkat.


Selain itu, penurunan suku bunga kredit juga bisa membuat rasio kredit bermasalah bank menurun karena kredit macet ikut menurun.

Reksadana Saham Rekomendasi Bareksa Berpotensi Melanjutkan Tren Kenaikan

Pekan lalu, Bareksa telah memberikan rekomendasi seputar reksadana saham. (Baca Juga : Daftar Produk Reksadana Campuran & Saham Rekomendasi Bareksa Juli 2019). Kedua reksadana tersebut, yakni Sucorinvest Equity Fund dan Batavia Dana Saham mempunyai saham-saham sektor perbankan di top holdingsnya, berdasarkan fund fact sheet per Juni 2019.

Jika The Fed benar-benar menurunkan suku bunga di akhir Juli, maka reksadana saham kembali mendapatkan katalis positif untuk melanjutkan tren penguatannya.

Top Holdings Sucorinvest Equity Fund per Juni 2019 :

- PT Aneka Tambang Tbk
- PT Astra International Tbk
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- PTGudang Garam Tbk

Top Holdings Batavia Dana Saham per Juni 2019 :

- PT Astra International Tbk.
- PT Bank Central Asia Tbk.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
- PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Adapun kebijakan investasi kedua reksadana saham tersebut ialah, minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek ekuitas dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang dan setara kas. Sebagai informasi, kedua reksadana saham diatas dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA02/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.