Selasa, 26 Maret 2019 09:01:33 WIB

Berita Hari Ini: Rights Issue BEKS Akhir Tahun; ISAT Bangun 18.000 BTS 4G

ITMG tambah dividen US4159 juta; WIKA perbesar proyek swasta; AGII ekspansi luar jawa
Issa Almawadi

Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa, 26 Maret 2019.

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS)


Rencana perseroan untuk menggelar rights issue mundur hingga akhir tahun ini. Awalnya, perseroan akan menggelar rights issue pada semester I tahun ini. Bank Banten menargetkan bisa meraup dana hingga Rp600 miliar yang berasal dari PT Banten Global Development sebesar Rp309 miliar dan sisanya dari mitra strategis.

Plt Komisaris Utama Bank Banten Media Warman membenarkan pihaknya tengah bernegosiasi dengan bank BRI. “Sekarang sedang proses negosiasi, dan bukan hanya dengan BRI. Ada mitra strategis lain. Dan sekarang ususannya antara Pemprov dengan BRI,” ujar dia. Media juga menyempaikan, pihaknya sudah bertemu OJK dan sudah ada kesepakatan yang dituangkan.

PT Indosat Tbk (ISAT)

Perseroan berencana untuk menambah 18.000 BTS jaringan 4G di tahun ini. Dengan rencana itu, maka perseroan akan memiliki 44.100 BTS dari posisi tahun lalu 26.100. Sambil menambah BTS baru, perseroan tak lupa mengoptimalkan jaringan 4G plus hingga 350-450 MHz, melalui teknologi carrier agregation.

Direktur Utama Indosat Chris Kanter mengatakan, jaringan 4G plus perseroan telah menjangkau 422 kota/kebupaten. Jumlah itu sekitar 80 persen dari populasi masyarakat Indonesia. Indosar menargetkan dapat menjangkau 87 persen populasi masyarakat Indonesia di akhir tahun ini. Perseroan juga akan menambah 4.200 site 4G yang akan terhubung dengan jaringan fiber menjadi 30 persen.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Perseroan akan membagikan dividen lagi bulan depan.  Perseroan memutuskan nilai Rp2.045 per saham atau setara dengan US$159 juta. Pemegang saham yang berhak untuk mendapat dividen adalah mereka yang tercatat sampai 5 April 2019. Sementara, untuk tanggal pembayaran dividen akan dilakukan pada 23 April 2019.

Rencana tersebut telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). “Dengan demikian, total dividen yield sepanjang 2018 adalah 15 persen,” ujar Direktur Indo Tambang Yulius Kurniawan Gozali. Sebelumnya, pada Oktober 2018, perseroan telah membagikan dividen interim senilai Rp1.420 atau setara US$102,5 juta.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

Jelang tutup kuartal I tahun ini, perseroan telah memperoleh kontrak baru hingga Rp10,5 triliun. Nilai ini mencapai 17 persen dari target tahun ini Rp61,74 triliun. Dari kontrak yang ada, proyek swasta menyumbang kontribusi 29,73 persen dengan proyek BUMN 29,62 persen dan investasi internal 24,17 persen.

Direktur keuangan WIKA Ade Wahyu memperkirakan, pertumbuhan kontrak baru ke depan bakal berasal dari proyek infastruktur. Adapun target pertumbuhan pendapatan dan laba di kuartal I bisa naik 20 persen. Direktur Utama WIKA Tumiyana menambahkan, pihaknya menargetkan pendapatan Rp42 triliun dengan rasio margin bisa di atas 12 persen.

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII)

Pereroan akan membangun filling station baru. Rencananya akan ada 10 filling station dengan nilai investasi untuk satu filling station adalah US$1 juta. Presiden Direktur Perseroan Rachmat Harsono menyampaikan, pembangunan filling station tersebut masih dalam proses pembangunan dan tidak hanya fokus di pulau Jawa saja.

Di luar Jawa, perseroan sudah merambah wilayah Sumatra bagian Utara seperti Banda Aceh, Medan, Batam, Tebing Tinggi, Pekanbaru. Selain itu ada juga wilayah Sumatra bagian Selatan seperti Jambi Palembang, dan Lampung.