Kamis, 18 Juli 2019 09:56:17 WIB

Dua Reksadana Saham Ini Melesat Terdongkrak Lonjakan WSKT

Harga saham WSKT kemarin ditutup melonjak 3,31 persen ke level Rp2.180
Arief Budiman
Alat berat beroperasi di zona 5 pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan. Pembangunan jalur kereta api ringan ini dilakukan oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bareksa.com - Harga saham PT Waskita Karya (Persero)Tbk (WSKT) pada perdagangan Rabu (17/07/2019) ditutup melesat 3,31 persen ke level Rp2.180 per saham. Volume transaksi perdagangan kemarin tercatat sebanyak 421,54 ribu lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp90,57 miliar, meningkat tajam dibandingkan dengan transaksi sehari sebelumnya yang sebanyak 204,43 ribu lot dengan nilai transaksi Rp43,4 miliar.

Sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan kemarin, saham WSKT memang bergerak cukup atraktif dengan telah mencatatkan kenaikan hingga 29,76 persen year to date (YtD).


Di sisi lain, lonjakan saham WSKT yang terjadi pada perdagangan kemarin turut mendorong kinerja reksadana saham yang memiliki saham tersebut dalam portofolionya.

Berdasarkan reksadana saham yang dijual Bareksa, kemarin reksadana saham HPAM Syariah Ekuitas dan Minna Padi Pasopati Saham berhasil mencatatkan kenaikan tertinggi dibandingkan dengan seluruh produk reksadana saham lain.

Keduanya kompak menjadi reksadana saham yang mencatatkan kenaikan di atas 1 persen pada perdagangan sehari, kemarin.

HPAM Syariah Ekuitas


Sumber: Bareksa

Reksadana saham yang dikelola oleh PT Henan Putihrai Asset Management ini mencatatkan kenaikan 1,21 persen pada perdagangan kemarin. Hingga Juni 2019, HPAM Syariah Ekuitas memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) Rp331,84 miliar.

HPAM Syariah bertujuan untuk memberikan pertumbuhan nilai investasi dengan waktu panjang melalui penempatan pada efek syariah dengan mayoritas pada efek bersifat ekuitas yang termasuk dalam daftar efek syariah.

Arah kebijakan investasinya yaitu :

• Minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat ekuitas yang termasuk dalam daftar efek syariah.
• Minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada Surat Berharga Syariah Negara dan/atau sukuk yang mempunyai jatuh tempo lebih dari 1 (satu) tahun atau sisa jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun dan/atau instrumen pasar uang syariah dalam negeri dan/atau deposito syariah.

Sebagai informasi, HPAM Syariah Ekuitas dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp500.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 28 Agustus 2014 ini bekerja sama dengan bank kustodian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Minna Padi Pasopati Saham


Sumber: Bareksa

Reksadana saham yang dikelola oleh PT Minna Padi Aset Manajemen ini mencatatkan kenaikan 1,15 persen pada perdagangan kemarin. Hingga Juni 2019, Minna Padi Pasopati Saham memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp1,3 triliun.

Minna Padi Pasopati Saham bertujuan untuk mempertahankan nilai modal dan mendapatkan tingkat penghasilan yang terus menerus dalam jangka menengah dan panjang dengan cara melakukan investasi portofolio secara aktif pada efek ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi.

Arah kebijakan investasinya yaitu :
• Minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek ekuitas
• Minimum 0 persen dan maksium 20 persen pada deposito dan kas

Sebagai informasi, Minna Padi Pasopati Saham dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp250.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 21 Oktober 2016 ini bekerja sama dengan bank kustodian PT Bank Mandiri Indonesia (Persero) Tbk.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.