Rabu, 13 September 2017 08:10:00 WIB

Berita Hari Ini : Pemerintah Masih Kejar Target Pajak, BUMI Jual Saham Treasury

Harga saham Emdeki Utama Rp 600, INTA perbesar pendapatan berulang, DILD sukses jual proyek baru
Issa Almawadi
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan mengenai keterbukaan akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan, di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bareksa.com - Berikut adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, 13 September 2017.

Realisasi Pajak

Realisasi penerimaan pajak dari awal tahun hingga 31 Agustus 2017 baru mencapai Rp 685,6 triliun, tumbuh 10,23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun jumlah itu baru merealisasi 53,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) Tahun 2017 sebesar Rp 1.283,57 triliun.

Walau masih jauh dari target, Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis bisa memanfaatkan empat bulan tersisa tahun ini untuk mengejar target pajak. Menkeu menyebutkan, ada sejumlah langkah mengejar target. Salah satunya yaitu terus memonitor kondisi perekonomian, termasuk harga komoditas batu bara yang tengah dalam tren kenaikan.

PT Bumi Resources Tbk

Entitas Grup Bakrie di bisnis tambang batu bara sedang melakukan aksi korporasi. Perseroan akan menjual saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada suatu perusahaan bernama Wyoming International Limited. Saat ini, BUMI memang masih mengempit sisa saham treasury hasil buyback yang dilakukan beberapa tahun lalu.

Jumlah saham treasury emiten dengan kode saham BUMI ini sebanyak 473,21 juta saham. Rencananya, perseroan akan mengalihkan seluruh sisa saham buyback itu dengan menjualnya di luar Bursa Efek Indonesia.

PT Emdeki Utama Tbk

Perseroan menawarkan 307.250.000 saham biasa atas nama atau sebesar 17 persen dari jumlah seluruh modal disetor perseroan setelah penawaran umum perdana saham, yang merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham, dengan Harga penawaran sebesar Rp 600 setiap saham.

Jumlah seluruh penawaran umum perdana saham ini adalah sebanyak Rp 184,35 miliar. Dalam aksinya ini, perseroan mendapat bantuan PT Yuanta Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

PT Intraco Penta Tbk

Perusahaan penjual alat berat ini menargetkan kontribusi pendapatan berulang terhadap total pendapatan tahunan perseroan mencapai 50 persen. Target itu ditetapkan seiring masuknya perseroan ke bisnis pembangkit listrik belakangan ini.

Emiten dengan kode INTA ini mulai merambah bisnis ini sejak 2015 dengan membangun PLTU 2x100 MW di Bengkulu senilai US$ 360 juta, atau sekitar Rp 4,7 triliun dengan kurs Rp 13.000 per dolar AS. Groundbreaking proyek tersebut sudah dilakukan pada tahun lalu dan kini masih melanjutkan konstruksi. Targetnya, proyek ini rampung dan beroperasi komersial pada Februari 2020.

PT Intiland Development Tbk

Perseroan sukses meluncurkan proyek baru Fifty Seven Promenade. Proyek pengembangan kawasan terpadu di Jakarta ini diklaim mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pada peluncuran 26 Agustus lalu, emiten dengan kode saham DILD tersebut berhasil memasarkan 302 unit atau 94 persen dari total unit yang ditawarkan.

Intiland mendulang pendapatan penjualan mencapai Rp 1,6 triliun, jauh melampaui target penjualan awal sebesar Rp 520 miliar. Keberhasilan penjualan itu, membuat perusahaan kembali membuka unit kondominium di menara Sky57.