Jumat, 22 Maret 2019 18:05:13 WIB

Ingin Siapkan Dana Pendidikan S2 Kamu dengan Nabung Reksadana? Begini Caranya

Biaya kuliah S2 di dalam negeri di kisaran Rp50 juta hingga Rp60 juta, adapun di luar negeri sekitar Rp400 juta.
Gita Rossiana
Ilustrasi menyiapkan dana pendidikan kuliah S2 dengan menabung di reksadana (123rf)

Bareksa.com - Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mungkin menjadi impian bagi banyak orang. Namun kadang impian tersebut tertunda lantaran faktor ekonomi atau faktor yang lainnya.

Ada beberapa orang yang segera melupakan impian tersebut karena sudah memiliki kesibukan lain. Akan tetapi, ada pula yang tetap konsisten menggapainya dengan berbagai cara. Beasiswa bisa menjadi salah satu cara bagi pekerja ataupun lulusan perguruan tinggi untuk melanjutkan pendidikannya.


Namun tidak semua orang bisa mendapatkan beasiswa karena ada beberapa persyaratan khusus yang harus disiapkan sejak dini. Apalagi kalau mengajukan beasiswa pendidikan ke luar negeri, ada banyak persyaratan yang cukup rumit termasuk harus menguasai bahasa asing.

Bagi kamu yang memiliki orang tua berkecukupan, mungkin melanjutkan pendidikan tinggi bukanlah perkara besar. Bahkan kadang keinginan ini malah bukan datang dari anaknya, namun dari orang tuanya. Apalagi masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi orang yang pendidikan tinggi.

Lalu, bagaimana dengan kamu yang orang tuanya tidak berkecukupan, tidak bisa memenuhi persyaratan beasiswa, namun tetap mau melanjutkan sekolah tinggi?

Pertama, harus ditentukan terlebih dahulu tujuan universitasnya. Lalu, pilihan studinya dan perkiraan biaya hidup di daerah kampus tersebut. Kalau misalnya, kamu memilih melanjutkan pendidikan di dalam negeri, mungkin biayanya lebih murah. Tetapi jika kamu ingin kuliah ke luar negeri, maka harus bekerja keras. Sebab tentu biaya hidupnya tidak murah.

Berdasarkan penelusuran Bareksa, biaya per semester kuliah S2 di salah satu universitas negeri maupun swasta di Jakarta di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta atau Rp50 juta hingga Rp60 juta sampai lulus kuliah. Biaya kuliah tersebut berbeda-beda, tergantung jenis kampus dan akreditasinya. Jumlah itu belum termasuk biaya perlengkapan kuliah dan biaya akomodasi sehari-hari

Kemudian, apabila kamu memilih kuliah S2 di luar negeri, ke Eropa misalnya, maka biayanya akan jauh lebih tinggi. Biaya yang harus dicover tidak hanya biaya kuliah, namun juga biaya pembuatan visa, akomodasi dan biaya lainnya.

Memang ada beberapa negara di Eropa yang tidak mengenakan biaya kuliah S2 alias gratis, misalnya di Norwegia. Namun biaya hidup di sana mencapai US$17.100 per tahun atau sekitar Rp240 juta per tahun.

Sedangkan di negara lain, di Inggris misalnya, biaya kuliahnya mencapai US$14.000 hingga US$42.000 per tahun dengan biaya hidup mencapai US$16.000 per tahun. Total untuk biaya kuliah S2 di luar negeri bisa mencapai Rp400 juta.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar impianmu melanjutkan kuliah S2 bisa terwujud?

Bagi kamu yang saat ini bekerja dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, ada baiknya mulai berinvestasi dari sekarang.

Salah satu instrumen yang bisa digunakan adalah reksadana. Sebab reksadana memiliki beragam produk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik dan jangka waktu.

Untuk kamu yang ingin melanjutkan pendidikan di dalam negeri, jangka investasinya bisa lebih cepat, yakni 3 tahun saja dengan menggunakan reksadana campuran, Shinhan Balance Fund dari PT Shinhan Asset Management.

Dana yang bisa kamu disisihkan untuk bisa mengumpulkan dana sekitar Rp50 juta adalah dengan menabung Rp100.000 sebagai investasi awal dan Rp1,2 juta per bulan selama 3 tahun.


Sumber : Bareksa

Maka hasilnya akan sebagai berikut :


Sumber : Bareksa

Dalam tiga tahun dana pokok investasi Rp43,3 juta telah meraih imbal hasil investasi Rp13,8 juta, sehingga total dana kamu telah bertumbuh menjadi Rp57 juta. Simulasi ini mengandaikan kamu telah mulai menabung sejak 3 tahun lalu.

Sementara apabila kamu ingin kuliah S2 di luar negeri, maka jangka waktu investasinya harus lebih lama, bisa mencapai kurang lebih 10 tahun dan nilai investasinya juga diperbesar.

Andaikan kamu berinvestasi di reksadana campuran Sucorinvest Flexi Fund kelolaan PT Sucor Asset Management dengan menyisihkan dana minimal Rp2 juta per bulan dan investasi awal Rp100.000.


Sumber : Bareksa

Maka, hasilnya akan sebagai berikut :


Sumber : Bareksa

Dari hasil simulasi tersebut, kamu telah berhasil mengumpulkan total dana Rp436 juta, hasil dari dana pokok investasi Rp240,1 juta dan imbal hasil investasi Rp196,4 juta. Simulasi ini mengandaikan kamu telah menabung sejak 10 tahun lalu.

Dengan dana sebesar itu, kamu tidak hanya bisa membiayai sendiri kuliah S2 ke luar negeri, namun juga untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Untuk mempelajari lebih lanjut soal menabung di reksadana, baca ini : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.