Rabu, 13 September 2017 07:48:57 WIB

Reksa Dana Hari Ini : Minim Sentimen, Reksa Dana Simas Bukukan Return Tertinggi

Ditengah minimnya sentimen penggerak di pasar saham, reksa dana Simas Saham Unggulan cetak return 4,32 persen sebulan
Mesthi Andriani
Man fingers setting profit button on highest position. Concept image for illustration of profitability or return on investment, (olivier26 / 123RF Stock Photo)

Bareksa.com - Berikut reksa dana yang diperdagangkan di Marketplace Reksa Dana Bareksa dengan return tertinggi dalam sebulan terakhir :

1) Reksa Dana Saham : Simas Saham Unggulan (4,32 persen)
2) Reksa Dana Saham Syariah : Pratama Syariah (6,71 persen)
3) Reksa Dana Campuran : Pratama Berimbang (3,89 persen)
4) Reksa Dana Campuran Syariah : Pratama Syariah Imbang (5,05 persen)
5) Reksa Dana Pendapatan Tetap : Kehati Lestari (3,55 persen)
6) Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah : Bahana Mes Syariah Fund (4,09 persen)
7) Reksa Dana Pasar Uang : Sucorinvest Money Market Fund (0,77 persen)
8) Reksa Dana Pasar Uang Syariah : Emco Barokah Syariah (0,53 persen)

Benchmark Reksa Dana:

- Inflasi Agustus: -0,07 persen

- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp 100 juta dan tenor satu bulan :
> Bank BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> Bank BNI : 0,354 persen per bulan
> Bank BRI : 0,354 persen per bulan

- IHSG: 1,84 persen
- Indeks Reksa Dana Saham : 1,63 persen
- Indeks Reksa Dana Saham Syariah : 1,71 persen
- Indeks Reksa Dana Campuran : 0,83 persen
- Indeks Reksa Dana Campuran Syariah : 0,43 persen
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap : 2,43 persen
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah : 2,43 persen
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang : 0,35 persen
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang Syariah : 0,3 persen

Summary

Pada perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa, 12 September 2017, pasar saham tampak bergerak mixed. Pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik tipis 0,01 persen ke level 5.872,38. Begitupun indeks sektoral bergerak mixed dengan kenaikan terbesar pada sektor perkebunan 1,19 persen, diikuti sektor barang konsumsi yang menguat 0,52 persen.

Minimnya sentimen positif turut menghambat laju IHSG untuk melanjutkan penguatan. Hal ini pun seiring dengan investor asing yang masih terus melakukan aksi jual di pasar saham. Pada perdagangan kemarin, tercatat asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 399,5 miliar di seluruh pasar. Sehingga secara year to date, asing telah membukukan penjualan bersih sebesar Rp 7,04 triliun di seluruh pasar. Investor tampak masih wait and see atas rilis data ekonomi dalam negeri seperti data penjualan mobil dan motor periode Agustus, rilis neraca perdagangan bulan Agustus serta data ekspor dan impor yang rencananya akan diumumkan di akhir pekan ini.

Meskipun demikian, penguatan tipis di pasar saham turut menopang kinerja reksa dana saham, di mana reksa dana ini menempatkan sebagian besar asetnya pada efek saham. Dalam sebulan terakhir, indeks reksa dana saham bertahan dengan return positif sebesar 1,63 persen. Begitupun dengan reksa dana campuran, yang juga menempatkan saham dalam aset portofolio reksa dananya membukukan return positif 0,83 persen dalam sebulan terakhir.

Berikutnya di pasar obligasi, peningkatan yang terus terjadi di pasar surat utang (obligasi) memberikan ruang bagi sebagian investor untuk merealisasikan keuntungannya terlebih dahulu. Hal ini dapat terlihat dari yield (imbal hasil) obligasi tenor 10 tahun yang menjadi benchmark naik tipis ke level 6,39 persen dalam setahun. Kenaikan imbal hasil obligasi tersebut mencerminkan adanya penurunan pada harga obligasi.

Namun hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja reksa dana pendapatan tetap yang menempatkan sebagian besar asetnya pada obligasi. Dalam sebulan terakhir, rata-rata reksa dana pendapatan tetap membukukan return menarik yakni sebesar 2,43 persen.

Adapun untuk investor penghindar risiko, reksa dana pasar uang menjadi produk yang paling sesuai untuk dipilih. Dalam sebulan terakhir, indeks reksa dana pasar uang stabil di return 0,35 persen. Hal ini dikarenakan jenis reksa dana ini menempatkan asetnya pada deposito dan surat utang jangka pendek yang memiliki risiko fluktuasi pasar rendah dibanding instrumen investasi lainnya seperti saham.

Melihat kondisi tersebut, reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi pilihan investasi yang menarik di pekan ini, dengan pertimbangan masih minimnya sentimen penggerak di pasar saham serta terus berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar saham. Adapun minat investor yang cukup besar terhadap pasar obligasi Indonesia turut menopang kinerja reksa dana pendapatan tetap terus bertumbuh dan bertahan dengan catatan return tertinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya dalam sebulan terakhir.

**

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana..