Jumat, 22 Februari 2019 14:38:46 WIB

Top 5 Reksadana Campuran Bareksa, Tiga Tahun Untung sampai 77 Persen

Reksadana campuran memiliki risiko yang tinggi dengan potensi keuntungan yang tinggi juga
Hanum Kusuma Dewi
Untuk investor yang memiliki tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang (tiga hingga lima tahun), reksadana jenis campuran bisa menjadi pilihan. Reksadana jenis ini mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi, mulai dari saham, obligasi, dan dikombinasikan dengan instrumen pasar uang (deposito).

Bareksa.com - Tujuan utama kita berinvestasi adalah mendapatkan imbal hasil (return) yang maksimal sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan di masa depan tanpa khawatir adanya inflasi. Investasi reksadana bisa menjadi pilihan bagi masyarakat karena modalnya terjangkau dan kini bisa dibeli secara online, seperti di marketplace investasi Bareksa.

Untuk investor yang memiliki tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang (tiga hingga lima tahun), reksadana jenis campuran bisa menjadi pilihan. Reksadana jenis ini mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi, mulai dari saham, obligasi, dan dikombinasikan dengan instrumen pasar uang (deposito).


Secara lebih rinci, reksadana campuran menempatkan asetnya maksimal 79 persen di saham atau obligasi. Di dalam portofolio reksadana campuran harus ada instrumen saham, obligasi, dan pasar uang.

Tujuan reksadana campuran adalah untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap (yang memiliki aset mayoritas pada aset obligasi).

Di marketplace investasi Bareksa, saat ini terdapat 36 produk reksadana campuran yang bisa dibeli. Dalam jangka waktu tiga tahun (hingga 21 Februari 2019), mayoritas produk reksadana ini bisa memberikan return positif.

Bahkan, lima reksadana campuran terbaik di Bareksa dari sisi return bisa memberikan keuntungan 43,64 persen hingga 77,39 persen dalam tiga tahun. Kelima reksadana tersebut adalah Sucorinvest Flexi Fund, Shinhan Balance Fund, Simas Satu Prima, Cipta Dinamika, dan TRIM Kombinasi 2.

Berikut rincian lengkapnya.


Dalam tiga tahun terakhir, kelima produk reksadana campuran tersebut memberikan return lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 39,17 persen yang dicatatkan oleh indeks harga saham gabungan (IHSG), sebagai acuan untuk pasar modal Indonesia. Selain itu, kinerja mereka juga lebih tinggi dibandingkan reksadana sejenis, tercermin dalam indeks reksadana campuran Bareksa, yang tumbuh 12,98 persen dalam tiga tahun terakhir.

Grafik Perbandingan Return Reksadana Campuran dengan IHSG dan Indeks Reksadana Campuran Bareksa Tiga Tahun

 

Sumber: Bareksa.com

Perlu diingat, reksadana campuran memiliki risiko yang tinggi dengan potensi keuntungan yang tinggi juga dan cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang. Untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.