Rabu, 13 September 2017 09:15:00 WIB

Diminati Investor, KIK EBA PLN Senilai Rp 4 Triliun Oversubscribed 2,4 Kali

PLN berniat melakukan sekuritisasi piutang UBP Suralaya menjadi KIK EBA senilai Rp 10 triliun
Rausyan Fikry
Petugas PLN area pelaksana pemeliharaan (APP) Duri Kosambi melakukan inspeksi harian berupa thermovisi atau pengukuran suhu panas pada paralatan kelistrikan yang ada di Gas Insulated System (GIS) Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu, 26 Juli 2017. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Bareksa.com – Kontrak investasi kolektif (KIK) efek beragun aset (EBA) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,4 kali. Rencananya perseroan bakal menerbitkan KIK EBA tahap I senilai Rp 4 triliun.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro, menjelaskan investor sangat menyambut positif KIK EBA PLN. “Bahkan kelebihan permintaan 2,4 kali,” terangnya di Jakarta, Selasa, 12 September 2017.

Jumlah oversubscribed tersebut mencerminkan permintaan investor terhadap KIK EBA PLN hingga senilai Rp 9,6 triliun. (Lihat juga : Setelah JSMR, PLN Segera Rilis KIK-EBA Rp 10 Triliun pada September)

Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, sebelumnya juga mengakui bahwa animo investor domestik terhadap produk surat utang tersebut cukup tinggi. Sejumlah invstor yang berminat membeli KIK EBA perseroan berasal dari kalangan perbankan, asuransi dan dana pensiun (Dapen).

PLN bakal meluncurkan KIK EBA dengan underlying piutang anak usahaya, PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembbangkitan (UBP) Suralaya. Secara total, PLN berniat melakukan sekuritisasi piutang UBP Suralaya menjadi KIK EBA senilai Rp 10 triliun. Untuk tahap I, perseroan menerbitkan Rp 4 triliun terlebih dahulu. (Baca juga : KIK EBA JSMR Resmi Dicatatkan, Ini Analisis Skema dan Aset yang Disekuritisasi)

Sebenarnya, kata Sarwono, investor asing juga banyak yang berminat terhadap KIK EBA perseroan. Hal itu terlihat saat PLN melakukan penjajakan surat utang tersebut. “Investor asing potensial, tetapi kita belum masuk ke investor asing,” jelas Sarwono. (Baca juga : Investor Domestik dan Asing Minati KIK EBA PLN)