Senin, 25 Maret 2019 09:47:30 WIB

Reksadana Ini Ikut Terkerek Lonjakan Harga Saham dan Market Cap BBRI

Saham BBRI tercatat sebagai saham paling banyak diburu asing sepanjang pekan lalu
Arief Budiman
Ilustrasi investor yang gembira dengan hasil investasinya di reksadana saham (123rf)

Bareksa.com - Pada perdagangan Jumat, 22 Maret 2019 harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ditutup menguat 2,01 persen di level Rp4.060 sekaligus mencetak rekor. Hal tersebut menyebabkan kapitalisasi pasar (market cap) BBRI menembus angka Rp500,78 triliun.

Dengan pencapaian tersebut, saham BBRI menyalip posisi OCBC asal Singapura yang memiliki market cap Rp497,8 triliun. BBRI per akhir pekan lalu menduduki posisi ketiga terbesar di kawasan Asia Tenggara.


Saham BBRI sepanjang pekan lalu juga merupakan saham terbanyak diburu asing dengan nilai net buy Rp1,01 triliun.

Saham-saham yang terbanyak diburu oleh investor asing dalam sepekan kemarin :

1. Saham BBRI (Rp1,01 triliun)
2. Saham BBNI (Rp453,8 miliar)
3. Saham BMRI (Rp182,29 miliar)
4. Saham CTRA (Rp180,68 miliar)
5. Saham HMSP (Rp116,12 miliar)

Selain itu, saham BBRI saat ini kokoh di peringkat kedua sebagai saham dengan market cap tertinggi di bursa saham Indonesia, hanya kalah dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) di urutan pertama dengan nilai Rp676,78 triliun.


Sumber: Bareksa

Adapun sejak awal tahun, kinerja saham BBRI telah mengalami kenaikan hingga 10,93 persen. Investor asing juga aktif memborong emiten perbankan BUMN ini dengan nilai pembelian bersih (net buy) mencapai Rp5,62 triliun, atau yang terbesar dibandingkan seluruh saham lain yang ada di bursa.

Kinerja Reksadana

Seiring dengan pertumbuhan harga saham BBRI, reksadana yang memiliki saham ini dalam portofolionya juga ikut mengalami kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Di marketplace investasi Bareksa, setidaknya ada satu reksadana yang memegang saham BBRI sebagai salah satu aset terbesar dalam portofolionya dan ikut menguat sepanjang tahun berjalan ini.

Reksadana saham tersebut adalah Avrist Equity - Cross Sectoral yang dikelola oleh PT Avrist Putihrai Asset Management. Sebagai informasi, reksadana saham ini secara year to date (per 22 Maret 2019) sudah membukukan keuntungan mencapai 20,34 persen, fantastis!

Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai tolok ukur (benchmark) pasar modal Indonesia mencatatkan pertumbuhan 5,34 persen. Sementara itu, Indeks Reksadana Saham Bareksa yang mencerminkan kinerja reksadana sejenis hanya tumbuh 4,03 persen.

Perbandingan Return NAB Reksadana Avrist Equity - Cross Sectoral, IHSG, Indeks Reksadana Saham


Sumber: Bareksa

Reksadana yang meluncur sejak 15 Mei 2013 ini memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) Rp2,05 miliar per Februari 2019. Bank Kustodian reksadana ini adalah Standard Chartered Bank.

Avrist Equity - Cross Sectoral bertujuan untuk memberikan pertumbuhan jangka panjang dengan risiko yang sepadan melalui investasi pada saham dengan valuasi yang menarik dan memiliki potensi pertumbuhan yang kuat.

Adapun kebijakan investasi Avrist Equity - Cross Sectoral yaitu:

• Minimum 80 persen dan maksimum 98 persen pada efek bersifat ekuitas
• Minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada efek bersifat utang
• Minimum 2 persen dan maksimum 20 persen pada Instrumen pasar uang dan/atau deposito

Selain memiliki saham BBRI, reksadana ini juga memegang sejumlah saham sebagai aset terbesar dalam portofolio investasinya. Aset tersebut adalah saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Perlu diingat, reksadana saham merupakan jenis reksadana yang memiliki keuntungan serta risiko yang lebih tinggi dibandingkan jenis reksadana lainnya. Karena itu, jenis reksadana ini disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan sebaiknya untuk investasi jangka panjang.

Untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Untuk mempelajari lebih lanjut soal menabung di reksadana, baca ini : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.