Selasa, 26 Maret 2019 07:14:07 WIB

Reksadana Hari Ini : IHSG Melemah, Dua Reksadana Pasar Uang Ini Tetap Meroket

Sucorinvest Money Market Fund dan Lancar Victoria Merkurius mencetak return 1,37 persen dan 1,36 persen YtD 2019
Muhammad Reynaldi Gumay
Ilustrasi berinvestasi di reksadana pasar uang (123rf)

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir per 25 Maret 2019 :

Reksadana Saham


IHSG : -1,75  persen
Indeks Reksadana Saham : -0,72  persen
Avrist Equity-Cross Sectoral : 3,11 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -0,44 persen
Simas Syariah Unggulan : -0,4 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,35 persen
BNP Paribas Equitra : 0,43 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -1,28 persen
Simas Syariah Berkembang : 0,7 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 1,24 persen
Manulife Obligasi Unggulan : 3,06 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,29 persen
Bahana Mes Syariah Fund : 1,71 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,32 persen
Cipta Dana Cash : 0,58 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,13 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,49 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 25 Maret 2019 turun 1,75 persen ke level 6.411,25.  Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp 147 miliar. Benchmark obligasi pemerintah naik ke level 7,6 persen, pada 25 Maret 2019.

Di tengah melemahnya IHSG, reksadana pasar uang dapat dijadikan pilihan untuk menurunkan risiko investasi.

Di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana pasar uang yang mampu mencetak return 1,69 persen dan 1,67 persen sejak awal tahun sampai dengan 25 Maret 2019 (year to date). Dua reksadana itu adalah Sucorinvest Money Market Fund dan Lancar Victoria Merkurius.

Reksadana Sucorinvest Money Market Fund mencetak return 1,69 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multigriya Finansial Tahap V Tahun 2018 Seri A, Obligasi Berkelanjutan II Waskita Karya Tahap I Tahun 2016, Bank BJB Syariah, Bank Bukopin Syariah, dan Bank JTrust Indonesia Tbk.

Reksadana Lancar Victoria Merkurius mencetak return 1,67 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah deposito PT Bank Sulut, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Muamalat, PT Bank Jtrust dan PT Bank Sulselbar.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.