Kamis, 12 November 2015 14:23:50 WIB

Bareksa FundRank: Top-5 Reksa Dana Saham Berkinerja Terbaik Kuartal III 2015

Meski mayoritas terpuruk, masih ada sejumlah reksa dana saham yang mencatatkan kinerja di atas IHSG.
Suhendra
Pialang mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (Antara Foto/Yudhi Mahatma)

Bareksa.com - Industri reksa dana, khususnya reksa dana saham, mengalami tekanan sejak September lalu. Hampir dua per tiga dari 143 produk reksa dana saham yang diamati tim riset Bareksa sejak September 2014 mengalami koreksi hingga puluhan persen (double digit). Secara keseluruhan, industri reksa dana saham terkoreksi sebesar 19,05 persen dalam setahun.

Kondisi ini secara tidak langsung terimbas oleh perlambatan ekonomi di  Indonesia dan ketidakpastian ekonomi dunia. Keadaan diperparah dengan rendahnya penyerapan anggaran pemerintah yang sebelumnya diharapkan mampu mendorong laju ekonomi yang sedang melambat. (Baca juga: Penyerapan Kontrak Baru BUMN Karya Lambat)


Perlambatan ekonomi mengakibatkan kinerja sejumlah perusahaan menurun. Penurunan kinerja ini dibayar oleh turunnya harga efek, dan selanjutnya ikut memukul kinerja portofolio reksa dana saham.

Namun, ternyata masih ada 54 reksa dana saham yang mencatatkan kinerja di atas IHSG sebagai benchmark­-nya. Dari sejumlah reksa dana tersebut, tersaring lima reksa dana saham terbaik berdasarkan Barometer Bareksa*. Kelima reksa dana tersebut adalah Schroder Dana Prestasi Plus, Schroder Dana Prestasi, Schroder 90 Plus Equity Progresif, Simas Saham Unggulan, dan Danareksa Mawar Konsumer 10.

Profil 5 Reksa Dana Saham Terbaik versi Bareksa

Sumber: Bareksa.com

Berdasarkan analisis tim Bareksa, kelima produk reksa dana saham terpilih memiliki kemiripan dalam alokasi portofolionya. Kelima produk reksa dana tersebut setidaknya memiliki satu saham perbankan.

Di antara kelimanya, porsi saham perbankan paling banyak dimiliki oleh Danareksa Mawar Konsumer 10. Berdasarkan Fund Factsheet-nya, Danareksa Mawar Konsumer 10 memiliki portofolio saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Analis Bareksa menilai besarnya koreksi yang dialami reksa dana Danareksa Mawar Konsumer 10 dibandingkan empat reksa dana saham terbaik lainnya berkorelasi positif dengan penurunan harga saham-saham perbankan yang dimilikinya.

Grafik: Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham Terbaik Dibandingkan IHSG

Sumber: Bareksa.com

Grafik: Perbandingan Pergerakan Reksa Dana Danareksa Mawar Konsumer 10 dengan Indeks Finance

Sumber: Bareksa.com

Selain memiliki saham perbankan, empat dari lima produk reksa dana saham tersebut juga memiliki porsi saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang cukup besar. Kepemilikan saham UNVR ini menjadi salah satu penahan koreksi yang dialami empat reksa dana tersebut. Selama setahun, saham UNVR tercatat naik 19,5 persen dari sebelumnya Rp31.800 per saham pada 30 September 2014.

Selain saham UNVR, saham penahan koreksi lainnya adalah saham-saham sektor konstruksi, seperti PT PP Tbk (PTPP) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Namun, hanya produk Schroder Dana Prestasi dan Simas Saham Unggulan yang memiliki porsi besar untuk sektor konstruksi dibandingkan tiga reksa dana saham lainnya.

Berdasarkan data Bareksa, Schroder Dana Prestasi memilih untuk mengoleksi saham WSKT. Sementara Simas Saham Unggulan memilih mengoleksi saham PTPP.

Sebagai informasi, harga saham PTPP naik tajam 61,16 persen. Sementara saham WSKT melonjak 85,63 persen sepanjang periode 30 September 2014 - 30 September 2015.

Grafik: Perbandingan Pergerakan Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PP Tbk (PTPP)

Sumber: Bareksa.com

(Laporan lengkap Bareksa FundRank bisa dilihat di tautan ini)

 

*Metode Pemilihan Reksa Dana Terbaik Bareksa

Dalam melakukan pemilihan reksa dana, tim Bareksa menggunakan Barometer Bareksa yang diformulasikan dengan memasukkan komponen perubahan jumlah dana kelolaan (AUM) reksa dana, performa return reksa dana terhadap benchmark, dan persebaran nilai risiko terhadap return dari reksa dana yang direpresentasikan oleh Sharpe Ratio.