Kamis, 12 November 2015 14:51:43 WIB

Bareksa FundRank: Top-5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Kuartal III 2015

Di tengah gejolak pasar saham, reksa dana pasar uang menjadi "tempat parkir" sementara bagi para investor.
Suhendra
Petugas bank di Jakarta menghitung uang dolar AS dan rupiah (Antara Foto/Yudhi Mahatma)

Bareksa.com - Selain reksa dana pendapatan tetap, produk reksa dana pasar uang juga mencatatkan hasil investasi positif di tengah ekonomi yang melambat. Bahkan, return yang dihasilkan reksa dana jenis ini paling tinggi dibanding tiga produk reksa dana lainnya.

Kinerja positif ini tak lepas dari karakteristik reksa dana pasar uang yang relatif tidak terpengaruh oleh perlambatan ekonomi nasional. Hal ini didukung oleh kebijakan investasi produk reksa dana pasar uang yang menempatkan mayoritas dana kelolaannya dalam instrumen deposito dan obligasi jangka pendek.


Grafik: Perbandingan Return Indeks Reksa Dana Pasar Uang dengan Indeks Reksa Dana Lainnya

Sumber: Bareksa

Hal ini menjadi salah satu pertimbangan investor untuk “memarkir” dana mereka di instrumen investasi yang satu ini. Berdasarkan data Bareksa, dana kelolaan reksa dana pasar uang meningkat menjadi Rp30,78 triliun dalam waktu satu tahun dari sebelumnya Rp19,93 triliun pada 30 September 2014.

Grafik: Perbandingan Market Share Reksa Dana September 2014 Vs Market Share Reksa Dana September 2015

Sumber: Bareksa

Namun, patut dicatat bahwa kinerja rata-rata reksa dana pasar uang pada periode pengamatan ternyata nilainya masih lebih rendah dibanding inflasi dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Artinya, dana yang diinvestasikan oleh investor secara time to value nilainya berkurang dibandingkan dengan inflasi.

Grafik: Perbandingan Indeks Reksa Dana Pasar Uang, Inflasi, dan BI Rate periode September 2014 - September 2015

Sumber: Bareksa

Rendahnya imbal hasil yang ditawarkan oleh rata-rata reksa dana pasar uang ini diperkirakan karena sebagian besar produk reksa dana tersebut mengalihkan sebagian dana kelolaan ke instrumen lain, misalnya deposito dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun.

Hal itu tercermin dari korelasi pergerakan indeks reksa dana pasar uang yang menurun terhadap BI Rate sejak 1 April 2015. Grafik return indeks reksa dana pasar uang pun bergerak lebih melandai dibandingkan BI Rate yang digunakan sebagai benchmark.

Grafik: Perbandingan Indeks Reksa Dana Pasar Uang, Inflasi, dan BI Rate Periode September 2014 - September 2015

Sumber: Bareksa

Meski begitu, setidaknya masih ada 28 produk reksa dana pasar uang yang menghasilkan imbal hasil lebih tinggi dari BI Rate. Dari 28 produk tersebut, terpilih lima produk reksa dana pasar uang terbaik versi Bareksa, yakni Manulife Indonesia Money Market, Bahana Dana Likuid, BNI-AM Dana Likuid, CIMB-Principal Cash Fund, dan Mandiri Kapital Prima.

Profil 5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Bareksa

Sumber: Bareksa

Dari lima produk tersebut, empat reksa dana memiliki korelasi yang sangat tinggi terhadap BI Rate. Hal ini terjadi karena keempat produk reksa dana tersebut mengalokasikan sebagian besar dana kelolaannya dalam bentuk deposito perbankan. Sementara itu, satu reksa dana lainnya—CIMB Principal Cash Fund—lebih banyak mengalokasikan dana kelolaannya pada instrumen obligasi korporasi jangka pendek.

(Laporan lengkap Bareksa FundRank bisa dilihat di tautan ini)

Grafik: Perbandingan Indeks Reksa Dana Pasar Uang, Inflasi, dan BI Rate Periode September 2014 - September 2015

Sumber: Bareksa

*Metode Pemilihan Reksa Dana Terbaik Bareksa

Dalam melakukan pemilihan reksa dana, tim Bareksa menggunakan Barometer Bareksa yang diformulasikan dengan memasukkan komponen perubahan jumlah dana kelolaan (AUM) reksa dana, performa return reksa dana terhadap benchmark, dan sebaran nilai risiko terhadap return yang dihasilkan reksa dana yang direpresentasikan oleh Sharpe Ratio.