Kamis, 12 November 2015 14:50:38 WIB

Bareksa FundRank: Top-5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Kuartal III 2015

Return reksa dana pendapatan tetap berhasil mengalahkan return reksa dana saham.
Suhendra
Teller di Bank Indonesia menghitung gepokan rupiah, 27 Oktober 2014 (Reuters/Darren Whiteside)

Bareksa.com - Nasabah reksa dana pendapatan tetap bisa tersenyum lebar karena di tengah perlambatan ekonomi, dana investasi mereka mampu tumbuh positif. Bahkan, return reksa dana pendapatan tetap berhasil mengalahkan return produk-produk reksa dana saham.

Kondisi ini bukan tanpa sebab. Selain faktor pasar saham yang sedang tertekan, tingginya return yang diperoleh produk reksa dana pendapatan tetap juga disebabkan oleh tambahan income berupa pembayaran bunga obligasi yang dibayarkan setiap bulan oleh penerbit obligasi.


Grafik: Perbandingan Return Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan Reksa Dana Saham

Sumber: Bareksa

Dari 160 produk reksa dana pendapatan tetap, Bareksa memilih lima reksa dana terbaik, yaitu BNI-AM Pendapatan Tetap, Dana Pasti, Danamas Stabil, CIMB-Principal Bond, dan PNM Dana Tumbuh. Kelimanya terpilih berdasarkan Barometer Bareksa* yang di dalamnya memperhitungkan berbagai komponen.

Profil 5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik versi Bareksa

Sumber: Bareksa.com

Grafik: Perbandingan Kinerja Reksa Dana Terbaik terhadap Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap

Sumber: Bareksa.com

Hampir seluruh reksa dana pilihan Bareksa bergerak seiring pergerakan indeks reksa dana pendapatan tetap. Hanya produk reksa dana Danamas Stabil dan Dana Pasti yang bergerak tidak mengikuti indeks reksa dana pendapatan tetap.

Dari tiga reksa dana yang bergerak searah indeks reksa dana pendapatan tetap, reksa dana BNI-AM Pendapatan Tetap tercatat naik signifikan, terutama pada periode Januari - Maret 2015. Kenaikan ini didorong oleh capital gain setelah lonjakan harga obligasi jangka panjang pemerintah (Obligasi Seri FR0071).

Tim riset Bareksa meyakini reksa dana BNI-AM Pendapatan Tetap  memiliki porsi besar obligasi pemerintah jangka menengah hingga jangka panjang pada periode tersebut. Hal ini juga diperkuat oleh korelasi yang tinggi antara pergerakan BNI-AM Pendapatan Tetap dengan Obligasi FR0071.

Kenaikan harga obligasi jangka menengah-panjang ini tidak terlepas dari ekspektasi positif akan membaiknya kondisi Indonesia setelah Presiden Joko Widodo terpilih dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Dibandingkan dengan obligasi jangka pendek, obligasi jangka menengah-panjang lebih responsif terhadap kondisi perekonomian yang terjadi.

Grafik: Perbandingan Kinerja BNI-AM Pendapatan Tetap dan Obligasi Pemerintah Seri FR0071

Sumber: Bareksa.com

Selain reksa dana BNI-AM Pendapatan Tetap, reksa dana lainnya yang menarik diamati adalah reksa dana CIMB-Principal Bond. Alasannya, pada awal April Nilai Aset Bersih (NAB)-nya melonjak. Sebenarnya, hal ini bukan karena kinerja reksa dana CIMB-Principal Bond mengalami lonjakan return, akan tetapi lebih disebabkan adanya dana investor yang masuk secara signifikan pada bulan tersebut. Tim riset Bareksa mencatat ada tambahan Unit Penyertaan (UP) dalam bentuk dolar AS pada periode tersebut.

Grafik: Lonjakan Dana Kelolaan CIMB-Principal Bond

Sumber: Bareksa.com

Reksa dana Danamas Stabil dan Dana Pasti juga menarik diamati. Pergerakan kedua produk reksa dana tersebut tidak mempunyai korelasi tinggi dengan indeks reksa dana pendapatan tetap secara keseluruhan.

Keduanya justru memiliki korelasi yang besar terhadap Indeks Reksa Dana Pasar Uang. Meski demikian, kedua reksa dana itu--sebagaimana dijelaskan dalam fund factsheet–nya--tetap mengalokasikan dananya ke instrumen berupa surat utang (obligasi).

Grafik: Perbandingan Kinerja Danamas Stabil dan Dana Pasti dan Indeks Reksa Dana Pasar Uang

Sumber: Bareksa.com

Setelah diamati, ternyata kedua produk reksa dana tersebut banyak mengalokasikan dana kelolaan pada produk obligasi korporasi. Dibandingkan obligasi pemerintah, pergerakan obligasi korporasi memang bergerak relatif konstan. Hal ini dikarenakan transaksi obligasi korporasi cenderung kecil. Selain itu juga mempunyai fluktuasi harga yang rendah.

Obligasi korporasi juga menawarkan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dibanding obligasi pemerintah. Sebagai perbandingan, Obligasi Berkelanjutan I Astra Sedaya Finance Tahap 1 Tahun 2012 bertenor 5 tahun menawarkan Yield To Maturity (YTM) sebesar 14,54 persen, lebih besar dibandingkan dengan yield sebesar 8,77 persen yang ditawarkan ORI 010 bertenor 4 tahun ataupun 7,78 persen yang ditawarkan obligasi pemerintah seri FR0055 bertenor 6 tahun.

(Laporan lengkap Bareksa FundRank bisa dilihat di tautan ini)

 

*Metode Pemilihan Reksa Dana Terbaik Bareksa

Dalam melakukan pemilihan reksa dana, tim Bareksa menggunakan Barometer Bareksa yang diformulasikan dengan memasukkan komponen perubahan jumlah dana kelolaan (AUM) reksa dana, performa return reksa dana terhadap benchmark, dan sebaran nilai risiko terhadap return yang dihasilkan reksa dana yang direpresentasikan oleh Sharpe Ratio.