Kamis, 18 Juli 2019 11:32:59 WIB

Jika Suku Bunga Turun, Untung Mana Antara Reksadana Pasar Uang dan Deposito?

Bunga deposito tertinggi tenor 12 bulan kini menawarkan bunga 7 persen belum dipotong pajak
Muhammad Ikhsan B
Ilustrasi berinvestasi di reksadana pasar uang dan deposito (shutterstock)

Bareksa.com – Dalam mewujudkan tujuan perencanaan keuangan di masa depan, tentunya kita harus mempersiapkannya dengan cara menyisihkan uang sejak dini dan kemudian menyimpannya.

Kebanyakan orang masih memilih menempatkan uangnya dalam tabungan di bank, padahal itu bukanlah satu-satunya cara dan belum tentu juga yang terbaik. Saat ini telah banyak produk investasi pasar modal seperti reksadana pasar uang yang bisa menjadi alternatif tempat untuk kita menyimpan uang.


Lantas, apa yang membedakan menyimpan uang dalam deposito dan reksadana? Berikut adalah ulasannya :

Deposito

Kini, sebagian besar masyarakat sudah cukup mengenal deposito perbankan sebagai tempat untuk menyimpan uang. Deposito merupakan produk perbankan berupa simpanan berjangka dengan tingkat bunga tertentu.

Menyimpan uang dalam bentuk deposito memiliki risiko yang rendah dan tingkat keaman yang cukup tinggi. Pasalnya, dalam hal ini terdapat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin uang kita hingga jumlah maksimum Rp2 miliar.

Dengan risiko yang rendah, tingkat keuntungan (bunga) yang dihasilkan deposito pun rendah bahkan tidak lebih tinggi dari tingkat inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Hal ini sesuai dengan prinsip low risk low return. Kita dapat menggunakan deposito ini, untuk tujuan keuangan dalam jangka pendek (1-2 tahun).

Bagi yang ingin menabung di simpanan deposito perbankan, berikut update penawaran bunga deposito perbankan berikut ini, berdasarkan data Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia per 17 Juli 2019. Berikut penawaran bunga deposito yang datanya dihimpun PIPU per 17 Juli 2019 :Reksa Dana

Sumber : Pusat Informasi Pasar Uang

Untuk diketahui return di atas belum termasuk pajak deposito sebesar 20 persen dari keuntungan.

Sebagai contoh, untuk bunga tertinggi tenor 12 bulan ditawarkan oleh Bank OCBC NISP dan CIMB Niaga 7 persen. Jika dikurangi pajak 20 persen, maka net return yang akan diterima investor ialah 5,6 persen per tahun. Bagaimana dengan reksadana pasar uang?

Reksadana Pasar Uang

Reksadana, salah satu instrumen investasi pasar modal, juga telah mulai berkembang di masyarakat sebagai pilihan alternatif investasi.

Reksadana ini sendiri merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang kemudian dana tersebut ditempatkan oleh manajer investasi ke dalam berbagai produk keuangan seperti saham, obligasi, dan deposito.

Reksadana terdiri dari beberapa jenis yakni reksadana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Jika Anda mempunyai profil risiko rendah, maka reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan. Lantas bagaimana perbandingan dengan deposito?

Sumber : Bareksa.com

Untuk diketahui return tersebut sudah termasuk pajak deposito 20 persen dari keuntungan.

Sebagai contoh, untuk return tertinggi tenor 12 bulan diraih oleh Lancar Victoria Merkurius. Jika sudah memperhitungkan pajak 20 persen, maka net return yang akan diterima investor ialah tetap 6,91 persen per tahun.

Lantas, reksadana pasar uang masih terbukti lebih unggul dibanding deposito untuk saat ini, ditambah lagi jika reksadana pasar uang dapat di beli mulai Rp100.000 di Bareksa.

(KA02/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.