Jumat, 11 Januari 2019 15:10:30 WIB

IHSG Tembus Rekor Tertinggi Sejak 14 Maret 2018, Ini Faktor Pendorongnya

Selain tren net buy investor asing, IHSG mendapat dukungan dari penguatan Rupiah
Issa Almawadi
Sejumlah karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (24/5). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Bareksa.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan kedua tahun ini dengan level tertinggi sejak 14 Maret 2018. Pada hari ini (Jumat, 11 Januari 2019) IHSG berada pada level 6.361,46 atau naik 0,52 persen dari penutupan hari sebelumnya 6.328,71.

IHSG secara year to date telah naik 2,7 persen dan berada pada posisi ke tiga di ASEAN atau posisi ke empat di Asia Pasifik.


Dalam dua pekan pertama tahun ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rata-rata nilai transaksi harian Rp8,57 triliun dengan kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp7.218 triliun. Pada posisi ini, IHSG diperdagangkan pada level average PER 15 kali dengan average PBV 2,6 kali.

IHSG juga diwarnai net buy asing dengan total nilai Rp4,04 triliun. Sementara untuk hari ini saja, net buy asing mencapai Rp812,91 miliar.

Secara total, BEI mencatat nilai transaksi Rp68,5 triliun. Dari jumlah ini, investor domestik masih menguasai transaksi dengan nilai Rp46,4 triliun sementara sisanya atau sebesar Rp22,1 triliun berasal dari transaksi investor asing.

Stock Trading Snapshot

 

Sumber: BEI

Menurut Equity Technical Analyst Lanjar Nafi menuturkan, kebijakan pemerintah mengenai DP 0 persen untuk kredit kendaraan roda dua dan empat menjadi sentimen positif. “Investor asing yang kembali tercatat net buy cukup besar melanjutkan tren capital inflow mendorong pergerakan saham kembali optimis. Sementara Rupiah terpantau tertahan dengan menguat 0,04 persen kelevel Rp 14.048 per US$,” ujar Lanjar dalam risetnya.

Lanjar menambahkan, IHSG secara teknikal bergerak menguji upper bollinger bands dengan pola terkonsolidasi. Candlestick membentuk northern star dengan indikasi terkoreksi jangka pendek menutup gap. Indikator stochastic terkonsolidasi dan Momentum RSI pada area overbought menjadi pemberat pergerakan diawal pekan depan.

“Sehingga di perkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertekan dengan support resistance 6.302-6.370. Saham yang masih dapat dicermati diantarnya INKP, TKIM, TPIA, INTP, TLKM,” tambahnya.

(AM)