Senin, 25 Maret 2019 09:29:56 WIB

Market Cap Tembus Rp500,78 Triliun, Ini Prospek Saham BBRI

Saham BBRI berhasil menjadi bank terbesar ketiga di Asia berdasarkan kapitalisasi pasar
Arief Budiman
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Suprajarto (kedua kanan) bersama Direktur Keuangan Haru Koesmahargyo (kanan), Direktur Konsumer Handayani (tengah), Direktur Kepatuhan Achmad Solichin Lutfiyanto (kedua kiri) dan Direktur Mikro dan Kecil Priyastomo (kiri). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bareksa.com - Bank pelat merah Tanah Air, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil menjadi bank terbesar ketiga di Asia Tenggara berdasarkan kapitalisasi pasar (market cap), setelah sahamnya menembus rekor tertinggi baru.

Pada penutupan perdagangan saham akhir pekan lalu, Jumat (22/03/2019) saham BBRI mencetak rekor dengan ditutup pada level Rp4.060 alias menguat 2,01 persen. Hal tersebut menyebabkan market cap saham BBRI menembus Rp500,78 triliun.


Dengan pencapaian tersebut, saham BBRI menyalip posisi OCBC asal Singapura yang memiliki market cap Rp497,8 triliun. BBRI per akhir pekan lalu menduduki posisi ketiga terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, saham BBRI saat ini kokoh di peringkat kedua sebagai saham dengan market cap tertinggi di bursa saham Indonesia, hanya kalah dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) di urutan pertama dengan nilai Rp676,78 triliun.


Sumber: Bareksa

Sejak awal tahun, kinerja saham BBRI telah mengalami kenaikan hingga 10,93 persen. Investor asing juga aktif memborong emiten perbankan BUMN ini dengan nilai pembelian bersih (net buy) mencapai Rp5,62 triliun,atau yang terbesar dibandingkan seluruh saham lain yang ada di bursa..

Sebagai informasi, BBRI berhasil meraih laba bersih Rp32,4 triliun pada 2018, tumbuh 11,6 persen dibandingkan pada 2017. Raihan laba 2018 membuat BBRI mempertahankan predikat sebagai bank paling menguntungkan di Indonesia.

Pencapaian laba pada 2018 didukung oleh pendapatan fee based income yang tumbuh 22,7 persen menjadi Rp23,4 triliun dari tahun sebelumnya tercatat Rp19,1 triliun. Sementara itu, pendapatan net interest income BRI mencapai Rp77,7 triliun.

Direktur Utama Bank BRI Suprajarto mengatakan naiknya laba juga disebabkan oleh peningkatan efisiensi yang tercermin dari menurunnya rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) BRI. BOPO pada akhir 2018 tercatat 70 persen, turun 70 basis poin dari setahun sebelumnya.

"Kinerja keuangan BRI tumbuh berkelanjutan ditopang sektor UMKM. Pertumbuhan positif dan sustainable dengan UMKM sebagai core business. Hal tersebut menjadikan BRI bank UMKM terbesar di Indonesia," ujar Suprajarto dalam paparan kinerja BRI 2018 di Jakarta, Rabu (30/01/2019).

Selain menjadi bank yang paling menguntungkan di Tanah Air, Bank BRI juga mempertahankan predikatnya sebagai bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Bank BRI mencatatkan aset pada akhir 2018 sebesar Rp1.296,9 triliun, naik 15,2 persen dari setahun sebelumnya yang tercatat Rp1.126,2 triliun.

(KA01/AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.